Melbourne, Jumper AUD$20 Sejak 20 Tahun Silam

Penulis saat berada di Melbourne. (Foto: Munaz Fauwzi/CoWasJP)

COWASJP.COM – ockquote>

O l e h: Munaz Fauwzi Anwar

------------------------------------------

MUNGKIN kita mengira negara kangguru itu akan melakukan perubahan harga selama 20 tahun ini. Kenyataannya mereka berhasil mempertahankan nilai harga barangnya.

Sungguh amazing! Dua puluh tahun silam penulis tinggal di Bendigo selama 6 bulan untuk mengikuti pertukaran pengajar bahasa Indonesia. Sebuah distrik/kecamatan sekitar 80 kilometer dari pusat kota Melbourne.

Setiap 1-2 bulan sekali berkunjung ke  Melbourne untuk anjangsana ramah tamah ke Departemen Pendidikan Victoria. Ketika berkunjung itulah penulis sempatkan mencicil cideramata. Dari kaos kaki $4 sampai jaket $140, pada waktu kurs nilai mata uang masih Rp.2250 untuk AUD$1, kini saat penulis melakukan penanda tanganan hubungan dengan sekolah Australia bernilai Rp. 10.750.,-

Rasanya keberhasilan mempertahankan harga-harga barang tidak terlalu bergeser makin mahal patut diacungi jempol. Betapa tidak harga jumper[jampa: mereka sebut/sebuah jaket kaos tebal hangat, yang waktu itu teman beli AUD$20, kini penulis beli dengan harga yang sama.

Bisa jadi itu kebetulan, tetapi kenyataan lain harga cidera mata masih juga tidak banyak bergerak; kaos oblong AUD$10, kaos kaki AUD$4, topi AUD$10. Meski begitu tidak bisa dipungkiri ada beberapa komoditi yang bergerak naik sesuai dengan perekonomian global. Dulu ada mobil bekas seharga AUD$10.000, kini jadi AUD$12.000 hingga $17.000.

Kenyataan perekonomian sulit memang  juga nampak pada harga makanan yang melangit; seporsi nasi goreng bisa AUD$30, kebab AUD$3-5. Enaknya jika makan bawa bontot ke sekolah atau ke kantor, kalau mau hot dog atau burger bisa beli AUD$6. Itu yang membuat gamang kita ke negeri orang tanpa kantong tebal.

Apalagi kalau mau tinggal di hotel bisa sampai AUD$425 semalam ukuran sedang, dan masuk museum atau naik tower AUD$20. Kota dengan hanya 7 juta penduduk itu kini banyak berubah ketenangannya. Ada beberapa gelandangan di tengah kota serta pemabuk jalanan. Gedung pencakar langit tumbuh dengan pesat beserta penghuninya.

Di sektor layanan pariwisata sungguh amat mengesankan. Hampir setiap saat selalu ada perjalanan keliling kota dengan tarif sekitar $10 untuk pembelian tiket kereta tram selama dua hari. Ada juga layanan gratis keliling kota dengan waktu tertentu, pukul 18.00 waktu setempat sudah tidak berjalan. Rata-rata kereta berbayar mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 09.00 malam.

Sedangkan layanan ke tempat wisata luar kota dengan satu atau dua tujuan kita ditarik ongkos$ 165 untuk dewasa  dan $85 untuk anak-anak.  Tujuan wisata menarik seperti Taman Indah di Sovereign Hill, Atraksi parade penguin, Sarang Burung gunung berbatu Grandpians Park, Petualang gunung salju Mt. Buller, Wisata Pantai dengan bukit Kapur Twelve Apostles. 

Nampaknya perubahan musim bersahabat di saat  matahari muncul, jika hari biasa dengan suhu 17 derajat sangat menyenangkan. Musim dingin mencapai suhu dibawah nol derajat, bahkan saat ini salju turun di Melbourne pada musim dingin bulan Juni-September. Padahal sebelumnya tidak terjadi salju turun meski hanya tipis tipis. Cuaca inilah yang membuat warga Melbourne masih berani melakukan aktifitas selama 24 jam pada saat musim dingin. Kala penulis berada di tengah kota suhu bisa mencapai 8 derajat Celcius.

Sebagai salah satu negara penjual konsep pendidikan, Australia memberikan layanan istimewa kepada warganya maupun warga asing yang berminat mengangsu pendidikan  model negara Kangguru itu.

Bahkan beberapa warga Indonesia banyak memperoleh beasiswa serta tinggal disana hanya untuk mengais sesuap nasi. Keyakinan akan keamanan terlihat dengan adanya kehidupan warganya secara penuh 24 jam. Polisi pun memberikan layanan  sudden call/crime call 911 sehari semalam tanpa henti. Kita tiru keamanan dan kenyamanan menjaga perekonomian tetap stabil. (*)

 

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda