Berbagai Permasalahan pada Lansia

COWASJP.COM – Kali ini saya ingin menuliskan berbagai permasalahan yang dialami oleh bapak-bapak dan ibu-ibu usia lanjut (Lansia). Atau manula (manusia usia lanjut). Apa saja permasalahan yang dihadapi oleh para beliau? 

1.Kurang bergerak: gangguan fisik, jiwa, dan faktor lingkungan dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Penyebab yang paling sering adalah gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

2.Instabilitas: penyebab terjatuh pada lansia terkait dengan keadaan tubuh penderita baik karena proses menua, penyakit maupun yang berasal dari luar tubuh, seperti obat-obat tertentu dan faktor lingkungan. Akibat yang paling sering dari terjatuh pada lansia adalah kerusakan bahagian tertentu dari tubuh yang mengakibatkan rasa sakit, patah tulang, cedera pada kepala, luka bakar karena air panas akibat terjatuh ke dalam tempat mandi. 

3.Beser: sering buang air kecil merupakan salah satu masalah yang sering didapati pada lansia, yaitu keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau sosial. 

Beser bak merupakan masalah yang seringkali dianggap wajar dan normal pada lansia, walaupun sebenarnya hal ini tidak dikehendaki terjadi baik oleh lansia tersebut maupun keluarganya. Akibatnya timbul berbagai masalah, baik masalah kesehatan maupun sosial, yang kesemuanya akan memperburuk kualitas hidup dari lansia tersebut. 

Lansia dengan beser bak sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan lansia kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih. Beser bak sering pula disertai dengan beser buang air besar, yang justru akan memperberat keluhan beser bak tadi.

nenek.jpgSenam lansia di lapangan bola voli Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat. (FOTO: Antara Foto)

4.Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan shari-hari. Kejadian ini meningkat dengan cepat mulai usia 60 sampai 85 tahun atau lebih. 

Yaitu kurang dari 5% lansia yang berusia 60-74 tahun mengalami dementia (kepikunan berat). Sedangkan pada usia setelah 85 tahun kejadian ini meningkat mendekati 50%. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan intelektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya. 

5.Infeksi: merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena selain sering didapati, juga gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan di dalam diagnosis dan pengobatan serta risiko menjadi fatal meningkat pula. 

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. 

Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.

6.Gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit: akibat proses menua semua pancaindera berkurang fungsinya, demikian juga gangguan pada otak, saraf dan otot-otot yang digunakan untuk berbicara dapat menyebabkan terganggunya komunikasi. Sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal.

7.Sulit buang air besar (konstipasi): beberapa faktor yang mempermudah terjadinya konstipasi, seperti kurangnya gerakan fisik, makanan yang kurang sekali mengandung serat, kurang minum, akibat pemberian obat-obat tertentu dan lain-lain. Akibatnya, pengosongan isi usus menjadi sulit terjadi atau isi usus menjadi tertahan. 

Pada konstipasi, kotoran di dalam usus menjadi keras dan kering, dan pada keadaan yang berat dapat terjadi akibat yang lebih berat berupa penyumbatan pada usus disertai rasa sakit pada daerah perut.

8.Depresi: perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan-perubahan akibat proses menua menjadi salah satu pemicu munculnya depresi pada lansia. Depresi juga menyertai penderita dengan penyakit-penyakit gangguan fisik, yang tidak dapat diketahui ataupun terpikirkan sebelumnya, karena gejala-gejala depresi yang muncul seringkali dianggap sebagai suatu bagian dari proses menua yang normal ataupun tidak khas. 

khofifah.jpgGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Hari Lanjut Usia Nasiona (Halun) l ke 23, 30 Juli 2019. (FOTO: portaltiga.com)

Gejala-gejala depresi dapat berupa perasaan sedih, tidak bahagia, sering menangis, merasa kesepian, tidur terganggu, pikiran dan gerakan tubuh lamban, cepat lelah dan menurunnya aktivitas, tidak ada selera makan, berat badan berkurang, daya ingat berkurang, sulit untuk memusatkan pikiran dan perhatian, kurangnya minat, hilangnya kesenangan yang biasanya dinikmati, menyusahkan orang lain, merasa rendah diri. 

Harga diri dan kepercayaan diri berkurang, merasa bersalah dan tidak berguna, tidak ingin hidup lagi bahkan mau bunuh diri, dan gejala-gejala fisik lainnya. Lansia juga sering timbul depresi terselubung, yaitu yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri pinggang, gangguan pencernaan dan lain-lain, sedangkan gangguan jiwa tidak jelas.

9.Kurang gizi: kekurangan gizi pada lansia dapat disebabkan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi, isolasi sosial (terasing dari masyarakat) terutama karena gangguan pancaindera, kemiskinan, hidup seorang diri yang terutama terjadi pada pria yang sangat tua dan baru kehilangan pasangan hidup. 

Sedangkan faktor kondisi kesehatan berupa penyakit fisik, mental, gangguan tidur, alkoholisme, obat-obatan dan lain-lain.

10.Tidak punya uang: dengan semakin bertambahnya usia, maka kemampuan fisik dan mental akan berkurang secara perlahan-lahan. Yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya, sehingga tidak dapat memberikan penghasilan. 

TIGA SYARAT MENIKMATI MASA TUA BAHAGIA: 1.Memiliki uang yang diperlukan, paling sedikit dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

2.Memiliki tempat tinggal yang layak. 

3.Mempunyai  peranan di dalam menjalani masa tuanya.

11.Penyakit akibat obat-obatan: salah satu yang sering didapati pada lansia adalah menderita penyakit lebih dari satu jenis, sehingga membutuhkan obat yang lebih banyak. Apalagi sebahagian lansia sering menggunakan obat dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan dokter. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya penyakit akibat pemakaian obat-obat yang digunakan.   

12.Gangguan tidur: dua proses normal yang paling penting di dalam kehidupan manusia adalah makan dan tidur. Walaupun keduanya sangat penting akan tetapi karena sangat rutin kita sering melupakan akan proses itu. Dan, baru setelah adanya gangguan pada kedua proses tersebut, kita ingat akan pentingnya kedua keadaan ini. 

Jadi, dalam keadaan normal (sehat) pada umumnya manusia dapat menikmati makan enak dan tidur nyenyak. 

Berbagai keluhan gangguan tidur yang sering dilaporkan oleh para lansia, yakni  sulit untuk masuk dalam proses tidur. Tidurnya tidak dalam dan mudah terbangun, tidurnya banyak mimpi, jika terbangun sukar tidur kembali, terbangun dinihari, lesu setelah bangun dipagi hari.  

13.Daya tahan tubuh yang menurun: daya tahan tubuh yang menurun pada lansia merupakan salah satu fungsi tubuh yang terganggu dengan bertambahnya umur seseorang walaupun tidak selamanya. 

Hal ini disebabkan oleh proses menua, tetapi dapat pula karena berbagai keadaan seperti penyakit yang sudah lama diderita (menahun), maupun penyakit yang baru saja diderita (akut) dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. 

Demikian juga penggunaan berbagai obat, keadaan gizi yang kurang, penurunan fungsi organ-organ tubuh dan lain-lain.

14.Impotensi: merupakan ketidakmampuan untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan sanggama yang memuaskan yang terjadi paling sedikit 3 bulan. 

Massachusetts Male Aging Study (MMAS) meneliti bahwa pria usia 40-70 tahun yang diwawancarai ternyata 52% menderita disfungsi ereksi. Yang terdiri dari disfungsi ereksi total 10%, disfungsi ereksi sedang 25% dan minimal 17%. Penyebab disfungsi ereksi pada lansia adalah hambatan aliran darah ke dalam alat kelamin karena adanya kekakuan pada dinding pembuluh darah (arteriosklerosis), baik karena proses menua maupun penyakit. Juga karena berkurangnya sel-sel otot polos yang terdapat pada alat kelamin, serta berkurangnya kepekaan dari alat kelamin pria terhadap rangsangan. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda