Sukses Gelar Bromo KOM, Azrul Kian Moncer

Foto-Foto: MainSepeda.com

COWASJP.COM – Azrul Ananda kian moncer saja. Tidak lagi di Jawa Pos, bukan malah meredup. Namanya tetap berkibar.

AzA, begitu nama sapaannya, juga bukan hanya dikenal para Bonek dan persepakbolaan nasional. Presiden Persebaya ini juga kondang di kalangan pesepeda.

Skalanya bukan nasional lagi. Tapi sudah go in the world. 

Itu dia buktikan ketika menggelar event gowes tahunan yang di-title-li Bromo KOM Challlenge 2020, akhir pekan lalu (14/03/2020).

Anak begawan media yang juga Menteri BUMN Dahlan Iskan era Preaiden Susilo Bambang Yudoyono ini, berhasil mengundang pembalap dari mancanegara. Ada 22 negara yang gowesernya hadir.

Warbiasa! 

BACA JUGA: mBonek di Event Gowes Internasional Bromo KOM Challenge 2020​

Di saat dunia heboh dengan virus Corona dan pintu masuk imigrasi bandara superketat, pembalap pria dan wanita dari negara luar itu, bisa masuk dan ambil bagian. Tidak ada yang terdeteksi virus mematikan itu.

Mereka aman dan tidak terkendala saat masuk Bandara Juanda. Termasuk peserta dari dalam negeri.

asrul1.jpg

Ini semua juga tidak lepas dari support semua pihak di jajaran elite pemerintahan Jawa Timur. Gubernur, Kapolda dan Pangdam mendukung penuh event tahunan ini.

Pesertanya juga mengalami peningkatan tajam. Tahun lalu diikuti  1.200 peserta. 

Herbana Bromo KOM Challenge kali ini diikuti 1.448 goweser. Hampir 1.500 peserta. Ini tidak sedikit.

Mereka selain berasal dari 22 negera tadi, juga ada dari  534 Cycling Club atau komunitaa sepeda di 28 Provinsi, 168 Kota/Kabupaten.

Ini sebuah prestasi tersendiri. Di saat ada pelarangan kegiatan  mengumpulkan orang, justru Bromo KOM show of force. Pesepeda tumplek blek. Memenuhi jalur Surabaya-Pasuruan.

Azrul sendiri kepada penulis mengaku heran. Ini semua, katanya, tidak lepas dari suporting semua pihak. Terutama para pesertanya. Tidak satupun ada yang cancel sejak konfirm di pendaftaran mulai Desember 2019.

Panitia juga menjamin keamanan, ketenangan, menyenangkan  dan kenyamanan gowes bareng ke Bromo dengan jarak tempuh total 100 Km. 

azrul2.jpg5.jpg

"Saya kira belum ada event semacam ini di Indonesia. Ini juga tidak lepas dari citra positif Bromo KOM selama ini," jelas anak sulung Dahlan ini.

Banyaknya peserta itu bisa dibayangkan. Betapa macetnya di titik tumpul jalur Makodam V Brawijaya sampai Desa Pasrepan, Pasuruan. Berapa pula kecepatan rata-rata pesepeda balap ini.

Pasti tak ada ubahnya seperti fun bike. Ternyata betul. Bromo KOM yang penulis bakal kebut-kebutan ternyata tidak. Speednya sangat bersahabat. Paling banter 40 Kpj. Itupun tidak berpuluh puluh kilometer.

Panitia sendiri menargetkan speed bersahabat. Antara 30-35 Kpj. Bagi pegowes RB tidak terlalu berat saat jalan flat. Ini ditempuh sekitar 60 Km sampai GOR Pasuruan.

azrul2.jpg1.jpg

Tantangan bagi peserta baru terasa ketika hitungan waktu titik nol menanjak 25 km ke puncak Desa Wonokitri, Tangger. Dari sini silahkan ada speed. Siapa yang tercepat layak raih gelar champione.

Sang juaranya bisa menembus waktu satu jam lebih. Lha, goweser pemula dan biasa biasa seperti saya bisa tiga, empat sampai lima jam. Bahkan, ada yang lebih, kalau sampai kram dan suka selfie.

Karena itu, para peserta sangat senang dan terkenang dengan tantangan mendaki ke Bromo yang minim bonus alias tanpa turunan sepanjang 25 Km itu. 

Salah seorang peserta dari Thailand misalnya. Mengaku puas bisa ambil bagian di event rutin tahunan ini. Begitu pula Burhanuddin yang datang dari Makassar bersama istrinya. Kali ini dia ikut kategori sepeda lipat (seli) yang tergabung dengan Brompton Club.

Dua kali sebelumnya pakai RB (road bike). "Sekarang cari pengalaman baru. Ternyata sama asyieknya," aku kakek dua cucu ini.

Burhan juga mengaku tidak merasakan adanya perubahan yang berarti, kendati Bromo KOM kali tidak dikelola Jawa Pos. Justru Azrul sekarang lebih profesional. 

azrul3.jpg

"Ini event termahal dan paling bergengsi karena didukung publikasi yang bagus," ujar seorang peserta dan Semarang.

Dia berharap Bromo KOM terus digelar. "Jangan sampai mandek," ujar pria asal Ungaran yang menemani penulis ngeban di Tosari saat pulang mancal ke Surabaya. 

Harapan goweser ini memang tidak bertepuk sebelah tangan. Azrul Ananda sudah membaca peluang itu.

Jika awal penyelenggaraan dia menggandeng Kapolda Jatim dan startnya di Mapolda. Sudah dua kali ini event tersebut mengambil start di Makodam V Brawijaya.

Bak gayung bersambut. Event kali ini PT DBL Indonesia, yang menyelenggarakan Bromo KOM telah menjalin kerja sama dengan Kodam V/Brawijaya.

Tahun ini juga menggandeng Herbana sebagai main sponsornya. Sehingga title eventnya berbunyi Herbana Bromo KOM Challenge 2020. 

Kerja sama ini juga ditandai dengan mematenkan Piala Pangdam V/Brawijaya. Piala ini sebagai trofi bergengsi diperebutkan peserta di semua kategori.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi saat menerima audiensi penyelenggara Herbana Bromo KOM Challenge 2020, 24 Januari lalu, meminta kerja sama ini kedepannya harus dipatenkan. 

Sehingga Piala Pangdam V/Brawijaya ini akan terus berjalan siapa pun Pangdam-nya," ucapnya saat seperti dilansir MainSepeda.com.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PT DBL Indonesia dengan Kodam V/Brawijaya dilakukan di Makodam V/Brawijaya, Kamis (27/2) siang. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja hadir bersama Kasdam Brigjen TNI M. Bambang Ismawan, dan jajaran terkait.

Sementara Direktur Utama PT DBL Indonesia, Azrul Ananda datang bersama General Manager, Yondang Tubangkit, dan Senior Manager, Rahmad Kartolo.

Penandatanganan kerja sama juga disaksikan para founder Herbana Bromo KOM Challenge 2020, seperti John Boemihardjo, Raymond Siarta, Thie Hong Peng, dan Bagus Ramadhani.
"Mudah mudahan dengan adanya Perjanjian Kerjasama ini Herbana Bromo KOM Challenge 2020 menjadi agenda rutin. Kalau sudah rutin, semuanya akan mempersiapkan diri dengan baik. Sehingga animonya meningkat. Sebab ini bukan hanya bersepeda, tapi untuk mempromosikan pariwisata," bilang Pangdam dalam sambutannya.

Dengan menggandeng Pangdam V Brawijaya dan segera mendapatkan hak patent, maka Bromo KOM akan menjadi event internasional yang tidak kalah dengan GFNY maupun AUDAX. 

Penulis adalah pegowes dan peserta Bromo KOM Challenge 2020

Pewarta : Abdul Muis
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda