Penyelamat Nyawa Rhoma Irama Meninggal Dunia

Foto kenangan 1978. H. Nasir paling kiri.

COWASJP.COM – Dunia dangdut berduka. Salah satu The Legend Mandolin Soneta, H Nasir (73) meninggal dunia. Nasir meninggal Senin 3 Februari 2020 pukul 11.15 di RS Pondok Kopi Jakarta. Karena sakit jantung. 

"Atas nama keluarga dan Ketua Umum DPP FORSA (Fans Of Rhoma and Soneta) mengucapkan duka yang mendalam. Semoga Bang Nasir khusnul khotimah," kata Surya Aka Ketua Umum DPP FORSA.

Surya-Aka-2.jpgDari kanan: H. Surya Aka, H. Nasir, H. Hadi.

Menurut Aka, Nasir merupakan personel Soneta angkatan pertama 1970. Sebelumnya juga telah mendahului meninggal dunia: H Riswan (keyboard), H Herman (bass), H  Kadir (gendang) dan H Ayub (Timpani dan tamborin). Saat ini personel Soneta generasi pertama tinggal Rhoma Irama (melodi), H Wemphy (rythm) dan H Hadi (suling). 
H Nasir pensiun dari kiprah Soneta sekitar 2010. Kepiawaiannya memainkan mandolin digantikan putranya sendiri, Zuhri Nasir. Petikan Zuhri tak kalah hebat seperti ayahnya. 

SELAMATKAN NYAWA RHOMA

Bagi Rhoma Irama, H Nasir adalah orang yang paling berjasa menyelamatkan nyawanya.
Pemetik mandolin di grup Soneta: Nasir, lebih dari sekadar sahabat. Selain bagian dari formasi awal Soneta yang ia bentuk pada 1970, Nasir pernah menyelamatkan nyawanya dari ancaman pembunuhan. Menurut Rhoma, peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu terjadi pada 1974 di Ancol, Jakarta Utara.

Ketika itu Soneta sedang mengadakan konser sambil menyisipkan dakwah-dakwah keagamaan. “Zaman segitu dakwah di musik itu hal baru. Penonton sinis, ucapan salam saya tidak ada yang membalas,” ujar Rhoma kepada Tempo di sebuah hotel di Sidoarjo, Sabtu malam, 28 Desember 2013.

Surya-Aka-3.jpgH. Nasir (kanan, 73 tahun) dan H. Riswan keduanya telah meninggal dunia. (FOTO: istimewa)

Rhoma mulai mencium gelagat buruk. Benar saja, seperti dikomando, para penonton melempari para personel Soneta dengan batu, lumpur, dan sandal. “Kami mencoba tetap bertahan di atas panggung meski suasananya kacau,” kata Rhoma.

Di sela-sela keadaan semrawut itu, menurut Rhoma, seorang penonton berteriak "Islam tahi". Emosi Rhoma langsung tersulut. Tanpa pikir panjang, ia meletakkan gitarnya dan meloncat mengejar penonton tersebut. “Saya dihina, dihujat, dilempari, oke. Tapi kalau agama yang dihina, saya enggak bisa nahan emosi,” kata Rhoma.

Upaya Rhoma mengejar penonton itu gagal. Di bawah panggung ia justru disambut oleh para pemuda yang sudah siap akan mengeroyoknya. Tanpa diketahui Rhoma, seorang penonton lainnya hendak menikamnya dari belakang menggunakan sebilah pisau.

Namun dengan cekatan Nasir melompat dari panggung dan menghantam penonton bersenjata tajam itu menggunakan tiang mikrofon. Rhoma selamat. Kericuhan berhasil dikendalikan aparat keamanan. “Tiap mengingat kejadian itu, saya terharu sama Haji Nasir,” ujar Rhoma.

Selamat Jalan Bang Nasir. (*)

Pewarta : Surya Aka
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda