Mesjid Bersejarah (9)

Tak Lengkap Rasanya Tak Singgah di Masjid Imam Syafi'i

COWASJP.COM – Tak lengkap rasanya, saat bermuhibbah ke Kairo tak singgah ke Masjid Imam Syafi'i. Imam Syafi'i bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syâfi’ bin al-Sâ’ib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin al-Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay. Nasab Imam Syafi'i bersambung dengan Rasulullah SAW, pada kakek beliau, Abdul Manaf.

Imam Syafi'i  dilahirkan pada 150 Hijriyah atau 767 Masehi., di daerah Gaza, Provinsi ‘Asqalan, Palestina. Beliau terkenal sebagai perumus pertama metodologi hukum Islam (Ushul fiqh), yang belum dikenal pada masa Nabi dan sahabat, baru dikenal  setelah lahir Imam Syafi'i menulis Ar-Risalah.

kambing.jpg

Imam Syafii  adalah seorang mufti besar Islam yang juga pendiri Mazhab Syafi’i.  Mazhab Imam Syafi'i umumnya dianggap sebagai mazhab yang paling konservatif di antara mazhab-mazhab fiqh Sunni lainnya. Dari mazhab ini berbagai ilmu keislaman telah berkembang pesat,  berkat dorongan metodologi hukum Islam dikembangkan para pendukungnya.

Karena metodologinya yang sistematis dan tingginya tingkat ketelitian  Mazhab Imam Syafi'i,  banyak sekali ulama dan penguasa di dunia Islam yang menjadi pendukung setia mazhab ini. Di antara mereka bahkan ada pula yang menjadi pakar terhadap keseluruhan mazhab-mazhab Sunni di bidang mereka masing-masing.

Saat ini, Mazhab Syafi'i diperkirakan diikuti oleh 28% umat Islam sedunia, dan merupakan mazhab terbesar kedua dalam hal jumlah pengikut setelah Mazhab Hanafi.

mesjid.jpg

Imam Syafii  adalah seorang mufti besar Islam yang juga pendiri Mazhab Syafi’i. 

Saat berusia 9 tahun, Imam Syafi’i telah menghafal seluruh ayat Al-Quran dengan lancar. 

Kecerdasannya inilah yang membuat dirinya dalam usia yang sangat muda, 15 tahun telah duduk di kursi Mufti Kota Mekkah. Namun demikian, Imam Syafi’i belum merasa puas menuntut ilmu, karena semakin dalam beliau menekuni suatu ilmu, semakin banyak yang di mengerti.

Setelah lama berdiam di Mekkah, hijrah ke Madinah lalu ke Iraq, dan terakhir ke Mesir, untuk menyalurkan keilmuan yang beliau miliki. 

mesjid1.jpg

Beliau wafat di Kota Al-Qarafah Ash-Shugra Mesir,  setelah mengalami sakit selama beberapa waktu. Wafat pada  Kamis, akhir bulan Rajab  204 Hijriyah bertepatan dengan  820 Masehi, pada usia yang masih muda sekitar 53 tahun.

Beliau meninggalkan karya-karya besar untuk generasi sesudahnya, diantaranya adalah al-Umm dan al-Risâlah. Dan mazhab beliau menjadi mazhab dengan pengikut mayoritas di Indonesia dan negara-negara sekitarnya.

Tak lama setelah ia wafat, masyarakat Mesir membuatkan sebuah makam. Makam Imam Syafi'i mengalami berkali-kali pemugaran. Hingga pada masa Dinasti Ayyubiyah tahun 609 Hijriyah (1212 Masehi), makam Imam Syafi’i dipugar secara besar-besaran dan dibangun pula sebuah kompleks masjid dan dilengkapi dengan sebuah masjid besar berkubah indah yang diberi nama Masjid Imam Syafi'i.

mesjid2.jpg

Di atas masjid ada karikatur berbentuk kapal laut. Disimbolkan kapal tersebut, bahwa Imam Syafi’i ilmunya itu membentang seluas lautan. Beliau juga hebat dalam ilmu bahasa, juga  seorang pensyair, yang kata-katanya hingga sekarang dinukil sebagai kata-kata mutiara hikmah dalam sehari-hari.

Masjid Imam Syafi’i ramaik dikunjungi masyarakat, bahkan para pengunjung dari luar Mesir. 

Namun sayang sekali, jalan untuk menuju masjid tersebut terlihat tidak terawat. Masyarakat yang memelihara domba, menambatkan dombanya begitu saja di jalan-jalan.

Sehingga kotoranya nampak terlihat di sana sini. Seharusnya pemerintah Mesir lebih serius merawat situs sejarah Islam tersebut. Sebagai pengingat  generasi selanjutnya tentang sejarah perkembangan Islam. (*)
 

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda