Arek Cowas Surya Aka

Raih Penghargaan Citizen Journalism Terbaik

Surya Aka saat pidato Hari Pers Nasional usai menerima penghargaan. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Menjamurnya jurnalisme warga (Cityzen Jurnalism) di Indonesia saat ini belum memiliki payung hukum yang jelas. Banyak penulis  yang dengan mudah terjebak dalam pasal ujaran kebencian di UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika.

 "Karena itu pemerintah wajib memikirkan nasib jurnalis warga ini," kata H Surya Aka, saat pidato Hari Pers Nasional, usai menerima penghargaan Cityzen Jurnalism Indonesia terbaik.

Acara pemberian penghargaan ini digelar website Menara Madinah Surabaya. Penghargaan diserahkan bersama 24 jurnalis dan 24 spiritualis terbaik di Prime Hotel Surabaya Minggu 9 Februari 2020.

Menurut Aka, gagasan penghargaan ini akan membakar semangat para jurnalis warga di Era Melenial.

surya-aka1.jpg

Nitizen Jurnalism adalah kreasi masyarakat, dalam  menikmati kebebasan berpendapat. Tumbuh subur walaupun atas semangat swadaya/sukarela. Baik di web, blok, Facebook, IG maupun Youtube.

Hari Pers tahun ini, kata Aka, ditandai banyaknya masyarakat korban UU ITE. Karena UU ini mengandung kelemahan. 
Pertama, tidak ada pasal yang menunjuk lembaga yang  berperan jadi penengah bila terjadi konflik antarmedia dan antarwarga. Sehinga warga yang dirugikan sering lapor polisi. Ancamannya penjara.

Beda dengan UU 40/99 tentang Pers menunjuk Dewan Pers yang menengahi konflik pers. Hukuman paling keras dipecat dari wartawan walau bisa juga dipidana. 

surya-aka.jpg1.jpg

Begitu juga UU 32/2002 tentang Penyiaran. Bila konflik antarwarga dan stasiun tv maka dimediasi KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). KPI pula yang sosialisasi UU ini intensif ke masyarakat. "Hukuman paling berat ditutup programnya. Tidak sampai dipenjara," tandas Aka yang juga Ketua Umum DPP FORSA (Fans Of Rhoma and Soneta).

Oleh karena itu Aka mengusulkan amandemen agar UU ITE direvisi atau membuat UU baru agar Jurnalisme Warga diakui keberadaannya. "Belum lagi aplikasi Youtube. Siapa yang berwenang mengawasi tayangan Youtube?. Saat Youtube ditemukan dugaan pelanggaran, KPI angkat tangan. Dewan Pers juga merasa tak diberi wewenang." tambah Aka. 

surya-aka.jpg2.jpg

Tulisan Cowas Dibaca 480 ribu

Sementara itu Direktur Menara Madinah Husnu Mufid MPdi menilai Surya Aka merupakan jurnalis yang terus menginspirasi. "Tulisan Pak Aka hampir tiap hari tayang. Kemudian dishare khususnya di komunitasnya penggemar Rhoma Irama yang jumlahnya jutaan orang,"kata Mufid. Tak heran tulisan Aka sempat tembus dibaca lebih 480.000 pemirsa di CowasJP.Com. Belum lagi di Menara Madinah, Kadenews dan website lainnya. ('*)

Pewarta : Surya Aka
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda