Open House Gaya Baru

Open house dengan perantara Webinar jika situasi ancaman Covid-19 belum redam. (FOTO: Facebook)

COWASJP.COM – Setiap Lebaran, Presiden RI menerima kunjungan warga untuk halal bihalal. Istana yang biasanya tertutup hari itu dibuka untuk umum. Acara itu biasa disebut open house.

Saya tidak tahu persis sejak kapan open house dimulai. Yang pasti, open house sudah menjadi tradisi. Tidak hanya presiden yang melakukan. Semua pejabat juga menyelenggarakan.

Saya sedang membayang-bayangkan: Seperti apa kira-kira openhouse para pejabat mulai presiden, menteri, wakil menteri, Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD, gubernur, bupati dan walikota tahun ini, mengingat masa waspada COVID-19 baru akan usai pada 29 Mei 2020. Sedangkan Lebaran diperkirakan jatuh lima hari sebelumnya.

Apakah warga masyarakat akan melakukan video call dengan Pak Presiden menggunakan Whatsapp video call? Rasanya tidak banyak warga biasa yang punya nomor Presiden. 

Pak Presiden mungkin juga sulit melayani. Tidak mungkin dari pagi hingga malam hanya sibuk menjawab video call.

Atau mungkin Pak Presiden tampil di stasiun TV untuk mengucapkan selamat Idul Fitri? Konsep komunikasi ini sudah kuno karena sifatnya komunikasi searah. Open house itu dibuat sebagai media komunikasi dua arah. 

Atau mungkin menggunakan platform webinar? Nah, ini lebih masuk akal, karena webinar bisa menghubungkan hingga 10.000 orang. Domisilinya tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

Apakah tidak akan ribut berdialog dengan 10.000 orang? Itulah bedanya platform webinar dengan platform meeting. Dalam webinar, hanya yang diberi akses berbicara yang bisa ngomong. Admin yang mengaturnya secara bergantian. 

Atau dibuat beberapa webinar room secara bersamaan. Room 1 untuk diaspora, yakni masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Room 2 untuk kalangan birokrat dari pusat hingga daerah. Room 3 untuk masyarakat luas. 

Setiap room punya jadwal sendiri-sendiri. Misalnya, room 1 dari pukul 09:00 - 12:00. Room 2 dari pukul 14:00 - 16:00. Room 3 dibuka pada hari kedua, dari pukul 09:00 - 12:00.

Bagaimana dengan masyarakat yang tidak kebagian user webinar? Masyarakat bisa mengikuti dan berinteraksi melalui siaran langsung di media sosial seperti Facebook dan Youtube. 

Disrupsi teknologi tidak menghilangkan tradisi. Hanya caranya yang berganti.(*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda