Tafakur Ramadhan (24)

Kebenaran Al Qur'an dan Keterpurukan Umat

ILUSTRASI: Prof Yoshinori Ohsumi PhD (Foto: suara)

COWASJP.COMALHAMDULILLAH, benar-benar tak terasa, Ramadan sudah memasuki hari ke-24. Segala upaya telah kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri kita – lahir dan batin – dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga semua ibadah yang kita lakukan di bulan suci ini memeroleh ridha Allah. Dan membawa berkah dalam kehidupan nyata: fiddunya wal akhirah.

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah hari-hari yang penuh dengan taburan hikmah Al Qur’an. Tapi, bagi siapakah hikmah yang bertaburan itu? Tentu saja bagi orang-orang yang 'berburu hikmah'. Bagi yang tidak mencari hikmah, tentu nggak mendapat hikmah. Demikian pula, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan. Bagi siapa? Tentu saja bagi yang memohon ampunan-Nya. Yang tidak memohon ampunan ya nggak dapat ampunan. Sebagaimana pula, bulan suci ini adalah bulan yang penuh rahmat dan berkah, bagi siapa saja yang memang berharap rahmat dan berkah-Nya.

Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan, bahwa amal ibadah sangat bergantung kepada niat kita dalam melakukannya. Termasuk semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan ini. Yang di hari-hari terakhir bertaburan dengan hikmah Al Qur’an Al Karim. Sebuah kitab yang tak ada keraguan di dalamnya – dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi (Qs. 2:2) – dan kebenarannya akan terus terbukti ke masa depan – wa la ta’lamunna naba’ahu ba’da hiin (Qs. 38: 88).

Kebenaran Al Qur’an akan terus terbukti, baik oleh umat Islam sendiri maupun oleh umat lain. Bahkan oleh berbagai peristiwa dan kejadian alam, sebagaimana telah diprediksikan oleh kitab suci. Klaim-klaim kebenaran di dalam kitab suci ini memang sedemikian kuat, dan seringkali membelalakkan mata orang-orang yang mengingkari. Tapi itulah Al Qur’an, yang dengan tegas dan lugas menyampaikan kebenaran meskipun ada yang tidak menyukai.

Di akhir-akhir Ramadan begini misalnya, ada berita berseliweran di medsos tentang seorang ilmuwan Jepang – Prof. Yoshinori Ohsumi PhD – yang memeroleh hadiah Nobel akhir tahun lalu dikarenakan menemukan bukti adanya mekanisme autophagy di dalam sel manusia. Menariknya, mekanisme daur ulang yang berfungsi meremajakan kualitas sel-sel tubuh manusia itu – tanpa sengaja – terkait erat dengan manfaat puasa.

Ohsumi menemukan kinerja autophagosome yang berfungsi ‘membersihkan sampah-sampah’ hasil metabolisme di dalam sel-sel yang rusak atas perintah gen autophagy. Bagian-bagian sel yang rusak itu lantas didaur ulang, sehingga bisa digunakan lagi untuk meremajakan sel-sel yang mulai menua, atau bahkan yang rusak dikarenakan serangan virus dan bakteri.

Ringkas kata, penemuan yang diganjar Nobel itu, seperti membuktikan kebenaran sabda Nabi: Shumu tashihu – berpuasalah maka kamu bakal sehat. Juga, firman Allah: “wa antashumu khairulakum inkuntum ta’lamun – sesungguhnya berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Sayangnya selama ini kita tidak mengetahuinya. Dan baru tahu setelah diberitahu oleh berbagai penelitian biologi kesehatan, termasuk oleh Ohsumi. Tentu, sangat pantas, kita berterima kasih kepadanya.

Allah menunjukkan hikmah kebenaran Al Qur’an bisa lewat apa saja dan siapa saja. Tidak harus dari orang Islam sendiri. Karena kebenaran Al Qur’an adalah kebenaran universal. Ketika umat Islam berada di masa kejayaannya, para ilmuwan Islam memberikan banyak bukti tentang kebenaran isi Al Qur’an. Termasuk Nobel untuk Prof. Abdussalam PhD. Tetapi, ketika umat Islam sedang terpuruk dewasa ini, bukan berarti kebenaran Al Qur’an tertutupi. Ia akan tetap bersinar menunjukkan kebenaran informasinya untuk seluruh manusia.

Bahkan, meskipun banyak orang yang tidak menyukai dan berusaha memadamkan cahayanya. "Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan ucapan-ucapan mereka, tapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang ingkar tidak menyukai." [Qs. At Taubah (9): 32]

Maka, PERTANYAAN yang mesti Anda jawab kali ini adalah:

1. Di ayat manakah Allah berfirman bahwa Dia akan menunjuki manusia ke jalan keselamatan, dan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang yang dibawa oleh kitab suci Al Qur’an?

2. Sebutkan sejumlah fenomena alam maupun penemuan ilmiah yang menunjukkan kebenaran informasi Al Qur’an. Sebutkan juga ayatnya.

Selanjutnya, PEMENANG edisi ke-22, berdasar pada jawaban yang masuk di facebook dan Agus Mustofa eLibrary adalah: Ka Tarno

1. Di ayat manakah Allah berfirman bahwa siapa saja yang bertakwa kepada Allah, dan benar-benar mengikuti Al Qur’an, maka Allah akan mengaruniakan rahmat-Nya?

Jawaban: QS Al Hadid : 28 ~ “Hai orang-orang yg beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu...”

2. Bagaimana menurut Anda, apakah umat Islam dewasa ini sudah menjalankan petunjuk Al Qur’an itu dalam rangka rahmatan lil alamin? Apa yang masih harus dilakukan?

Jawaban: Menurut pendapat saya, kebanyakan umat islam dewasa ini belum memaksimalkan fungsi dari Al Qur'an sebagai petunjuk. Al Qur'an hanya digunakan sebagai bacaan saja, kurang dimaknai dan kurang direnungi sehingga mereka tidak mengerti petunjuk yg ada didalam Al Qur'an. Terkadang juga Al Qur'an hanya dijadikan seremonial belaka, dijadikan bacaan pada pernikahan, perlombaan, dan tadarus saja.

Menurut saya yg harus dilakukan adalah perbanyaklah mengkaji Al Qur'an baik itu arabnya maupun artinya. Dengan itu kita akan mengerti pesan apa yang terkandung didalam ayat tersebut, jadi Al Qur'an benar-benar menjadi hudalinnas ( petunjuk untuk manusia ).

Selamat, Anda memeroleh hadiah buku Tasawuf Modern berjudul: "MENJAWAB TUDINGAN KESALAHAN SAINTIFIK AL QUR’AN". Silakan hubungi 0878 5433 5454 untuk alamat pengiriman hadiahnya. Salam.

ADA CUPLIKAN VIDEO & HADIAH BUKU SETIAP HARI:

http://agusmustofa.com

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda