Pencetakan Kampung Pala PalaBoo (10)

Loji, Kampung Tematik Terunik di Kota Bogor

Foto: Arif Novantadi/CoWasJP

COWASJP.COM – Boleh jadi, Kelurahan Loji ini merupakan Kampung Tematik yang pertama di Kota Bogor. Selain karena ide yang dimunculkan Arif Novantadi, innovator resep Minuman Relaksasi yang pertama di dunia merek PalaBoo®, juga karena Loji -ternyata- merupakan wahana sejarah kuno Kota Bogor. Kelurahan Loji merupapakan wilayah tanaman pohon pala yang sangat kondang terbesar sejak masa penjajahan Belanda. 

Namun sekitar tahun 1980-an menghilang begitu saja. Pohon-pohon pala ditebangi dengan enteng begitu saja seiring kebutuhan mendirikan bangunan rumah. Di Gang Masjid, misalnya, ternyata bangunan rumah sangat padat. Bahkan, cenderung menjadi daerah slum (catatatan: padat penduduk dengan jalan-jalan kecil). ‘’Pohon pala ditebang karena takut akan menjatuhi rumah,’’ kata Pak Mimit (72 tahun), imam Masjid Nurul Iman.

Meski penebangan pohonnya itu terjadi sebelum dibangun rumah.Itu sebabnya kini catatan sejarah kuno itu kita bangkitkan lagi. Mengapa? Mutlak karena obsesi terjadinya Revolusi Pala ketiga, seperti terjadi saat masa jaya Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 dan masa jaya Nusantara abad ke-16 karena buah pala itu perlu diulang. Masa kejayaan yang mampu menjayakan masyarakat Republik Indonesia pada umumnya. 

‘Kampung Pala’ yang dikemas manajemen CV Loji Laju Inovasi, dengan dukungan Lembaga Amal Zakat Nasional Bank Syariah Mandiri (Laznas-BSM) ini merupakan kampung tematik. Namun, lebih spefisik dengan penanaman pohon pala yang ditargetkan mampu menyumbang devisa negara. Sehingga, skala perencaannya benar-benar ‘go international’. Itu karena berbagai keunggulan dan keistimewaan pohon pala yang masih didominasi Indonesia.

BACA JUGA: Lima Manfaat Utama Relaksasi Minum PalaBoo®

Cara penulisan ‘Kampung Pala’ pun dengan fond huruf yang dirancang pula. Fond yang dipilih jenis Cooper Black, yakni sama dengan fond huruf untuk penulisan PalaBoo®. Juga sama-sama di-‘’kontrol i’’ agar bentuk tulisannya miring. Dirancang demikian karena kelak bakal dijadikan brand ambasaador lokasi tujuan wisata ekosistem yang edukatif. Juga dalam rangka penghijauan wilayah Kota Bogor yang ‘go green’. Menjadi kampong tematik terunik.

Menurut berbagai media massa, Pemerintah Kota Bogor, merancang Kampung Tematik dalam rangka mendorong masyarakat untuk berinovasi dalam menata dan mengembangkan potensi lingkungan tempat tinggalnya. ‘’Kami mendorong masyarakat memanfaatkan kearifan lokal wilayahnya melalui inovasi merancang Kampung Tematik,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati di Kota Bogor,

Pengembangan Kampung Tematik memang mengacu pada program Pemerintah Kota Semarang yang terlebih dahulu membangunnya. Di Kota Semarang, program ini dikembangkan mulai tahun 2016, ada 32 titik lokasi. Tahun 2017 mencapai 80 titik. Diharapkan akan tuntas pada 2019. Kampung tematik ini, menurut Mohammad Cahyo, arsitek perancang yang meriset perihal kampung-kampung di Surabaya, terinspirasi dari Jepang.

Adalah sebuah kota kecil bernama Oita di Jepang Selatan. Pemerintah Kota Oita mencetak program ‘’One Village One Product’’ (OVOP) pada 2001. Artinya ‘’Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan’’. Thailand menjadi Negara berikutnya. Namun, diistilahkan ‘’One Tambon One Product’’ (OTOP). Targetnya mengentas kemiskinan warga. Lalu beruturut-turut menyusul China, Philipina, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia, diawali mantan Gubernur Jawa Timur dengan gerakan ‘’Kembali ke Desa’’.

Dan, sungguh bersyukur. Alhamdulillah akhirnya kian banyak Pembaca yang mulai menyadari pentingnya pohon pala agar tetap berkembang –khusus- di Republik Indonesia. Sejak kali pertama ditemukan di Pulau Ru, Kepulauan Ambon, kemudian diperdagangkan para saudagar Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Hingga kian terkenal mendunia saat diperdagangkan para saudagar Arab pada abad ke-16, Indonesia masih menguasai pangsa pasar dunia pala sampai 93 persen.

Juga Alhamdulillah akhirnya kian banyak Pembaca yang mulai mengenal, menyadari, kemudian secara aktif mengonsumsi buah pala, terutama setelah diolah menjadi Minuman Relaksasi PalaBoo®. Ramuan PalaBoo® sangat berbeda dengan ramuan minuman pala yang lainnya yang sudah ada selama ini. Ramuan PalaBoo® memberikan efek relaksasi tubuh secara maksimal, hingga mampu membangun kesembuhan dan kesehatan tubuh manusia.

Minuman merek lain hanya mengandalkan daging buah pala yang diolah. Lalu diberikan pengawet kimiawi,.meski masih dalam ambang batas yang diperbolehkan. Bahkan, diberikan essence buah pala segala. Jadi, hanya rasa-rasa pala. Sama sekali tidak alamiah. Tentunya malah tidak menyelamatkan kondisi kesehatan konsumennya. (*) 

 

Pewarta :
Editor : Arif Novantadi
Sumber :

Komentar Anda