Gelegar Piala Konfederasi 2017

Apa Maksud Joachim Loew Turunkan Pemain Muda?

COWASJP.COM – ockquote>

Oleh-suhunyarrTZFB.jpg

APAKAH manager-coach Der Panzer, Joachim Loew, ingin mengukir sejarah besar sepakbola Jerman? Di abad ke-21 dan di Piala Dunia jilid ke-21 Jerman menjadi tim pertama yang sukses merebut tahta juara beruntun? Juara Piala Dunia 2014 di Brazil, kemudian juara lagi di Piala Dunia 2018 di Rusia. Ekselen!

Tak hanya itu, jika 2018 nanti Jerman kembali juara dunia, maka Jerman menyamai rekor Brazil yang 5 kali juara dunia!

Memang, Piala Dunia 2018 (14 Juni – 15 Juli) masih setahun lagi. Piala Konfederasi FIFA 2017 pun (saat tulisan ini diturunkan) belum dimulai. Tapi entah mengapa, pertanyaan ini telah menyeruak di benak. Seuntai keniscayaan yang mungkin saja sanggup menebas dugaan mission impossible.

Kita tidak mampu meneropong isi hati Joachim Loew. Tapi keinginan kuat seperti itu mungkin saja memenuhi relung hatinya. Apakah keinginan kuat atau ambisi ini yang mendorong Loew menurunkan pemain-pemain mudanya? Agar kualitas pemain cadangan dan inti nyaris sama? Dengan begitu, siapa pun yang diturunkan di Piala Dunia 2018 adalah tim Jerman yang tangguh.

Di Piala Konfederasi 2017 Loew menyimpan pilar-pilar Jerman. Demi Piala Dunia 2018! Jerman datang ke Rusia tanpa Toni Kroos, Thomas Muller, Mesut Oezil, Jerome Boateng, Sami Khedira, Marco Reus, dan Mats Hummels. Leroy Sane, Mario Goetze, dan Manuel Neuer harus absen karena cedera.

Loew memanggil pemain-pemain muda. Di antaranya Julian Draxler, pemain dengan caps terbanyak yakni 28 caps. 

PASUKAN JERMAN 2017

Nomor  Pemain  Posisi  Usia

1 Kevin TRAPP kiper 26 tahun

2 Shkodran MUSTAFI defender 25 tahun

3 Jonas HECTOR defender 27 tahun

4 Matthias GINTER defender 23 tahun

5 Marvin PLATTENHARDT defender 25 tahun

6 Benjamin HENRICHS defender 20 tahun

7 Julian DRAXLER midfielder 23 tahun

8 Leon GORETZKA midfielder 22 tahun

9 Sandro WAGNER forward 29 tahun

10 Kerem DEMIRBAY midfielder 23 tahun

11 Timo WERNER forward 21 tahun 

12 Bernd LENO kiper 25 tahun 

13 Lars STINDL midfielder 28 tahun

14 Emre CAN midfielder 23 tahun

15 Amin YOUNES midfielder 23 tahun 

16 Antonio RUEDIGER defender 24 tahun 

17 Niklas SUELE defender 21 tahun 

18 Joshua KIMMICH defender 22 

19 Leroy SANE midfielder 21 tahun 

20 Julian BRANDT midfielder 21 tahun 

21 Sebastian RUDY midfielder 27 tahun

22 Marc-Andre TER STEGEN kiper 25 tahun

23 Diego DEMME midfielder 25 tahun 

Pelatih: Joachim LÖW (Jerman) 57 tahun

Kalau dirata-ratakan, pemain Jerman rata-rata usia 23,869, dibulatkan 23,87 tahun. Benar-benar tim muda (young guns).

JUARA BERUNTUN ABAD XX

1.Italia di Piala Dunia 1934 dan 1938

2.Brazil di Piala Dunia 1958 dan 1962

Sejak 1962 tidak ada lagi satu tim hebat yang mampu juara beruntun.

JUARA BERUNTUN ABAD XXI

Piala Dunia   Tim Juara

2002   Brazil di final menang 2-0 atas Jerman 

2006  Di final Italia menang adu penalti atas Prancis 1-1 (5-3).

2010   Spanyol di final menang 1-0 atas Belanda 

2014   Di final Jerman menang 1-0 (perpanjangan waktu) atas Argentina

2018   Jerman lagi???

 **

Ambisi Loew sah. Andaikata ambisi (baca: impian besar) Joachim Loew ini benar-benar terwujud, maka dia terbukti dan tak terbantahkan lagi lebih hebat dari pelatih legenda Jerman: Der Kaizer Franz Beckenbauer (Jerman juara Piala Dunia 1990).

loachim1659Vc.jpgJoachim Loew (Foto: istimewa)

Franz Beckenbauer mencatat rekor membawa Jerman – waktu itu masih Jerman Barat – dua kali menembus final Piala Dunia. Di Piala Dunia 1986 Jerman menjadi runner up (Argentina juara). Di Piala Dunia 1990 Jerman juara. Lawannya sama di final, yaitu Argentina (dengan megabintangnya Diego Armando Maradona).

Di Piala Dunia 2014, Joachim Loew dan timnya juga mengalahkan Argentina di final. Kita tentu tidak berani memprediksikan bahwa Jerman bakal menembus final Piala Dunia 2018 di Rusia. Kemudian jumpa Argentina lagi di final. Wong babak kualifikasinya saja belum rampung.

Kalau toh gagal, Loew juga tidak bisa disalahkan. Bagi Loew, yang terpenting dirinya dan timnya sejak dini telah bertekad kuat dan berjuang keras untuk mewujudkan impian besar itu!

Yang jelas, sementara ini, di babak kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa, Jerman berkibar di puncak klasemen Grup C. Peluangnya untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 terbuka lebar. Sebab, jika Jerman berhasil menjuarai Grup C, berarti tiket putaran final sudah berada di tangannya. Tak perlu lagi mengikuti babak play-off (diikuti 8 tim runner up grup). Lihat klasemen sementara Kualifikasi Grup C Zona Eropa di bawah ini:

BABAK 1 ZONA EROPA

GRUP C

1.Jerman  6  6  0  0  27-1  26  18    

2.Irlandia Utara  6  4  1  1  11-2  9  13    

3.Rep. Ceko  6  2  3  1  9-5  4  9    

4.Azerbaijan  6  2  1  3  3-9  -6  7    

5.Norwegia  6  1  1  4  6-10  -4  4    

6.San Marino  6  0  0  6  1-30  -29  0    

HASIL LAGA KUALIFIKASI JERMAN

4 SEP 2016 Norwegia v Jerman 0-3

8 OKT 2016 Jerman v Rep. Ceko 3-0

11 OKT 2016 Jerman v Irlandia Utara 2-0

11 NOV 2016 San Marino v Jerman 0-8

26 MAR 2017 Azerbaijan v Jerman 1-4

10 JUN 2017 Jerman v San Marino 7-0

EMPAT SISA LAGA KUALIFIKASI JERMAN

2 SEP 2017 Rep Ceko v Jerman 02.45 WIB

5 SEP 2017 Jerman v Norwegia 01.45 WIB

6 OKT 2017 Irlandia Utara v Jerman 01.45 WIB

9 OKT 2017 Jerman v Azerbaijan 01.45 WIB

Tampaknya, Jerman berpeluang besar untuk menjuarai Grup C. Menjuarai Grup C inilah sasaran jangka pendek Joachim Loew. Bagaimana peluang Jerman di putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia nanti, tentu kita masih menunggu drawing FIFA. Di grup mana Jerman akan bergabung dan siapa saja calon lawannya. Ini semua baru kita ketahui setelah pelaksanaan drawing

Kita amati saja bagaimana perjalanan Tim Jerman di fase kualifikasi yang sedang berlangsung, dan di Piala Dunia tahun depan. Di sanalah jawaban sebenarnya dari pertanyaan yang menyeruak itu. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda