Sang Begawan Media

Senyum Tulip

Bryan Kohberger, 28 tahun, criminology Ph.D. student, tersangka pembunuh empat mahasiswa University of Idaho (U of I). (FOTO: Matt Rourke/AP Idaho authorities - npr.org)

COWASJP.COMKENAPA pembunuh ini begitu sembrono. Padahal ia calon doktor kriminologi. Ia juga asisten dosen keadilan untuk pelaku kriminal. 

Kenapa sampai ditemukan jejak yang begitu nyata: sarung pisaunya tertinggal di lokasi pembunuhan. Di dekat tempat tidur salah satu dari empat mahasiswa/wi yang dibunuh dengan pisau itu (Disway 2 Januari 2023: Ilmu Hukum). 

Fakta: ditemukan DNA milik satu orang saja di sarung pisau itu.

Penemuan sarung pisau ini tidak pernah diungkap sebelum pemiliknya ditangkap persis saat tutup tahun 2022 lalu: Bryan Kohberger. Ia mahasiswa S3 hukum, di Washington State University, di kota kecil nan indah: Pullman, dekat perbatasan dengan Idaho. Ia ditangkap di rumah orang tuanya di negara bagian nun jauh di timur: Pennsylvania. Yakni di suatu desa di pegunungan agak di utara Pennsylvania. 

Penemuan sarung pisau itu penting, tapi memang tidak bisa berdiri sendiri.

Kecuali di Tiongkok. Yang kepolisiannya memiliki bank data DNA seluruh warga negaranya. Begitu DNA ditemukan, data itu dimasukkan ke dalam big data. Langsung ketahuan: siapa pemilik DNA di sarung pisau tersebut.

Singapura juga sudah memilikinya. 

Di Amerika Serikat juga ada. Tapi belum mencakup seluruh penduduk. Ini soal hak asasi manusia. Bank data DNA baru yang terkait dengan mereka yang pernah didata.

Maka sampai hampir dua bulan kemudian, pembunuh 4 mahasiswa/wi  U of I itu belum bisa terungkap. Diperlukan jejak lainnya.

Memang ditemukan juga jejak lain: bekas tapak sepatu. Bentuknya seperti simbol berlian. Mudah sekali untuk mengetahui sepatu jenis apa yang tapaknya seperti itu: sepatu kets merek Vans. Anda sudah tahu: orang senang pakai sepatu Vans karena bentuknya yang klasik. Pun tersedia yang warna warni berpola.

Tapi terlalu banyak lelaki yang pakai sepatu Vans. Harganya pun antara Rp 500.000 sampai Rp 1,5 juta.

Baru sebulan setelah pembunuhan itu ada info masuk ke polisi: mobil Hyundai Elantra warna putih terlihat di sekitar rumah korban. Yakni sebuah rumah kontrakan tiga lantai di kota mungil Moscow, dekat kampus U of I.

Ketika info itu masuk, mobil dimaksud sudah tidak ada di sekitar Idaho. Lalu ada info susulan: pernah melihat Hyundai Elantra putih di kampus Washington State University di Pullman, dekat Moscow. Tapi semua info itu tidak detail: berapa nomor polisinya dan dari daerah mana.

Polisi Indiana sebenarnya pernah menyetop mobil Hyundai Elantra warna putih. Mobil itu mencurigakan: melebihi batas kecepatan. Pengemudi mobil itu pun, Bryan Kohberger. Ia menjelaskan lagi  dalam perjalanan jauh. Dari negara bagian Washington ke Pennsylvania. Dari Pullman ke Chestnut hill Township, Monroe County. Tepat sekali. Inilah orang yang sebenarnya sedang dicari. 

Berarti saat ditangkap itu perjalanan Hyundai Elantra putih  sudah lebih 10 jam. Masih akan 10 jam lagi. Atau sekitar itu.

Polisi melepaskan Bryan. Ia hanya diingatkan agar jangan melebihi batas kecepatan: 75 mil/jam. Sekitar 120 km/jam.

Di sana, sepanjang kelebihan kecepatan itu hanya sekitar 10 persen, biasanya dibiarkan. Tapi melebihi itu akan diminggirkan. Kalau kelebihan dari 10 persen itu tidak banyak cukup diingatkan seperti itu. Saya pernah mengalaminya. Di Pennsylvania. Diminggirkan. Saya sodorkan SIM Indonesia. Lalu diminta paspor. Saya berikan.

"Dari Indonesia?"

"Yes, Sir".

Paspor dan SIM dikembalikan. Boleh jalan lagi. Hanya diingatkan: tadi itu melebihi batas kecepatan.

Bryan tidak sendirian di mobil Hyundai Elantra putih itu. Di sebelahnya ada bapaknya: Michael Kohberger. Sang ayah menjemput putra ketiganya itu ke Pullman. Untuk diajak pulang ke Pennsylvania. Menghabiskan liburan musim dingin di kampung. Sekalian untuk Natal dan Tahun baru bersama keluarga.

Tidak jauh dari tempat melebihi kecepatan tadi Hyundai Elantra putih itu distop polisi lagi. Masih di wilayah Indiana. Bryan bertanya mengapa distop. Apa salahnya.

pembunuh1.jpgKamera di dashboard mobil polisi memotret mobil Bryan Kohberher ketika distop polisi karena terlalu dekat dengan mobil di depannya, 15 Desember 2022. Itu bahaya. (FOTO: Indiana State Police - nytimes.com)

Polisi mengatakan tidak ada yang salah. Tapi ia terlalu dekat dengan mobil di depannya. Itu bahaya.

Lantas terjadilah dialog biasa. Dari mana mau ke mana. Sudah berapa lama mengemudi dan masih berapa lama lagi. Bryan juga mengenalkan pria di sampingnya sebagai ayahnya. "Berarti sudah satu hari berkendaraan?" tanya polisi. "Praktis sudah satu hari," jawab Bryan.

Mobil putih pun dilepas. Bryan dipersilakan meneruskan perjalanan.

Mobil itu memang dibiarkan lepas. Tapi mulai diamati. Terutama ke mana akhir perjalanan itu. Sudah jelas juga bahwa pengemudinya dari Pullman akan pulang ke Chestnut hill.

Masuk pula info: mobil itu berada di bengkel dekat rumah keluarga. Rumah pun bisa dipetakan. Lalu sampah buangan dari rumah itu diperiksa. Dimasukkan lab. Ditemukanlah DNA di sampah itu:  sama dengan DNA yang di sarung pisau.

Itulah dasar penangkapan Bryan. Tepat tanggal 30 Desember pagi-pagi buta.

Tanggal 13 November pembunuhan.

Tanggal 13 Desember sang ayah menjemput anaknya ke Pullman.

Tanggal 30 Desember sang anak ditangkap.

Seminggu setelah pembunuhan itu, Byran berulang tahun ke-29.  Menurut kesaksian teman dan dosen di Pullman, belakangan Bryan tampak kusut dan lebih cerewet. Selebihnya ia biasa-biasa saja. Begitulah laporan media di sana. 

Ia juga masih bisa mengemudikan mobil jarak jauh. Tidak ada keterangan Bryan menceritakan pembunuhan itu ke sang ayah. Tapi rasanya sang ayah pasti membicarakan pembunuhan itu. Ini berita sangat besar. Semua orang membicarakannya.

Tanggal 5 Januari 2022 Bryan dikirim ke Idaho. Langsung masuk tahanan. Kemarin ia mulai disidangkan di pengadilan Moscow.

Hakim menjelaskan kepada Bryan: tuduhan yang diarahkan kepadanya akan bisa berakibat ia dihukum seumur hidup bahkan dihukum mati. "Apakah Anda tahu itu?" tanya hakim. "Ya, tahu," jawab Bryan yang sudah mengenakan rompi oranye.

Setelah itu pengadilan masih harus menunggu: bagaimana sikap Bryan. Apakah ia mengaku bersalah atau tidak.

Kalau ia mengaku bersalah, tidak perlu ada sidang pengadilan. Hakim langsung memutuskan  hukuman apa yang dijatuhkan pada Bryan.

pembunuha-amreka.jpg1.jpgBryan Kohberger, kiri, di pengadilan Latah County District Court, 5 Januari 2023, di Moscow, Idaho. (FOTO: Ted S. Warren/AP - abcnews.go.com)

Sebaliknya, kalau Bryan mengaku tidak bersalah barulah peradilan disiapkan. Harus dibentuk dulu tim juri. Biasanya terdiri dari 12 orang. Mereka warga biasa di Idaho. Khususnya di Moscow dan sekitarnya.

Dewan juri itu yang akan menyaksikan jalannya sidang. Terutama perbantahan antara jaksa, terdakwa, pengacara, dan hakim. Lalu para juri juga mendengarkan keterangan para saksi. Juri tidak punya hak bertanya kepada terdakwa. 

Setelah sidang selesai, juri  bersidang. Di situlah diputuskan  Bryan bersalah atau tidak. Bukan hakim yang memutuskan.

Kalau dewan juri menyatakan Bryan bersalah, hakim tinggal memutuskan berapa hukumannya. Kalau juri menyatakan tidak bersalah, hakim membebaskannya.

Kalau sebelum sidang itu Bryan sudah menyatakan bersalah, maka kita sulit berharap mengetahui apa motif pembunuhan ini. Padahal  motif memainkan peran penting dalam urusan pidana. Mestinya tuduhan jaksa sudah menyertakan motif itu. Tapi belum terungkap ke publik.

Memang ada pengakuan saksi yang sangat menarik. Yakni dua mahasiswi yang tinggal di kamar lantai 1. Keduanyi selamat. 

Sabtu malam itu mereka pesta. Pulang ke rumah kontrakan sudah Minggu dini hari. Tidak langsung tidur. Yang satu menghubungi mantan pacar. Lewat HP. Sampai lebih 10 kali. Tidak tersambung. Yang satu lagi menghubungi pacar. Beberapa kali. Juga tidak tersambung. Fakta ini menyelamatkan pacar dan mantan pacar itu dari tuduhan pembunuhan.

Sekitar pukul 03.00 salah satunyi tidak bisa tidur. Ia mendengar suara wanita dari kamar lantai 2. Berarti suara Xana Kernodle. "Di sini ada orang lain," Begitu suara yang samar-samar dia dengar. Dia pun membuka pintu kamar. Gelap. Dia lantas mendengar suara laki-laki. "Ini semua ok. Saya akan menjagamu," suara laki-laki itu. Juga samar-samar.

Dia tahu di kamar lantai 2 itu Xana tidur bersama pacarnyi: Ethan Chapin. Sama-sama 20 tahun.

Maka mahasiswi di kamar lantai 1 itu menutup pintu lagi. Mau tidur lagi.

Tapi dia tergagap lagi oleh suara seperti anjing yang lagi loncat-loncat. Dia buka pintu lagi. Dia kaget setengah mati. Dia berdiri beku. Dia lihat sesosok laki-laki berkelebat. Pakai pakaian gelap, pakai masker Covid, beralis tebal. Badannya atletik, tingginya sekitar 5,6 inci. Lelaki itu menuju pintu belakang. Ia keluar dari pintu geser di bagian belakang rumah.

Begitu kelebatan itu pergi, dia menutup pintu kamar lagi. Senyap. Tidak ada lagi suara mencurigakan. Dia pun tertidur. Bisa saja kelebatan tadi adalah teman dari teman-temannyi di lantai atas. Bukan urusannyi untuk ikut campur.

Lima mahasiswi itu memang teman karib. Tapi menghargai privasi masing-masing. Saling dukung. Mereka menyewa rumah secara patungan. Dua tinggal di lantai bawah. Satu lagi tinggal di lantai 2, Xana, yang kemudian tidur dengan pacarnyi itu. Dua lagi tinggal di lantai 3.

Dua yang di lantai 3 ini terbunuh dengan pisau. Lalu Xana dan pacarnyi, Ethan, juga terbunuh bersamaan.

Berarti si pembunuh ke lantai 3 dulu. Membunuh Madison Mogen dan Kaylee Goncalves. Lalu turun ke lantai 2 membunuh Xana dan Ethan.

Polisi juga menemukan jejak lain. HP Bryan melakukan aktivitas sebanyak 12 kali di sekitar rumah mahasiswi itu. Pada sekitar jam lewat tengah malam itu.

Begitu rinci peristiwa ini. Begitu lama baru terungkap. 

Para korban sudah lama  dimakamkan. Ethan, hanya Ethan, yang diabadikan dalam kebun bunga tulip. Ethan memang bekerja di perusahaan perkebunan bunga tulip sebelum kuliah di U of I. Yakni di kebun bunga tulip yang  terkenal di Skagit Valley, negara bagian Washington. 

Di Skagit Valley ini setiap tahun berlangsung festival tulip. Ramai sekali. Yang hadir biasanya lebih setengah juta orang. Itu berlangsung di bulan April-Mei. 

Ethan bekerja di situ bersama dengan dua saudara kembarnya. Ethan lahir kembar tiga. Ayah mereka pun bekerja di situ. 

Ia dikenang sebagai remaja yang suka tertawa. Periang. Disukai banyak orang.

Kini di kebun itu lagi ditanam serumpun bunga tulip. Kuning dan putih. Jadi satu. Rumpun itu dinamakan rumpun Tulip Tersenyum. Kuning melambangkan tawa. Putih melambangkan ikhlas. Itu untuk menggambarkan sosok Ethan saat bekerja di kebun tulip: periang dan sepenuh hati.

Pullman begitu indah. Moscow begitu indah. Kebun tulip begitu indah. Hampir tidak ada pembunuhan di kawasan ini. Sekali terjadi dramatis sekali. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 8 Januari 2023: Imaji Perusuh

mz arifinuz

Quo vadis. Jadi tanda tanya. Banyak yg gadis. Kenapa milih yg janda? Lebih hemat?

Nimas

Perusuh bukan Fans perusuh iya Baca disway tanpa koment perusuh bagai kopi tanpa gula, tetaplah istiqamah merusuh Di jalur masing2

Leong putu

istri saya selalu bilang :"makasih ya say, kamu dah jadi suami yang baik...muah.muah". Lha...ini kan sebuah testemoni yang valid. Tulus. Gak mungkin kan istri saya pura-pura... Hahaha....itu selalu dia katakan setiap awal bulan...

Juve Zhang

Pakan ayam paling hebat ya Thailand CP. Raja Ayam di Indonesia. Pakan ikan ,udang ya mereka juga rajanya. Jayamix atau Jaya board ya pemilik nya Thailand juga. Pepsodent,Lux ya Belanda pemilik nya. CPO Malaysia rajanya Wilmar yg juga raja disini. Beras saja ada Wilmar. Aqua ya Perancis.makan .minum.mandi.gosok gigi.ganti plafond.sudah milik asing. CIMB.maybank.danamon.permata.maspion.bukopin.semua sudah milik asing. Dll itu lah realita. Jadi pasar kita sudah di isi raksasa asing. terima saja toh mereka mempekerjakan orang Indonesia juga. Wkwkwkwk.daripada nganggur jualan anggur.merepotkan pak Jokowi. Wkwkwkw

Juve Zhang

Temui yg di Hongkong pemegang sertipikat. Kan satu generasi dengan pak Mario. Tanah dan rumah zaman dinasti Manchu ternyata masih dibayar oleh pemerintah sekarang. Luar biasa.

Wawan Wibowo

Saya pernah di posisi no 1 itu pak pry, tanah yang nilainya sekitar 800 jutaan, cukup besar untuk kelas pekerja seperti saya, ya tp betul klo kita mau legowo mengikhlaskan memang ujung2nya jadi bisa tidur & makan nyenyak, kalau fokusnya ngejar yg 800 juta itu maka kami jadi melupakan banyak nikmat yg sudah kami punyai saat ini. 

Yuli Triyono

Pergi liburan ke Pasadena / Diguyur air hujan pakaian menjadi basah / Maaf Pak DI saya 'ogah' ikut mikir masalahnya Fiona / Mikir masalah hidup saya saja sudah susah.

Johannes Kitono

Saya sangat menyesal melepaskan kesempatan emas ikut camping walaupun 50 : 50 bisa terundi. Lebih menyesal lagi ketika menyampaikan keluhan Prof Pry soal air panas untuk mandi. Passionnya adalah ingin belajar tentang Agro wisata Agrinex. Sesuai dengan pengalaman kerja di bidang Peternakan dan Perikanan. Dengan kunjungan ke Agrinex harapannya akan melengkapi apa yang telah dipelajari di MMA- IPB. Then, titip Prof Pry minta tolong buat laporan mata Agrinex. Apa mau dikata dan mungkin belum jodoh. Beliau batal kesana karena hoax tentang air panas dan ular ular disekitar tenda.Dan pelantikan Ketum PKP terpaksa ditunda, mungkin kloter kedua sesudah Pilkada. Tapi tidak ada menyerah, diundang atau tidak suatu hari pasti akan ke Agrinex juga.Sekalian ke kampung Baduy.Siap siap tunggu laporan pandangan mata. 

Fiona Handoko

bpk prof pry, saya juga oper2 krl utk ikut ke agrinex. dari sta jatinegara, ke tn abang, ke serpong, lalu cisauk. 3x oper. krl cuman 5rb. lanjut gojek ke intermark 19 rb. bejo ne, di krl dapat duduk terus. longgar, ac adem. di perjalanan bisa merem2

EVMF

Kalaupun sertifikat tersebut masih atas nama kakeknya, tentu saja Pemerintah Tiongkok akan kesulitan melacak para ahli warisnya, apalagi sudah banyak yang bermigrasi ke Indonesia, lagi pula itu bukan kewajiban mereka. Maka yang dianggap paling berhak atas ganti-rugi tersebut pastilah yang memegang sertifikat tersebut yakni Sang Putri, karena sudah pasti keturunannya. Oom Fiona dan semua saudara yang lain bisa saja mengupayakan hak atas warisan tersebut, asalkan bisa menunjukkan bukti-bukti (dokumen yang sah secara hukum) sebagai keturunannya, tetapi hal ini akan memakan waktu yang tidak sebentar. Apalagi kalau sertifikat tersebut sudah atas nama "si sulung" ayahanda Sang Putri. Oom Fiona dan semua saudara yang lainnya "hanya sebatas merasa berhak" atas warisan tersebut, tidak lebih dari itu. Mengapa tidak disederhanakan saja urusannya : 1. Biarkan proses pembayaran ganti-rugi dari Pemerintah Tiongkok kepada "Sang Putri" sebagai Pemegang Sertifikat, yang berdomisili di Hong Kong itu berjalan lancar, bahkan secepatnya akan lebih baik. 2. Selanjutnya "Sang Putri" membuat surat wasiat atas sejumlah uang tersebut kepada Oom Fiona dan semua saudara-saudara yang lainnya yang berhak atas warisan tersebut. [2].

Jokosp Sp

Bertemanlah dengan orang pintar, maka kamu akan tertular kepintarannya. Bertemanlah dengan orang sukses, maka kamu akan sukses mengikuti ilmu cara suksesnya. Bertemanlah kamu dengan perusuh, maka kamu akan jadi perusuh juga. Yang ini yang tadinya sungkan nulis, tapi suka membaca CHDI kemudian bisa komen apalagi bisa kepilih, pada akhirnya bisa jadi perusuh. Di mana anda, di mana anda berdekatan, kalau terus dan kontinyu dilakukan maka anda akan jadi seperti lingkungan anda.......itu kata motivator dulu di kelas motivasi orang sukses.

Amat Kasela

Ada tiga jenis murid yang paling diingat guru: 1. paling pandai 2. paling sering alpa (banyak masalah) 2. nackal/bandel. Sama halnya perusuh. Pak Pry & Pak Mirza, termasuk yang paling pandai. Kliwon, Leong Putu, Otong, Aryo, yea aina, dkk. Mereka ini tergolong perusuh nackal. Bagaimana tidak, kerjaannya ngerusuh tiap hari. Ngomongin apalah. Topik CHD apa, yang dikomentari apa. Membahas bulu, daging, urusan bawah pusat (paha, lutut, kaki), lato-lato natural (mainan lelaki), dll. Banyaklah. Pokoknya: nackal. Wkwkwkwk Tanda hujan mendungnya awan/ Lekas berteduh hujannya tiba/ Pandai bergaul memilih kawan/ Kawan berakhlak budi mulia.

Leong putu

Abah, yang Abah lakukan pada ku ini sungguh jahaaaat.... .... Tapi baiklah, karena bola sudah dilempar. Akan ku tangkap jua. ... Ini sekedar urun rembug dari perusuh yang tidak usah diambil hati. Abaikan saja. Kalau itu hanya soal nominal 100 M, lebih baik diiklaskan saja. (Wkwk..ngomong gampang, pelaksanaanya suuuuuuliiiiiit). Tapi kalau kemungkinannya 80 % bolehlah diperjuangkan. Namun kalau peluangnya 10 % saja, apalagi pada prosesnya nanti akan penuh pertikaian, baiknya dilepaskan saja. Nominal bisa diusahakan, walau sulit. Persaudaraan hilang karna warisan, tak akan ada faedahnya. Mungkin akan ada cerita indah yang abadi jika bisa mengiklaskan itu. Membuka pintu untuk rejeki yang lebih besar dari 100 M . Siapa tahu. ... Seperti saya ini, saat pacar dulu direbut orang, saya iklaskan saja. Pacaran lagi, direbut orang lagi, iklaskan lagi, sampai empat kali. Saya iklas. Akhirnya dapat istri yang sekarang, yang sayangnya selalu to be continue...hahaha. ... Atau, apakah tidak ada pemikiran out off the box ? Semisal, menghibahkan saja bangunan tersebut. Apalagi area itu akan dibuat sesuatu yang monumental. Dan saya yakin Nama keluarga besar Bung Fiona tetap dikenang. Harum sepanjang sejarah. Tercatat abadi di sana. .... Asal usul, usul asal. //LP.

Agus Suryono

KONGGRES PARTAI PERUSUH.. 1). Kalau tahun 2024 terlalu dekat. Dan sudah telat. 2). Sudah waktunya "Ikatan Para Perusuh" ditingkatkan menjadi "Partai Perusuh Disway Indonesia" (PPDI). 3). Ditargetkan tahun 2029 bisa ikut Pemilu. 4). Mulai tahun 2023, setiap tahun dilakukan Konggres. Tuk menunjuk pengurus dan menyiapkan semua "perangkat" partai yang diperlukan sesuai UU. 5). Usulan awal: Ketua Umum: Pak Pry. Ketua Dewan Pembina: Abah DI. 6). Seksi Hiburan: Pak Leong. Pak Bagus Aryo. Pak Amat Kasela. 7). Saya: Anggota.. He he..

Komentator Spesialis
Dan saya sudah malas untuk beli pesan antar makanan dan minuman via aplikasi pesan antar mereka. Biayanya makin mahal. Begitu juga taksi, saya sudah beralih ke taksi asli. Karena faktanya sering lebih murah pakai taksi daripada grab atau goto. Dan bedanya tidak tanggung tanggung. Bisa hampir separonya di jam sibuk. Serius ini saya sudah membuktikan sendiri.

Mirza Mirwan

Hampir sebulan terakhir saya memang kurang intens mengikuti CHD, karena "tuntutan pekerjaan". CHD hari ini juga baru saya baca barusan, tadi pagi baru baca paragraf awal. Jujur, saya sendiri mengira, Fiona Handoko -- yang sering saya panggil Mbak -- itu memang Fiona Handoko (Bandung). Eh, ternyata anaknya Bung Mario dari (kata Pak Thamrin) Semarang. Tapi, tidak jadi soal, kok. Tentang warisan kakek buyut Bung Mario di Xiamen yang bernilai sekitar Rp100 miliar (berarti +/-RMB44 juta), cara yang paling masuk akal, ayah Bung Mario dan dua saudara yang masih hidup (di Indonesia) bermusyawarah dengan sepupunya yang di Hong Kong (nenek 70 tahun itu). Jlentrehkan lewat silsilah pohon keluarga. Kalau si Kakek Buyut, sebut saja Kakek A, punya lima anak: B, C, D, E, F, maka Rp100 miliar itu nanti dibagi lima. Dari lima anak ini masing² punya anak lagi (cucu), sebut saja: B1, B2, C1, C2, D1, D2, E1, E2, F1, F2, dst. Nenek 70 tahun yang di HK itu termasuk dalam kelompok ini. Sedang Bung Mario termasuk dalam kelompok sesudahnya (buyut). Kalau nenek HK anak tunggal, ia berhak 20% dari Rp.100 milyar Kalau ayah Bung Mario dan dua saudaranya itu sekandung, bagiannya ya 20% dibagi tiga -- Bung Mario mendapat bagian atau tidak itu terserah ayah Bung Mario. Kalau semua mengklaim sebagai ahli waris, bisa-bisa malah "kebo ilang nombok kandhang". Sekali lagi: musyawarahkan dengan si pemegang sertifikat.

Liam Then

Bangun tidur Kuterus mikir Bagaimana Mencari uang Habis mikir Kuterus tidur Memimpikan Cara mendapat uang
 
Komentator Spesialis

Di bawah ada yang nggak kebagian durian protes. Disarankan makan kulitnya. Saya baru tahu kalau kulit durian itu ternyata makanan favorit gajah. Ceritanya saya pernah ke kebun binatang, mau naik gajah. Supaya gajahnya kalem, sama sang pawang dilempari kulit durian makanan kesukaannya.
 
imau compo

Fiona 0 MIPA (Matematika dan Illmu Pengetahuan Alam) adalah nama fakultas untuk Matematika dan Sains. Ilmu-ilmu ini mempelajari matematika dan kaidah-kaidah dalam sains serta hasilnya dalam bentuk fenomena-fenomena alam. Terapannya disebut teknik dan ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu teknik. Kapan hujan terjadi masih digolongkan sains karena hasilnya yang berupa perkiraan belum mendapatkan intervensi manusia. Dugaan badai yang menyebabkan Pak Pry tidak hadir di Cikeusik masih termasuk dalam sains. Dugaan yang menyebabkan anda menduga-duga penyebab BRIN overlapping dengan BMKG termasuk ilmu sosial. Anda pasti heran BRIN dibangun agar tidak terjadi overlapping. Sosiologi dan arkeologi juga termasuk sains, sains dalam kelompok ilmu-ilmu sosial. Manajemen informasi pada beberapa suku dan ras sangat rapih sehingga ayah Fiona tahu persis siapa-siapa saja yang menjadi ahli waris yang Rp.100 M itu meskipun sudah tersebar jauh. Di dalam suku-suku di Indonesia suku Tapanuli dan Suku Manado memiliki manajemen informasi yang baik, sehingga diketahui jumlah kerabat mereka setiap saat. Suku Jawa tidak baik seperti dua yang disebut tadi melihat banyak Jawa di perantauan yang sudah tidak tahu lagi daerah asal mereka selain Jawa. Ini hanya pengamatan saya saja dan saya munculkan untuk mendorong akademisi kita melakukan penelitian ilmiah utk topik ini sehingga terhindar asing lebih paham kita dari kita sendiri seperti selama ini terjadi.
 
Amat Kasela

Sepandai-pandainya tupai melompat, ia tak dapat ikut olimpiade
 
Leong putu

Aja terlalu dipikir Bah... Dibuat santai saja, menyesal itu wajar. Abah g sendirian, banyak orang pernah menyesal. Saya juga menyesal, kenapa kok nikah umur 25 tahun. ... Kalau tahu rasanya kayak gini, mending saya nikah umur 18 tahun saja. Hahahaha..... ... #enakenakenak... Enak enak enak
 
Pryadi Satriana

Benarkah Pak Mario Handoko punya 'persoalan yang begitu rumit'? 'Persoalan' muncul karena 'tahu ada warisan dari kakek buyut'. Saya ulangi: KAKEK BUYUT! Cucu & cicit sudah puluhan - dan kalau sistemnya seperti di Indonedia, maka semuanya harus dilibatkan, dan menggunakan 'lawyers' di Indonesia, Hongkong, dan Tiongkok! Sudah mulai kelihatan 'ruwet' kan? Untuk biaya 'wira-wiri Indonesia-Hongkong-Tiongkok' dan membayar jasa 'lawyers' di Indonesia-Hongkong-Tiongkok yg melibatkan sekian banyak cucu-cicit sbg 'ahli waris', maka uang 100M rupiah itu - menurut saya - "ndhak ada apa2-nya". Ngurus kambing ilang biayanya seharga sapi! Saran saya pribadi, 'let it go', jangan biarkan itu mengganggu 'kehidupan keluarga Anda', mending ngajak Fiona jalan2, makan malam, dan nonton bioskop! Itu hal yg pasti Anda bisa nikmati! Akan halnya 'warisan itu', kalau Anda dan keturunan Anda memang berhak, percayalah, "Ny. Hongkong" itu akan menghubungi dan minta no. rekening Anda. Semua sudah ada yg ngatur, Pak. Salam. Rahayu.
 
Yellow Bean

Warisan adalah kata yang terasa aneh ketika di dengar waktu kecil. Namun seiring waktu berjalan akhirnya bertemu dengan hal demikian di kehidupan nyata. Cerita pengalaman hidup orang tua yang sangat hati hati dengan persoalan warisan. Sangat di butuhkan kesabaran dan keikhlasan karena bagi saya pribadi warisan lebih bernilai sebagai pusaka yang tentunya identik senjata bermata dua sisi. Jika kita berkeras hati maka tidak mustahil persaudaraan yang menjadi taruhannya dan untuk berlembut hatipun tidak mudah jika kita melihat nilainya . Ada contoh yang tidak semua orang perlu mencontoh. Ketika ibuku di ajak Pamannya mengurus warisan eyang buyut maka ibu menjelaskan dengan sabar tentang posisi harta yang dipersoalkan sudah habis dipakai judi oleh menantu eyang dan ibu masih menghargai saudara walaupun kalo menghitung rupiah tentu jumlahnya tidak sedikit. Namun persaudaraan yang masih di inginkan lebih berharga karena kami tinggal di satu lingkungan yang pasti sering berkumpul.
 
Cah Kene ae

Tuku dhawet nang pasar minggu Pasare semrawut merga direnovasi Anda sudah tahu: pantun dilanjutkan setelah renovasi selesai Ttd Kepala Pasar
 
*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : Disway.id

Komentar Anda