Pegiat Bank Sampah Kota Semarang Tak Ingin Jadi Perakit Bom

Bambang Triyanto saat menyampaikan sambutan dalam kunjungannya ke Bank Sampah Griya Sapu Lidi.

COWASJP.COM – Bank Sampah Griya Sapu Lidi kedatangan tamu lagi. Kali ini dari Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang. Sebanyak 25 pengurus Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang melakukan studi tiru ke bank sampah yang punya program "Seribu Losida" ini. Mereka ingin "meniru" program Losida ini untuk Kota Semarang.

"Kami melihat program Losida ini sangat pas untuk mengelola sampah organik rumah tangga di kawasan perkotaan. Seperti di tempat kami, yang tidak punya lahan luas. Karena itulah, kami bersama pengurus paguyuban datang ke sini," tegas Ketua Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang Bambang Triyanto. 

Bambang dan kawan-kawan pun serius dan antusias bertanya seputar Losida. Mulai dari cara membuat, memanfaatkan dan memanen komposnya setelah penuh. Waktu yang semua dijadwalkan hanya sampai pukul 11.30, molor hingga satu jam. 

Para tamu yang semuanya pengelola bank sampah di Kota Semarang, bergantian mengacungkan jari. Bertanya ke narasumber. Kendati, paparan sudah diakhiri. Dengan peragaan langsung pemanfaatan Losida, para tamu langsung paham. Jawaban bisa langsung dipahami.

Mereka juga sangat senang ketika pamit pulang diberi oleh-oleh satu buah Losida yang telah dihias. "Alhamdulillah. Terima kasih. Ini bisa kami jadikan contoh saat membuat Losida sendiri nanti," ujar Ismy, salah satu tamu.

erwan.jpg1.jpgPengurus Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang melakukan studi tiru ke Bank Sampah Griya Sapu Lidi Sleman.

Losida adalah singkatan dari Lodong Sisa Dapur. Sesuai namanya, Losida merupakan teknologi pengolahan sampah organik rumah tangga. Tujuannya menghentikan pengiriman sampah organik rumah tangga ke TPA.

Dengan Losida, tidak ada lagi sampah organik rumah tangga yang dikirim ke TPA. Sampah atau limbah yang dikirim ke TPA pun menjadi nol. Atau seminim mungkin. Kenapa? Ya, karena sampah anorganik sudah dipilah dan dijual ke Bank Sampah atau pengepul. Sedangkan sampah organiknya dikelola juga dengan Losida.

Padahal, jika sampah organik dan anorganik tercampur dan menumpuk di TPA, yang terjadi adalah timbulnya gas metana. Gas metana yang secara akumulatif terkumpul, sangat mudah terbakar. Bahkan meledak. 

Satu kejadian yang tidak boleh dilupakan adalah meledaknya TPA Leuwigajah di Bandung. Akumulasi gas metana yang terhimpun dari sampah organik dan anorganik yang tercampur, membuat gunung sampah (dumpcano) di TPA tersebut meledak. Gunungan sampah pun longsor dan menimbun dua desa di sekitarnya. Setidaknya 147 orang meninggal dalam peristiwa 21 Februari 2005 tersebut.

erwan4.jpgBerfoto dengan membawa Losida.

"Kita tentu tidak ingin tragedi tersebut terulang. Kita tentu tidak ingin menjadi pembunuh. Tidak ingin menjadi perakit bom. Dan salah satu caranya adalah mengolah sampah organik rumah tangga dengan Losida ini," papar Erwan Widyarto.

Selain paparan seputar Losida, Fasilitator Bank Sampah Griya Sapu Lidi ini juga menjelaskan hasil kerajinan olahan sampah (upcycle). Ada dua produk unggulan dari Bank Sampah @griyasapulidirw26 yang lolos kurasi Tim UKM Kerajinan Sampah Jejaring Pengelola Sampah Mandiri @jpsmsehati dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan @dlh_kabsleman.

\Kedua produk kerajinan tersebut adalah Boneka Badut dari tutup botol dan lukisan/kaligrafi dari sachet bungkus/ kemasan. Produk boneka badut pun lantas ditunjukkan kepada tamu dari Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang tadi. Sontak, mereka pun bersahut-sahutan berkomentar dan kemudian memborong semua.

erwan.jpg2.jpg

\"Lucu. Buat oleh-oleh cucu!"
"Eh iya, bisa untuk mainan anak2 PAUD."
"Saya satu dong!"
"Saya yang merah-putih itu!"

\Bersahutan mereka menunjuk boneka badut karya ibu-ibu pengurus Bank Sampah Griya Sapu Lidi Divisi UKM yang mereka minati. Selain Boneka Badut, produk yang lain pun mereka beli. Di antaranya sandal yang terbuat dari tas kresek yang dipilin. 

Selain mengembangkan Losida, kurasi terhadap produk kerajinan sampah ini merupakan satu hal yang juga bisa dilakukan oleh Paguyuban Bank Sampah Kota Semarang. Saling menguatkan ,saling memberi semangat dan kolaborasi merupakan hal positif yang terjadi saat jejaring pengelola bank sampah berjalan baik. (*)

Pewarta : -
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda