Lagi, Apartemen di Jakarta Jadi TKP Pembunuhan

Apartemen Kalibata City paling sering jadi TKP pembunuhan. Pembunuhan di apartemen sedang tren. Masuknya tidak seribet masuk (menyewa) kamar hotel. (FOTO: agoda.com)

COWASJP.COMPembunuh Jersy Sutanto (35) di Apartemen Bougenville, Jakarta Utara, ditangkap. Namanya Hendrik (36). Mayat digotong lewat tangga darurat. Tidak lewat lift ber-CCTV, seperti pembunuh meringis, Rudolf Tobing.

**

IMPROVISASI pembunuhan terus terjadi di Jakarta. Lokasi pembunuhan favorit di apartemen. Tepatnya apartemen sewa. Sebab paling leluasa, praktis dan murah. Sekitar Rp 200 ribu per malam.

Dibandingkan di hotel, tamu diminta KTP. Kalau bawa pasangan, alamat di KTP mereka harus sama. Ribet.

Pembunuhan Jersy, awalnya menyulitkan polisi. Karena tidak ada identitas korban. Polisi perlu waktu mengungkap identitas korban. Sebelum menyelidik lebih lanjut.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi dalam keterangan pers, Kamis, 27 Oktober 2022 menjelaskan kronologi:

Pembunuhan terjadi Kamis, 13 Oktober 2022 sekitar pukul 03.00. Lokasi di kamar Apartemen The Mansion Bougenville, Tower Emerald, Jalan Trembesi, Pademangan, Jakarta Utara.

Korban Jersy, pelaku Hendrik. Mereka pacaran. Hendrik bekerja sebagai sekuriti apartemen. Jersy jualan online. Motif pembunuhan belum diungkap.

Setelah pembunuhan, Hendrik menelepon temannya, inisial IK (37), sekuriti apartemen juga. Mengatakan: Minta tolong membawa Jersy ke rumah sakit, karena mendadak sakit di apartemen.

IK yang baru pulang kerja, datang ke TKP. Tiba di sana IK tahu, Jersy sudah mati. Wajah Jersy ditutupi handuk.

Kombes Hengki: "Saat itulah tersangka H terus terang ke tersangka IK. Bahwa korban J sudah meninggal akibat dibunuh H. Seketika, H menawarkan imbalan Rp 10 juta kepada IK, untuk bantu mengangkat jenazah ke bawah, basement, tempat parkir mobil."

IK setuju. Mereka membungkus mayat dengan selimut. Menggotong, keluar kamar, masuk tangga darurat. turun tangga, menuju basement. Kebetulan tidak ada CCTV di jalur itu. Atau, karena mereka sekuriti, paham lokasi.

Tiba di mobil, jenazah dimasukkan bagasi, Hendrik mencegah IK pulang. Alasannya, kalau mau bayaran Rp 10 juta harus sekalian ikut membuang mayat. IK pun nurut. Masuk mobil.

Kombes Hengki: "Dini hari itu mobil mereka putar-putar sekitar Jakarta  Utara dan Jakarta Barat. Akhirnya nemu tempat. Mayat dibuang di kali di Jalan Gunung Sahari dekat rumah nomor 7A, Jakarta Pusat. Lalu mereka meninggalkan lokasi."

Mayat Jersy ditemukan petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) yang biasa membersihkan got, pada esoknya, Jumat, 14 Oktober 2022.

Mayat diperiksa di RS Cipto Mangunkusumo, ditemukan tanda kekerasan. Diduga kuat, korban pembunuhan. Tapi, tanpa identitas.

Satu tanda di mayat, ada tato di punggung kiri atas, bertulisan: "Trust Love Him". Polisi baru bisa mengungkap identitas korban, dua hari kemudian. Langsung diselidiki, diketahui calon tersangka, dikejar.

IK tertangkap duluan di Tangerang, Minggu (16/10). Esoknya, Hendrik ditangkap di Jakarta Barat.

Hasil pemeriksaan polisi terbaru, Kamis, 27 Oktober 2022 malam, Hendrik mengaku, ia tidak membunuh. Katanya, Jersy sakit keracunan, muntah-muntah. Maka ia sumpal tisu, lalu mati.

Polisi masih menyidik kasus ini.

apartemen.jpg1.jpgKorban bernama Jersy Sutanto dibunuh pacarnya sendiri Hendrik (24) di sebuah apartemen di Jalan Trembesi, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Untuk menghilangkan jejak, mayat korban dibuang cukup jauh dari TKP. (FOTO: pagaralampos.disway.id)

Polisi bertindak di hilir, menangkap pembunuh. Bukan menganalisis hulu, mengapa banyak pembunuhan di apartemen?

Sebelumnya terungkap, di Apartemen Green, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rudolf Tobing membunuh Icha, Sabtu, 22 Oktober 2022. Mayat Icha ditekuk, dibungkus plastik sampah hitam, dimasukkan troli, didorong Rudolf masuk lift. Di lift Rudolf meringis ke arah kamera CCTV.

Sebelumnya lagi, di Apartemen Green, Jalan Pramuka juga, Minggu, 6 Januari 2019, Haris Prasnastyadi (24) petugas sekuriti di apartemen itu, membunuh pacarnya, Nurhayati (36) karena cinta ditolak. 

Tapi, lokasi paling sering jadi TKP pembunuhan di Apartemen Kalibata City., Kalibata, Jakarta Selatan.

23 September 2012 malam. Di kamar lantai 16 Tower Borneo, Apartemen Kalibata City, karyawati bank, Aswara Indah Sari (27) kencan dengan pria warga negara India di situ. Indah tewas digorok.

September 2013 di kamar lantai 9 Tower Ebony, Kalibata City, wanita cantik Holy Angela Hayu (26) tewas jatuh melayang ke tanah. Ternyata itu pembunuhan.

Pembunuhan Holy melibatkan seorang pejabat eselon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Gatot. Motif pembunuhan hubungan asmara. Holy menuntut Gatot cerai dengan isteri sah. Tapi ditolak. Holy dibunuh.

Agustus 2019 Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya M. Adi Pradana alias Dana (23), dibunuh isteri Pupung atau ibu tiri Adi Pradana, Aulia Kesuma. Pembunuhan di rumah korban di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tapi perencanaan pembunuhan di Apartemen Kalibata City.

9 Agustus 2020, warga negara Bangladesh bunuh diri di situ. Loncat dari lantai 15 Tower Ebony.

Rabu, 16 September 2020, tubuh Rinaldi Harley Wismanu (32) dimutilasi, disimpan  di Tower Ebony, Kalibata City. Potongan mayat ditemukan berada di koper dalam kamar di lantai 16.

Pembunuhnya pasangan kekasih Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26). Mereka membunuh di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Lalu dimutilasi. Potongan tubuh korban disimpan di Apartemen Kalibata City. Motifnya merampok korban.

Pembunuhan dari apartemen ke apartemen, datanya tersimpan di Polda Metro Jaya. Polisi sudah mengantisipasi itu, dengan cara berkoordinasi dengan sekuriti.

Tapi ternyata sebagian pelakunya justru sekuriti. Polisi harus bisa mencari strategi lain mengatasi ini.

Meskipun, pembunuhan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, terhadap siapa saja. Setidaknya, pembunuhan di apartemen kini sedang ngetren.(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda