Perempuan Hebat Tolak Narkoba

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis. Yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Perubahan perilaku karena dampak penggunaan narkotika mengakibatkan seorang pengguna menjadi tidak realistis, pola hidup berubah dan dapat melakukan hal hal yang melanggar hukum.

Menurut penelitian, perilaku tersebut di antaranya adalah kebiasaan merokok yang terus menerus 94.7%, kecanduan alkohol dan hubungan sex yang tidak aman 83.3% tanpa alat kontrasepsi bukan dengan pasangan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya penyakit paru paru, sirosis hati dan HIV-Aids.

Penyalahgunaan narkoba pada perempuan berdampak negatif pada generasi penerusnya. Saat ketergantungan itu muncul, perempuan bisa melakukan apapun termasuk mencuri atau bahkan menjual dirinya. Emosi dan perasaan cemasnya yang berlebihan, depresi, perubahan kualitas hidup, penurunan interaksi personal, terganggunya kesehatan sosial dan mental, membuatnya pendek akal dan bisa melakukan apapun. Yang penting ia akan dapatkan narkoba dan kebutuhan  tersebut terpenuhi segera.

Penggunaan narkoba saat hamil membuat janin yang dikandungnya juga mengalami adiksi atau ketergantungan yang sama dengan ibunya. Belum lagi jika sang ibu merupakan penderita HIV-Aids yang akan dia tularkan ke bayi yang akan dilahirkannya, dan juga pasangan seksualnya.

Melihat dari banyaknya kerugian dan dampak buruk yang ditimbulkannya, maka diperlukan strategi penanggulangan ketergantungan narkotika dengan tiga cara. Yaitu Demand Reduction, Supply Reduction, dan Harm Reduction. 

Demand Reduction adalah usaha mengurangi permintaan obat pada pecandu narkoba. Dilakukan dengan cara pengobatan di bawah pengawasan dokter, mengatur pengurangan dosis pemberian hingga terlepas dari ketergantungan. Pencegahan penyalahgunaan, perawatan, dan pemulihan dengan bekerjasama dengan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Semua itu bertujuan untuk mengembalikan kehidupan yang berkualitas dan membebaskan bangsa Indonesia dari cengkeraman Narkoba.

mordin.jpgFOTO: okezone.com

Supply Reduction adalah suatu upaya untuk mengurangi tersedianya narkotika, yaitu dengan memberantas peredaran gelap narkotika dan menjaga agar kebutuhan jenis narkotika tertentu bisa diawasi. Pengawasan jalur ilegal dengan cara pengawasan penanaman, produksi, importasi, transportasi, distribusi dan penyampaian instansi terkait. Strategi pengawasan sediaan narkoba dilakukan dengan cara penegakan hukum yang efektif, pelayanan perawatan dan rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Harm Reduction adalah suatu upaya mengurangi dampak berbagai akibat penggunaan narkotika. Salah satu dampak yang fatal adalah penyebaran HIV-Aids. Adapun upaya yang dilakukannya adalah: program penjangkauan dan pendampingan, program komunikasi, informasi dan edukasi, program penilaian pengurangan risiko, program konseling dan tes HIV secara sukarela. Program penyucihamaan, program penggunaan jarum suntik steril, program pemusnahan jarum suntik bekas pakai, program layanan terapi ketergantungan Napza, program terapi substitusi, program perawatan dan pengobatan HIV, program pendidikan sebaya dan program layanan kesehatan dasar.

Apapun bentuknya penggunaan narkoba sangatlah berbahaya, khususnya terkait erat dengan kesehatan sang pemakai. Efek yang nyata dalam tubuhnya adalah gangguan koordinasi fisik, gangguan konsentrasi, gangguan pengambilan keputusan. Hal ini karenakan adanya kerusakan pada sel syaraf yang ditimbulkan karena pengaruh narkoba yang terdaptasi di dalamnya. Akibatnya di saat saat tertentu tubuh mengeluarkan mekanisme kebutuhan akan zat narkoba tersebut. Akhirnya timbullah ketergantungan atau adiksi, dan tubuh selalu membutuhkan narkoba dengan dosis yang lebih tinggi. Jika tidak terpenuhi maka bisa terjadi sakaw. Saat terjadi putus zat, maka pengguna akan mengalami hal hal yang membahayakan termasuk kejang, sakaw, hingga mencelakakan diri sendiri.

Karena Narkoba pula gangguan jiwa dan percobaan bunuh diri bisa terjadi. Maka dari itu wahai perempuan Indonesia, apakah hidup dan kehidupanmu akan sia sia karena Narkoba? Hidup adalah pilihan, perempuan hebat pasti akan menolak narkoba. @ernabayu

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda