Anak Bunuh Ayah lewat Pembunuh Bayaran

Dua tersangka kasus pembunuhan juragan mainan dan sembako dihadirkan di konferensi pers Mapolres Pemalang, Jumat (8/12/2023). (FOTO: Robby Bernardi/detikJateng)

COWASJP.COMPembunuhan ini sadis. MB, 20, kesal ke ayahnya, Muhammad Aldar, 60, karena permintaan MB belum dipenuhi. Muncullah teman yang tetangga MB inisial AN, 22, utang Rp 1,5 juta. Langsung diberi. Syaratnya AN membunuh Aldar. Bonusnya boleh menjarah semua harta, plus Rp 10 juta.

***

KORBAN tidur pulas di rumahnya di kompleks Perumahan Puri Asri, Desa Purwosari, RT 1 RW 21, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jateng. Selasa, 28 November 2023.

Pelaku AN masuk rumah korban Rabu, 29 November 2023 sekitar pukul 03.00 WIB. Rumah itu termegah banding sekitarnya. Aldar pemilik toko sembako dan mainan, serta punya beberapa rumah kontrakan di sekitar situ.

Aldar tinggal sendirian di situ. Isteri dan dua anaknya tinggal di rumah Aldar yang lain, masih di wilayah Comal. Anak pertama perempuan, anak ke dua, ya MB itu. Tapi anak-isterinya hampir tiap hari bertandang ke situ menemui Aldar.

Pelaku AN masuk rumah dua lantai itu melalui petunjuk MB yang masa kecilnya dibesarkan di rumah itu. Caranya, memanjat pagar besi halaman depan. Masuk ke samping rumah menuju belakang. Di belakang ada tangga besi melingkar menuju lantai dua. 

Nah, pintu di lantai dua bagian belakang sengaja tidak dikunci oleh MB, memberi akses AN masuk. Setelah AN masuk dari pintu itu, langsung turun tangga di dalam rumah. Menuju kamar Aldar. 

AN mengenakan sarung tangan dan penutup wajah hitam (buff). Dengan pisau panjang dibawa dari rumah. AN mengenakan buff, karena ia tetangga Aldar. Mungkin, ia mengantisipasi, seandainya pembunuhan gagal, korban tidak mengenali wajah pelaku.

Di dalam kamar, Aldar tidur pulas. AN menusuk dadanya. Aldar menjerit kesakitan, tapi mulutnya langsung dibekap pelaku. Aldar bangkit berusaha melawan. Pelaku segera menikam leher Aldar. Dua tusukan masuk ke leher kiri.

Darah menyebur ke mana-mana. Aldar tumbang. Hasil pemeriksaan di RS, urat nadi leher Aldar putus. Meninggal di tempat kejadian.

Pelaku keluar kamar, menuju kamar lain. Di lemari ia mengambil uang Rp 3 juta dalam kotak. Lalu ia menuju motor di garasi. Membuka bagasi motor, ada dompet Aldar isi Rp 400 ribu. Uangnya diambil.

AN bergerak tepat sasaran, sebab sebelumnya diberi petunjuk MB. Terakhir, ia menuju kamar mandi. Membasuh darah di sekujur tubuh, juga mencuci sarung tangan dan buff. Akhirnya kabur.

Kapolres Pemalang, AKBP Yovan Fatika Aprilaya di konferensi pers di Mapolres Pemalang, Jumat (8/12_ mengatakan: tersangka AN pegang kunci motor, tapi tidak mencuri motor. “Alasan tersangka, hari sudah jelang pagi. Khawatir mencurigakan tetangga.”

Jadi, pembunuh Aldar mendapat Rp 4,9 juta untuk pembunuhan itu. Sisanya, janji MB Rp 10 juta belum dibayar, keburu NA ditangkap polisi. 

AKBP Yovan: “Awalnya, kami menangkap AN sebagai pelaku tunggal perampokan. Setelah pemeriksaan intensif, tersangka mengaku, ia tidak niat merampok melainkan membunuh korban, atas suruhan anak korban.”

Mayat Aldar ditemukan anak pertamanya, perempuan, saat menjenguk pada Rabu (29/11) siang. Dia histeris melihat Aldar belepotan darah. Lantas, dia lari keluar rumah. Menuju ke rumah paman (kakak Aldar) bernama Nasir, 70, yang tinggal tak jauh dari situ.

Dia dan Nasir kembali ke TKP, memeriksa kondisi Aldar yang sudah tidak bergerak sama sekali. Mereka lapor polisi.

Dalam tahanan polisi, MB mengaku ke penyidik, ada keterlibatan keluarga dalam rencana pembunuhan itu. Tapi penyidik belum mengungkap detil itu.

AKBP Yovan: “Itu baru pengakuan tersangka. Masih kami dalami. Anggota keluarga korban, selain tersangka MB, masih kami periksa sebagai saksi.”

Ada satu fakta menarik yang diakui tersangka AN dan dibenarkan MB, bahwa sebelum eksekusi pembunuhan MB berpesan ke AN: “Kamu boleh mengambil semua harta bapakku. Kecuali HP.”

Hal ini didalami polisi. Mengapa begitu?

Yovan: “Tersangka MB mengaku, HP Aldar akan dijadikan MB sebagai penanda bahwa ayahnya sudah dibunuh AN. Setelah AN membunuh Aldar, ia mengirim pesan singkat ke MB, bahwa tugas sudah beres. Lalu tersangka MB menelepon HP bapaknya (mereka tidak tinggal serumah), tidak diangkat. Tanda bahwa bapaknya sudah dibunuh.”

Dua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Juga dijerat pasal berlapis, Pasal 365 KUHP, pencurian dengan kekerasan. Untuk pembunuhan berencana, ancaman hukuman mati.

Dari kronologi itu, MB sungguh-sungguh berniat membunuh ayahnya. Dengan perencanaan rinci, termasuk memberi akses masuk rumah korban kepada pembunuh.

Mengapa anak bisa sekejam itu terhadap ayahnya? MB begitu benci pada sang ayah. Sampai memberi akses pembunuhan/

Polisi belum mengungkap, apa permintaan MB yang belum dipenuhi Muhammad Aldar? Sangat mungkin permintaan itu bukan harta. Sebab, MB mengizinkan AN merampok harta Aldar, bahkan dijanjikan diberi bonus Rp 10 juta.

Psikolog Forensik, Dr Joni E. Johnston dari California, Amerika Serikat (AS) menulis di Psychology Today, 17 Mei 2022, bertajuk: What Kind of Son Kills His Dad?, menjelaskan, kebanyakan remaja laki membunuh ayahnya, karena ada sesuatu yang sangat menyakitkan remaja itu akibat perilaku ayahnya.

Di situ Johnston tidak mengulas kesalahan anak, kecuali anak laki gila (Skizofrenia). Misal, mengaku mendengar suara Tuhan agar membunuh ayah.

Johnston: “Berkali-kali, saya melihat anak mati-matian bergantung pada perhatian atau cinta orang tua. Saya tidak tahu apakah itu naluri bertahan hidup atau sesuatu yang lain, tetapi ikatan antara anak dan orang tua sulit diputuskan, tidak peduli seberapa tidak pantas perbuatan orang tua padanya.”

Dia jarang menemui hal sebaliknya. Sebab, di AS pun tabu buat anak yang melawan orang tua. Ini bersifat universal. Melampaui semua agama, ras, dan budaya. 

Pembunuhan anak laki terhadap orang tua, tercatat 2 persen dari seluruh pembunuhan di AS sepanjang 2017. Saat itu ada 15.129 korban pembunuhan. Di antaranya,  169 orang adalah ibu, dan 186 orang adalah ayah yang dibunuh anak laki mereka.

Anak laki lebih mungkin melakukan pembunuhan dibandingkan anak perempuan. Anak laki cenderung mengincar ayah.

Dia mengambil contoh kasus James Edward Riley, 46 yang membunuh ayahnya, Edward Riley, 70, pada Jumat, 5 Maret 2021. Riley sudah dihukum seumur hidup. Tapi, ia dulu waktu kecil sering disiksa ayahnya, yang mengajari disiplin.

Di kasus Comal, ada keganjilan, Aldar pilih tinggal di rumah sendiri, sedangkan isteri dan dua anaknya tinggal di rumah yang lain. Bagi warga desa yang tradisional, itu jarang. Soal ini tentu bukan tugas polisi mengungkap. Ini tugas ilmuwan kriminologi. 

Betapa pun kesalahan Aldar sebagai ortu, tidak mengurangi kadar kesalahan MB membunuhnya. Pembunuhan kejahatan paling keji. Apalagi terhadap ortu. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda