Ketum PSSI Tidak Boleh Nyambi

Menko Polhukam, Jenderal TNI, (Purn) Wiranto. (Foto: klikkabar)

COWASJP.COM – ockquote>

O l e h: Bambang Indra Kusuma

----------------------------------------------

MENKO Polhukam, Jenderal TNI, (Purn) Wiranto menegaskan,Ketua Umum PSSI  mendatang tidak boleh  dipangku atau diisi oleh orang yang hanya sekedar nyambi. Seorang Ketua Umum harus fokus dalam menjalankan amanah yang diberikan pemilik suara.

“PSSI itu adalah organisasi yang lebih tua dari negara ini. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang tidak nyambi. Artinya, orang yang bisa fokus untuk mengurusnya,” ujar Wiranto dalam acara santai dan makan malam dengan beberapa wartawan sepakbola senior serta  dihadiri juga Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Muldoko , Rabu (12/10) malam di sebuah Hotel Berbintang di Jakarta.

Wiranto yang pernah memimpin tiga cabang olahraga dan mencapai sukses , yakni, PB. Forki (karate), PB. Taek Kwondo, Gabsi (bridge), menegaskan bahwa PSSI ke depan harus dipimpin oleh orang yang sungguh-sungguh telah teruji. “Banyak jendral di TNI, tapi hanya sedikit yang bisa jadi Panglima TNI. Dan setiap panglima itu jelas sudah teruji. Nah, PSSI yang besar itu harus dipimpin oleh orang yang sudah teruji!” ujarnya.

Selain itu, Wiranto yang ternyata sangat paham dan pernah melakukan penelitian soal sepakbola berberapa waktu lalu, menambahkan bahwa ia percaya jika PSSI dipimpin oleh orang yang teruji, maka hasil maksimal akan bisa dicapai. Dan terpenting, orang yang telah teruji tidak temperamen, sejuk dan bisa menyelesaikan masalah dengan baik. “Orang yang telah teruji itu pasti bisa sungguh-sungguh menyelesaikan persoalan dengan baik,” tambahnya.

kongres-cowasgDsue.jpg

Kongres PSSI 2016. (Foto:okezone bola)

Ketika ditanya, apakah dengan begitu Wiranto mendukung  Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum  PSSI, mantan Panglima TNI itu untuk tersenyum. “Saya tidak kemana-mana. Saya ada di sini bersama Pak Moeldoko,”tegas Wiranto.

Di samping itu, Wiranto juga menepis rumor yang mengatakan bahwa Jokowi hanya atau telah mendukung salah satu calon. “Itu tidak mungkin. Presiden pasti netral dan pasti memberikan dukungan pada siapa pun. Begitulah sifat kenegarawanan seorang Presiden,” tambah  Wiranto.

Menurut Wiranto,  jika PSSI mau sungguh-sungguh maju, maka voter harus mau menggunakan nalar. “Artinya, mereka harus benar-benar bisa memilih orang yang sudah teruji.”

PSSI Mendengar

Sementara itu, Moeldoko sendiri yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, mengatakan jika dirinya terpilih, maka program utamanya adalah mendengar. “Saya ingin mendengar, ya PSSI harus banyak mendengar,” ujar Moeldoko.

Untuk membuat PSSI maju, maka PSSI harus banyak mendengar. Potensi untuk maju, sangat besar. “Dan yang utama, PSSI kedepan harus mampu berkomunikasi dengan pemerintah dengan baik,”  katanya lagi. Tidak akan ada lagi persinggungan yang  menghambat sepakbola kita dan suka atau tidak mengganggu juga perekomian rakyat. “Kita harus maju bersama-sama,”tegasnya.

Ngobrol santai  berjalan sekitar dua jam itu, dihadiri oleh Sumohadi Marsis, Tommy Welly, M. Nigara, Dali Tahir, Sefdin, Togar Manahan Nero, Fritz Simanjuntak, Anton Sanjoyo, Leonard, dan Eddy Lahenko. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda