Islam di Australia Terbesar Ketiga Setelah Kristen

Masjid Gallipoli dekat Sydney, masjid terbesar di Australia. Terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal Islam. (FOTO: Pemuda TQN Suralaya New South Wales)

COWASJP.COM – Jumat, 15 Maret 2019, Selandia Baru berduka. Terjadi penembakan di dua masjid Al Noor  dan Linwood di Deans Avenuse, Christchurch. Pelakunya Brenton Hanson Tarrant, 28 tahun, warga Grafton. NSW, Australia.

Dalam kejadian itu, 49 orang jamaah di dua masjid tersebut  meninggal dunia dan 47 korban luka.

Kejadian itu tentu saja mencoreng Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengakui pelaku adalah warga negara Australia. Pelaku sebelumnya juga tidak sampai terendus aparat keamanan Australia.

Gara-gara tragedi tersebut, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quilan AO  mengaku harus memulihkan nama baik Australia pada warga muslim khususnya  Indonesia.  Karena, itu cara yang efektif. 

Dia mengaku harus mengunjungi pondok-pondok pesantren di Indonesia dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku penembakan tersebut  bukan cermin warga Australia.

 "Australia tidak seperti itu. Kami sangat welcome terhadap warga Muslim," ujarnya ketika menghadiri acara Australian Alumi Networking Reception 2020 di Hotel Mojopahit, Jl. Tunjungan, Surabaya, Kamis, 20/2/2020.

 Indonesia penting bagi Australia. Ketika berkunjung ke Canbera pada 8 Februari 2020, Presiden Jokowi mengatakan Australia adalah sahabat dekat Indonesia. “We are close friend,’’ kata Gary.   Malahan, presiden akan mengadopsi tata ruang ibu kota Australia, Canberra untuk diterapkan di ibu kota baru Indonesia di  Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Dalam 70yearsindonesiaaustralia.com, Australia bisa dikatakan negara yang kali pertama mengakui Indonesia merdeka.  Itu bisa dilihat keterlibatan aktif Diplomat Australia, Tom Critchley AO CBE dalam membantu proses kemerdekaan Indonesia terkait lobi internasional.  Bila Belanda curang dalam  implentasi perundingan, Tom  memprotesnya ke PBB. 

cowas1.jpgMushola di Bourke,  NSW,  peninggalan abad 19.

Karena jasanya itu Tom memperoleh  Bintang Jasa Utama dari Presiden Soekarno pada 7 Desember 1948. 

Tentang tragedi di Selandia Baru itu, Gary memang sangat perlu menjelaskan ke Indonesia. Karena  warga Muslim terbesar di dunia adalah Indonesia. Yakni 12,7% dari warga Muslim dunia. Disusul Pakistan (11%)dan India (10,9%). 

Indonesia juga memiliki peran penting dalam percaturan Muslim dunia. Mengapa? Salah satunya sebagai anggota OKI  atau OIC (Organisation of Islamic Cooperation) sejak organisasi itu berdiri pada 29 September 1969 saat KTT di Rabat, Maroko. KTT itu dihadiri 24 negara Islam termasuk Indonesia. 

Bergabungnya Indonesia di OKI sempat terjadi perdebatan di dalam dan luar negeri. Karena Indonesia sendiri bukan negara Islam, tapi mayoritas penduduknya Islam. Ini juga sesuai UUD.

Ketika piagam OKI dicetuskan pada 1972, Indonesia belum mau menandatangani. Karena Indonesia bukan negara Islam. Tapi hanya penduduknya mayoritas Islam.

Indonesia baru berperan aktif di OKI, setelah Presiden Soeharto hadir dalam KTT OKI ke-6 di Senegal pada Desember 1991. Dan, mengubah kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk berperan aktif di OKI. 

Bagaimana Islam di Australia? Penyebaran Islam secara umum di Australia terdiri tiga era. Era sebelum kolonial (Pre-Colonial), Era Colonial, dan Modern Era. 

Pra Era Kolonial 
Islam masuk Australia di antaranya karena pengaruh Indonesia sekitar abad 16 dan 17. Diawali kedatangan nelayan dan pedagang Makassar di pesisir utara, Australia Barat, Australia Utara dan Queensland yakni di Kimberley region dan Arnheim land.

Nelayan Makassar dengan menggunakan perahu  patorani berdagang dengan penduduk asli serta mencari teripang untuk dijual sebagai makanan di pasar Cina.

Menelusuri jejak-jejaknya antara lain ada kesamaaan bahasa Makassar dengan penduduk asli di pesisir Australia. Lukisan gua Aborigin juga ditemukan ada gambar perahu tradisional patorani Makassar. Dan, sejumlah peninggalan Makassar juga ditemukan di pemukiman Aborigin di pesisir barat dan utara. Diyakini juga ada pernikahan penduduk asli dengan pedagang Makassar. Dan lokasi pemakaman orang Makassar juga ditemukan di sepanjang garis pantai. 

Penjelajah Belanda yang kali pertama masuk Australia pada awal abad 17, New Holland.
Pada 1770, Great Britain mengklaim wilayah separuh Australia di kawasan pantai timur wilayahnya. Inggris membangun jaringan transportasi sampai ke pedalaman. 

Era Kolonial
Kedua, Penyebaran Islam di Australia juga dibawa migran muslim dari pesisir Afrika di bawah kerajaan inggris tiba di Australia sebagai pelaut dan narapidana. Mereka di bawah armada pertama Inggris untuk memasuki Australia di akhir abad 17.

Pada abad 18, Inggris mendatangkan para penunggang unta warga Afghanistan untuk membangun jaringan rel kereta api di pedalaman a
Australia. Salah satu proyek terbesarnya jaringan rel kereta api antara Port Augusta dan Alice Springs. Jaringan rel ini kemudian disebut  Ghan.

Pasca era kolonial, jaringan rel ini diteruskan sampai ke Darwin pada 2004.

==cowas2.jpgMohammad Makruf (penulis, kanan) dan Dubes Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan AO. (FOTO: istimewa)

Setelah jaringan rel Ghan terbangun, maka bermunculan kota-kota di sekitarnya. Setiap kota itu sedikitnya ada satu masjid atau mushola. Masjid-masjid itu dibangun semi permanen.

Sejumlah kecil Muslim juga direkrut oleh koloni Belanda dan Inggris di Asia Tenggara untuk dipekerjakan di industri mutiara di Australia pada akhir abad 19 dan 20.

Masjid pertama di Australia didirikan di Marree sisi utara Australia Selatan pada 1861. Masjid besar pertama dibangun di Adelaide pada 1890 dan di New South Wales, Broken Hill pada 1891.

Era Modern

Jumlah penganut islam Australia modern meningkat cepat setelah perang dunia kedua. Pada 1947-1971, warga Muslim meningkat dari 2.704 menjadi 22.331.

Ini karena ledakan ekonomi pasca WW2. Muslim Eropa terutama Turki mencari kerja dan rumah baru di Australia. Pada Sensus 2006, Muslim Turki tercatat 23.126.

Pada era 1960-an, migran Bosnia dan Kosovo masuk Australia. Mereka bekerja Skema PLTA Snowy Mountain di New South Wales. Migran Lebanon yang sebagian besar Muslim masuk Australia setelah perang saudara di negaranya pada 1975. Menurut sensus 2006, tercatat 7.542 Muslim Australia dari Bosnia dan Herzegovina. Dan, 30.287 adalah kelahiran Lebanon.

Pada Sensus 2006, tercatat 340.000 Muslim di Australia. Mereka terdiri dari 128.904 lahir di Australia dan sisanya lahir di luar negeri.

Selain itu, dominasi tiga negara itu, warga Muslim di Australia juga berasal dari Afghanistan: 15.965, Pakistan: 13.821, Bangladesh: 13.361, Iraq: 10.039 dan Indonesia: 8.656.

Warga Muslim saat ini sebagian besar terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne. Dan, keberadaan  Islamic Museum of Australia di Thornburry, Victoria, Australia sangat  membantu dalam pemahaman bahwa Muslim cinta damai bukan teroris.

Pada sensus 2016, Muslim di Australia ada kenaikan 160 persen dari tahun sebelumnya. Total warga Muslim 2,6 % dari total penduduk Australia.  Muslim menduduki peringkat pertama agama non Kristen yang dianut warga Australia, diikuti Buddha (2,4%), Hindu (1,9%) dan agama lain (1,7%). Uniknya,  angka memilih tidak beragama 30,1% dan Kristen (termasuk Anglican), 16,3%. (ruf/berbagai sumber)

Pewarta : Mohammad Makruf
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda