Reuni Cowas JP IX di Jogja (4)

Seorang Sahabat Bernama Aqua Dwipayana

COWASJP.COM – Bagi sebagian orang, pasti sudah mengenal atau pernah mendengar nama seorang motivator bernama Aqua Dwipayana. Namanya memang unik, seunik orangnya. Namun unik di sini, seperti halnya air (aqua), merupakan keunikan yang positif.

Mengalirkan energi baik, aura positif, ketulusan, dan selalu ingin memberikan manfaat bagi orang lain. Orang lain itu bisa siapa pun, di mana pun, dalam strata apapun. Selama yang bersangkutan mau menjadi lebih baik, Aqua akan hadir mendukung dan mempercepat upaya mencapai tujuan itu.

Saya dan Aqua Dwipayana tergabung dalam satu grup WhatsApp Cowas Jepe. Seperti sering saya tulis, CowasJP adalah kepanjangan dari Konco Lawas atau teman lama Jawa Pos. Ini adalah perkumpulan mantan karyawan Jawa Pos Group dari berbagai divisi: mayoritas Redaksi. Namun ada juga dari iklan, pracetak, cetak, dan pemasaran. Para alumnus bisa jadi sudah tidak di JP karena pensiun, mundur sebelum pensiun, pindah pekerjaan, pun karena ingin membuka usaha sendiri.

Awalnya memang tidak banyak yang mengenal Aqua Dwipayana. Karena memang Aqua tidak pernah bertugas di Kantor Redaksi Jawa Pos baik  di Surabaya maupun Jakarta. Aqua pernah satu atau dua tahun menjadi wartawan Jawa Pos di Malang, kemudian meneruskan karir jurnalistiknya di Suara Indonesia, sekarang Radar Surabaya, di Malang.

darmadi.jpg

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini tidak lama menjadi wartawan untuk selanjutnya melanjutkan karir sebagai praktisi komunikasi di sejumlah perusahaan. Sebelum akhirnya istiqomah melakoni jalan hidup sebagai pegiat motivasi yang dikemas dalam jargon sederhana tapi mengena: The Power of Silaturahim.

Melalui komunikasi jari tangan, Aqua hampir setiap hari membagikan kegiatan dia dalam bentuk tulisan. Sehari bisa tiga kali. Lagi di mana, kegiatan apa, dan bersama siapa. Model komunikasi tulis yang juga "unik" seperti ini bukannya tanpa resistensi. Tak sedikit yang geli, nyinyir, dan bahkan keluar dari sebuah Grup WA hanya karena di situ ada Aqua. Saya sendiri awalnya geli dan menganggap aneh gaya menulis Aqua.

"Pak Dahlan (Iskan) gak pernah mengajarkan kita gaya jurnalistik yang puja-puji diri sendiri seperti ini," tulis saya pada Grup WA Cowas pada suatu waktu. Saya menjaga jarak cukup lama dan membatasi diri untuk berkomunikasi dengan Aqua.

Namun, benarlah bahwa agama mengajarkan umatnya agar selalu berprasangka baik (husnudzon) bukan sebaliknya berprasangka buruk (su'udzon). Seperti kata pepatah, "Don't judge a book by its cover" (jangan menilai isi sebuah buku hanya dari sampulnya). Di tengah hujan kritik dari para haters kepada dirinya, Aqua tetap istiqomah pada jalan dan gayanya. Gak ada yang berubah.

panitai.jpgPanitia Reuni Cowas JP IX di Jogja berfoto bersama Aqua Dwipayan (empat dari kanan)

"Orang ini istimewa," batin saya. "Hubungan diplomatik" yang awalnya kaku mulai mencair. Saya mencoba bersikap positif atas setiap postingan Aqua. Namun belum benar-benar membuka komunikasi sama dia. Hingga terjadi hal berikut ini: saat Almarhumah ibu saya dirawat di RSUD Pasuruan awal Januari tahun  ini, Aqua mengirimkan buah ke tempat Ibu saya dirawat. Saya telepon langsung untuk mengucapkan terima kasih. Mungkin itu telepon pertama saya ke Aqua sejak kami tidak bekerja dalam satu payung lagi. Saya mengapresiasi perhatian kecil dia tersebut mengingat saya boleh dikategorikan sebagai teman namun hater. 

Hingga kemudian Aqua (tanpa sepengetahuan saya sebelumnya)  bersama beberapa  teman  Cowas JP menengok ibu saya di Pasuruan.  Dan kemudian keesokan harinya, Aqua dan teman-teman Cowas JP Surabaya yang kali pertama datang ke rumah saat Ibu tiada, tengah malam pada Maret 2018. Subhanallah masih banyak teman-teman baik di sini.

Saya pun terus mengamati Aqua. Benarkah yang dia tulis tentang perlunya hati yang bersih dan the power silaturahmi itu? Bagaimana mungkin Aqua yang bukan pengusaha tajir melintir tahun ini memberangkatkan 35 orang umroh gratis dan tahun lalu 30 orang? Bahkan InsyaAllah tahun depan menargetkan 50 orang? Terlepas bahwa banyak tangan-tangan kebaikan yang membantu program.umroh gratis The Power of Silaturahim tersebut, tetaplah itu hal yang luar biasa hebat. 

"Kuncinya hati yang bersih dan niat yang tulus dan lurus dalam bersilaturahmi. Tuhan akan membantu, entah itu lewat saya atau siapa saja," kata Aqua berbagi resep kepada saya.

Akhir pekan kemarin, Sabtu & Minggu (11-12 Agustus 2018), CowasJP menggelar reuni akbar. Ini adalah pertemuan ke-9 sejak tiga tahun CowasJP berdiri. Dalam reuni di Sleman DIY ini, 150 teman-teman Cowas yang hadir dijamu sepenuhnya oleh Aqua dan keluarga serta panitia reuni. Di antara para anggota Cowas yang hadir tersebut ada politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan, mantan Bupati Wonosobo dua periode Kholiq Arif, mantan Ketua PSSI Jatim Dhimam Abror Djuraid, penulis buku-buku Soekarno, Roso Daras,  mantan anggota DPRD Surabaya Herman Rivai, dan teman-teman mantan Jawa Pos lainnya.

oemi.jpg

Di penghujung agenda Reuni IX CowasJP di Jogjakarta, Minggu (12/8) kemarin, kami sekitar 10 orang anggota CowasJP yang masih di Jogja, diundang makan malam oleh Aqua. Selain kami, juga ada tiga orang driver yang juga diajak makan pada meja yang sama. Masing-masing kami memberikan kesan tentang apapun, termasuk kritik dan saran terkait Reuni di Jogja. Tentu saja semua kesannya positif dan istimewa. Apalagi, dua orang keluarga Cowas yaitu istri Almarhum Mas Kholili Indro dan istri Mas Herman Rivai mendapatkan kado umroh dari Aqua dan keluarga. Kejutan tidak berhenti di situ.

"Pak Yanto pernah ke Tanah Suci?" tanya Aqua kepada Pak Yanto, salah seorang driver kami.

"Belum Pak," jawabnya.

"Pak Yanto nanti ikut berangkat umroh dalam rombongan Umroh The Power of Silaturahim III tahun 2019," kata Aqua.

Pak Yanto tertegun, menyalami saya yang duduk di sebelahnya, sebelum kemudian menangis haru dan memeluk Aqua Dwipayana.

Jarang sekali saya menghadiri acara tanpa keluarga di akhir pekan. Namun kepergian saya ke Jogja sendirian kemarin berasa impas. Worth it. Saya belajar dan melihat langsung kekuatan sebuah keikhlasan dan ketulusan, juga kekuatan pertemanan tanpa embel-embel saling memanfaatkan kecuali untuk menyambung silaturahmi dan persaudaraan. Salam sukses barokah dari Kota Jakarta. (*)

Pewarta : Tofan Mahdi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda