Permintaan Sekaligus Warning FIFA untuk Menpora

Foto dan ilustrasi: CoWasJP.com

COWASJP.COMPERTEMUAN dua wakil Indonesia, yaitu Ketua KOI (Komite Olimpiade Indonesia) Erick Tohir dan Ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, Selasa 26 April 2016, membuahkan hasil positif. FIFA telah menunjukkan cara terbaik agar sanksi FIFA terhadap sepakbola Indonesia bisa segera dicabut.

FIFA menyarankan PSSI untuk segera menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) sebagai jalan keluar permasalahan sepakbola Indonesua. Untuk itu, FIFA akan membentuk Komite Independen yang menggelar KLB PSSI tersebut.

erick-tohir-dan-agum-gumera-dan-presiden-fifaceritasepakbolajpg3Gl8e.jpg

Dari kiri, Erick Tohir, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar. (Foto: Liputan6)

Telah kita ketahui bahwa Indonesia terkena sanksi FIFA sejak 30 Mei 2015. Sanksi dijatuhkan akibat intervensi pemerintah yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan membekukan PSSI pada 17 April 2015.

Kabar teranyar ini tentu sangat menggembirakan, tapi perlu disertai sikap wait and see. Jangan-jangan peristiwa Rabu sore 24 Februari 2016 terulang. Waktu itu diberitakan Presiden RI Joko Widodo memberi batas waktu 24 jam kepada Menpora untuk mengkaji pencabutan pembekuan PSSI, tapi apa yang terjadi?

Menpora mengajukan tiga syarat:

1. Kerja sama dan koordinasi konstruktif Pemerintah dan PSSI.

2. Transparansi kinerja PSSI.

3. Segera menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI.

kantor-pSSIdok-timesindonesiawRfIM.jpg

Suasana kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Hasilnya, sampai sekarang SK Pembekuan tidak dicabut juga.

****

Sekarang pun Menpora kembali mengajukan syarat. Seperti yang dituliskan DetikSport, Menpora Imam Nahrawi mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan surat dari FIFA untuk segera menggelar KLB. Namun, Menpora menekankan bahwa nantinya KLB PSSI harus menekankan empat hal:

1. Mengubah status hukum dari bentuk perkumpulan saat ini menjadi perusahaan seperti keberhasilan federasi sepakbola di Australia. 

2. Dimasukkannya pasal kepemilikan saham bagi komunitas supporter dalam klub.

3. Memasukan perubahan nama federasi tapi dengan mempertimbangkan aspek kesejarahan PSSI 

4. Memilih personalia yang memiliki visi reformasi total.

FIFA dikatakan akan membentuk komite independen untuk menggelar KLB PSSI yang ditargetkan bisa digelar dalam tiga bulan ke depan. Jadi paling lambat Agustus 2016.

Siapa saja unsur di dalam komite independen? "Nanti FIFA dan AFC yang bentuk, siapa saja unsurnya nanti kami tanyakan ke Pak Erick setelah beliau pulang ke Indonesia. Tapi yang jelas respon FIFA terhadap kehadiran pemerintah lebih terbuka dan lebih baik dari periode kemarin," kata Menpora. 

Selain merekomendasikan KLB PSSI, FIFA juga meminta pemerintah RI untuk mengevaluasi Surat Keputusan Pembekuan terhadap PSSI. 

"Ya, tapi sambil menunggu delegasi pemerintah kembali dari Zurich, Insya Allah sebelum kongres FIFA di Meksiko kita akan mengumumkan kembali," kata Imam saat ditanya soal pencabutan pembekuan PSSI. 

Jawaban dan janji inilah yang membuat sikap kita mesti kembali wait and see. Tapi kita juga berupaya tetap berpikiran positif. Mudah-mudahan kali ini tidak mengecewakan. 

Semoga SK Pembekuan PSSI dicabut sebelum Kongres Biasa (Tahunan) FIFA ke-66 di Mexico City, Mexico, Kamis 12 dan Jumat 13 Mei 2016. 

HARUS CEPAT

Tentu ratusan juta pecinta sepakbola Indonesia kali ini sangat berharap Pemerintah RI bertindak cepat menyelamatkan Sepakbola Merah-Putih. Tidak lamban dan mengulur-ulur waktu lagi dengan berbagai dalih.

Kali ini Pemerintah RI mau tidak mau harus bertindak cepat! Mengapa? Andaikata sampai menjelang Kongres Biasa FIFA 12-13 Mei di Mexico Pemerintah RI belum melepaskan intervensi yang dilakukan (mencabut SK Pembekuan), FIFA akan menaikkan level skors. Dari semula yang “hanya” keputusan Komite Eksekutif (Exco) FIFA menjadi keputusan Kongres. 

Apabila skors disahkan dalam kongres biasa tersebut, maka peluang Indonesia untuk bisa terlepas dari sanksi FIFA baru bisa terjadi di Kongres Biasa FIFA ke-67 di Kuala Lumpur, Malaysia, 11-12 Mei 2017. 

FIFAtribunnewspj3U.jpg

Foto: tirbunnews

Berarti dua tahun sepakbola Indonesia harus dikucilkan dari perhelatan sepakbola internasional. Mulai dari SEA Games, Asian Games, Olimpiade, Piala AFF, Piala Asia, Piala Dunia, AFC Cup Antarklub, dan AFC Champions Legue Antarklub. Remuk!

Namun, Menpora mengatakan bahwa saran yang diberikan oleh FIFA terkonfirmasi dengan baik. Ia meyakini tidak akan terjadi perbedaan pernyataan seperti saat pembentukan Tim Kecil dengan Komite Ad-Hoc pada Februari lalu. 

"Tidak, kalau hari ini serba terkonfirmasi karena FIFA menerima delegasi dari pemerintah. Artinya apa yang dikerjakan FIFA, AFC, dan pemerintah ada niat yang sama."

Namun, Imam Nahrowi menegaskan dengan dicabutkan SK Pembekuan tidak berarti pemerintah akan sepenuhnya lepas tangan terhadap urusan PSSI.  "Tidak. Bahkan ada rencana peraturan menteri (yang akan dikeluarkan) yang menjadi pintu masuk untuk melihat olahraga profesional lebih detil lagi. Apalagi BOPI masih eksis. Kami masih kawal," ujarnya. 

Tim Transisi pun dipastikan Imam saat ini masih terus berjalan. Hanya jika federasi sepakbola yang baru sudah terbentuk maka Tim Transisi otomatis berhenti tugasnya. 

KESIMPULANNYA: Permintaan FIFA secara resmi kepada Pemerintah RI 26 April 2016 sekaligus merupakan warning. Jika Pemerintah RI tidak cepat menyelesaikan permasalahan besar sepakbola Indonesia, maka skors baru bisa dicabut Mei 2017 di Kuala Lumpur. Semoga kali ini semua pihak mengusung spirit yang sama. Selamatkan sepakbola Indonesia secepat-cepatnya. Seperti janji Presiden Jokowi. **

AGENDA KONGRES FIFA 12-13 MEI 2016

1. Pembukaan

2. Absen negara anggota

3. Persetujuan pemeriksa 

4. SKORS DAN PEMECATAN NEGARA ANGGOTA 

5. Persetujuan agenda

6. Pemeriksaan terakhir oleh lima negara anggota

7. Pengesahan voters

8. Pidato Pembukaan Presiden FIFA

9. Laporan aktivitas 2015 dan rencana 2016

10. Laporan keuangan 

11. Pembahasan isu strategis, kebijakan politik olahraga, dan pembaruan keputusan kongres 2015

12. Pemilihan atau pemberhentian anggota badan peradilan, Komite Audit dan Kepatuhan, serta Komite Tata Kelola Organisasi

13. Pengambilan suara untuk proposal amandemen Statuta FIFA, Peraturan Pengelolaan Organisasi, Penetapan Statuta dan Tata Tertib Kongres14. Pembahasan proposal yang diajukan negara anggota dan Exco.

15. Penetapan calon anggota FIFA, Kosovo, diterima atau ditolak

16. Penetapan kongres berikutnya, Kongres 67 di Kuala Lumpur 11-12 Mei 2017 dan Kongres 68 di Moskow 12-13 Juni 2018

17. Pidato Penutupan Presiden FIFA

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda