Minggu 25 September Pukul 18:59:48

Jatim Luar Biasa Gusur DKI Lagi

Ketua II KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid (tengah) bersama atlet silat Jatim yang sukses merealisasikan target rebut 3 medali emas. (Foto: kanalsatu)

COWASJP.COM – ockquote>

O l e h: Slamet Oerip Prihadi

---------------------------------------

TAK perlu menunggu sehari. Hanya dalam hitungan jam Kontingen Jatim berhasil kembali menggusur Kontingen DKI Jakarta dari peringkat 2 Klasemen Periolehan Medali PON XIX Jabar 2016. Jatim pancen (memang) luar biasa! 

Lupakan saja kejayaan tuan rumah Jabar di puncak klasemen perolehan medali, Wong mereka sejak kemarin, Sabtu 24 September 2016, sudah memastikan diri merabut tahta juara umum PON Edisi XIX. Yang lebih mengasyikkan untuk dicermati adalah pertarungan ekstra ketat Jatim dan DKI Jakarta!

Inilah data saling gusurnya:

Minggu 25 September 2016

Pukul 12:53:29

1.Jabar   149  87  104  340

2(3).DKI Jakarta   91  88  82  261

3(2). Jatim   86  92  75  253  

Pukul 18:59:48

1.Jabar   166  93  107  366

2(3).Jatim   99  98  81  278

3(2).DKI Jakarta   94  92  85  271    

**

Sangat mungkin saling gusur masih akan terjadi sampai penhujung PON XIX Jabar 29 September 2016. Fenomena ini, paling tidak menunjukkan bahwa pusat kekuatan olahraga Indonesia sudah tidak tersentralisasi di ibukota negara (DKI Jakarta) saja. Kini, Jabar dan Jatim pun menjadi pusat kekuatan yang hebat.

Sayangnya, ketiga pusat kekuatan olahraga nasional itu sampai sekarang belum berhasil melahirkan atlet-atlet hebat level Asia. Barometernya, selama Indonesia belum bisa merebut kembali tahta juara umum SEA Games, maka selama itu pula Jabar, Jatim, DKI dan seluruh provinsi di Indonesia gagal kualitas. 

Seluruh provinsi di Indonesia seharusnya berlomba-lomba melahirkan atlet-atlet level Asia!!! Inilah target paling mulia seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga Indonesia. Bukan cuma berpuas diri jadi juara umum PON. Buat apa juara umum PON kalau Indonesia tetap terseok di pentas SEA Games? Buat apa?

PON seharusnya ditransformasikan menjadi arena para bintang Asia Asia Tenggara dan Asia U-25 (di bawah usia 25 tahun). Gelar juara umumnya pun harus dirombak total! 

USULAN GELAR PROGRESIF

(Yang go internasional):

1.Provinsi yang merebut medali terbanyak diposisikan sebagai juara umum nasional.  

2.Provinsi yang terbanyak mengorbitkan atlet-atlet kelas Asia Tenggara dan Asia – ditandai dengan sukses atlet menyamai, apalagi memecahkan, rekor Asia Tenggara, berhak menduduki tahta JUARA

UMUM LEVEL INTERNASIONAL.

Kalau kita padankan dengan hadiah uang, maka juara umum nasional hanya mendapat hadiah Rp 10 miliar. Juara umum level internasional hadiahnya Rp 100 miliar.

Misalnya yang paling banyak melahirkan atlet kelas Asia Tenggara dan Asia adalah Papua, maka Papua lah yang berhak mendapatkan hadiah luar biasa Rp 100 miliar itu. Walaupun, dalam klasemen perolehan medali Papua hanya mendapatkan 15 medali emas misalnya, Jabar 250 medali emas, Jatim 130 medali emas, DKI Jakarta 129 medali emas.

Rasanya cara inilah yang terbaik mendorong sehebat-hebatnya lomba perjuangan melahirkan atlet-atlet kelas Asia. Salah satu yang saat ini patut kita hargai adalah sukses Kalimantan Utara mengorbitkan atlet cewek yang masih duduk di bangku SMP yang sukses memecahkan rekor Elsa Manora Nasution.

Adalah Angel Gabriel Yus yang tiba-tiba menjadi buah bibir di ajang PON XIX 2016 Jabar setelah memecahkan rekor gaya kupu-kupu 100 meter, di arena renang UPI, Bandung, Kamis 15 September lalu.Rekor Elsa Manora Nasution tersebut bertahan selama 20 tahun. Baru sekarang dipecahkan oleh Angel.

Bina Angel dengan perjuangan keras dan upaya sehebat-hebatnya agar 3 atau 4 tahun lagi Angel berhasil merebut medali emas SEA Games dan Asian Games. Curahkan dana dan pemikiran ke satu titik itu. Begitu pula jika kita mendapatkan atlet lain yang berpotensi level Asia. 

So, pembinaan atlet Indonesia harus semakin selektif! Jangan ada lagi dana terbuang sia-sia untuk yang tidak berpotensi emas Asia Tenggara dan Asia.

Kebiasaan buruk yang lain yang menjadi menghambat perjuangan melahirkan atlet level Asia adalah kesukaan para pembina olahraga di daerah untuk memperbanyak cabor dan nomor lomba. Tujuannya semata-mata hanya untuk memperbanyak perolehan medali emas. Bukan memperbanyak jumlah atlet kelas Asia! Dan, ini yang sangat memprihatinkan, KONI membiarkan saja. 

Begitu banyak dana terbuang sia-sia – mungkin puluhan miliar rupiah – hanya untuk meladeni cabor dan nomor lomba termasuk biaya TC para atletnya yang tidak berkelas Asia. Lebih baik perhebat pembinaan cabor panahan, renang, bulutangkis, tenis meja, judo, angkat besi misalnya yang berpotensi merebut medali emas SEA Games dan Asian Games. KONI dan staf Kemenpora lah  yang lebih tahu. Konsentrasikan dana ke sana!

Rangkul para veteran olahraga Indonesia yang dulu sukses merebut medali emas Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Sumbangsih mereka sangat diperlukan. Berikan honor yang besar kepada mereka untuk ikut berjuang melahirkan generasi muda atlet Indonesia kelas dunia!

Pangkas habis semua anggaran pemerintah untuk cabor yang tidak perlu dan tidak menjanjikan.

Pemerintah RI bertanggung jawab penuh untuk ikut serta dalam perjuangan akbar ini! Pemerintah yang selama ini hanya menuntut, sekarang wajib berbuat yang terbaik. Mendukung penuh, tapi tanpa intervensi.*

KLASEMEN MEDALI PON 25 SEP

Minggu 25 September pukul 18:59:48

PAPAN ATAS

1.Jabar   166  93  107  366

2(3).Jatim   99  98  81  278

3(2).DKI Jakarta   94  92  85  271

4.Jateng   18  33  51  102

5.Sumut   14  12  23  49

6.Papua   13  10  20  43

7.Riau   12  21  16  49

8.Bali   12  15  25  52

9.Kaltim   9  20  39  68

10.DI Yogyakarta   8  11  16  35

11.Sulsel   7  16  14  37

PAPAN TENGAH

12.Sumbar   7  9  11  27

13.Banten   7  7  18  32

14.Kalsel   7  6  8  21

15.Sumsel   5  6  11  22

16.Sultra   5  2  3  10

17.NTB   4  4  9  17

18.Maluku   4  1  4  9

19.Lampung   3  4  6  13

20.Aceh   3  3  2  8

21.Jambi   2  6  14  22

22.Kalteng   2  3  3  8

PAPAN BAWAH

23.Kaltara   2  0  2  4

24.Gorontalo   2  0  0  2

25.Kep. Babel   1  5  4  10

26.Kalbar   1  3  5  9

27.Sulteng   1  2  4  7

28.Sulut   1  0  2  3

29.Kep. Riau   0  3  4  7

30.Papua Barat   0  1  5  6

31.Bengkulu   0  1  1  2

32.NTT    0  1  0  1

33.Sulbar   0  0  1  1

BELUM MENDAPAT MEDALI

34.Maluku Utara   0  0  0  0

 TOTAL MEDALI  509  488  594  1591

Sumber: pon-peparnas2016jabar

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda