Gunung Merapi Aktif Meletus

Bandara dan Mal Normal, Belum Ada Obyek Wisata Ditutup

Gunung Merapi aktif lagi. (Foto-Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Perkembangan situasi Gunung Merapi tidak berpengaruh pada aksesabilitas dari dan ke Jogja. Baik yang melalui bandara, stasiun maupun terminal bus. 

"Penerbangan tidak ada penutupan bandara akibat letusan yang terjadi pagi ini. Kereta Api normal. Terminal bus: normal," demikian salah satu poin laporan dari Crisis Center Dinas Pariwisata Sleman ke Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata. 

Dilaporkan pula kondisi Mall/Pasar/Pusat Perbelanjaan yang ada di wilayah Sleman.  Mall di Kabupaten Sleman terpusat keberadaannya di kawasan tengah Kabupaten Sleman. 

"Tidak ada pengurangan kunjungan ke mall/pusat perbelanjaan sebagai akibat langsung erupsi Merapi pada hari ini. Jumlah kunjungan di beberapa mall (Ambarukmo Plaza, Hartono Mall, dan Jogja City Mall) relatif lebih tinggi dibanding hari sebelumnya," tulis laporan itu. 

Mengapa pengunjung mal meningkat?  Menurut Tim Pemantau Dinas Pariwisata hal tersebut sebagai akibat libur peringatan Hari Pancasila dan persiapan lebaran.

Bagaimana perkembangan ekosistem pariwisata pasca letusan Merapi 1 Juni 2018 yang berkaitan dengan hotel dan tempat wisata? 

Mengenai Amenitas, disebutkan bahwa terkait dengan erupsi Merapi, terjadi beberapa cancellation di beberapa hotel yang ada di kawasan Kaliurang. Terutama yang berjarak sampai dengan 5 km dari Merapi. 

merapi.jpg

Namun demikian, hal tersebut tidak terjadi pada hotel yang terletak dekat di kawasan tengah, dan timur Kabupaten Sleman. Kawasan tengah adalah kawasan yang dekat dengan Kota Jogja. Dan hotel yang ada di Kabupaten Sleman, lebih banyak terletak di kawasan tengah dan timur Kabupaten Sleman ini. 

Sedangkan untuk Restoran ada sedikit pengaruh. Jumlah kunjungan di beberapa restoran yang terletak dekat dengan Merapi --radius sampai dengan 3 km-- menurun sampai dengan 50%. Ini data semenjak erupsi tanggal 24 Mei 2018 yang lalu. 

Penurunan terutama selain disebabkan puasa, juga dipengaruhi oleh status Merapi yang dinaikkan menjadi Waspada. Perlu diinformasikan juga bahwa sama halnya dengan hotel, restoran di Kabupaten Sleman paling banyak berada di kawasan tengah dan timur Kabupaten Sleman. 

Secara tegas dikatakan hingga saat ini tidak ada penutupan obyek wisata di wilayah Sleman. Wilayah DIY yang "memiliki" Gunung  Merapi. 

Kepala Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto pun menyebarkan foto turis yang sedang menikmati Jeep Wisata Lava Tour. Turis asing tersebut tampak gembira dengan background Merapi sedang mengepulkan asap. 

"Yang penting tetap waspada tidak perlu panik. Kita ikuti arahan institusi yang berwenang soal Merapi. Terus berdoa semoga Merapi statusnya segera normal kembali," tandas Kus Endarto. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda