Rekor MURI ke-6 Trenggalek di akhir 2019

Rekor ke-6: 7575 guru mengenakan busana Shibori. (FOTO: Humas Pemkab Trenggalek)

COWASJP.COM – Akhir tahun yang baik bagi Kabupaten Trenggalek.

Mengapa? 

Kabupaten yang kini dipimpin oleh Bupati Moh. Arifin ini kembali berhasil memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia).

Kali ini rekor 7.575 kain Shibori yang dikenakan oleh para guru sekolah, anggota Dekranasda, dan gabungan organisasi wanita. Pemecahan rekor ini diciptakan di Alun-Alun Trenggalek, Selasa 31 Desember 2019.

Dengan rekor baru ini berarti Kabupaten Trenggalek sudah mengukir enam rekor MURI.
"Kami dari Museum World Record Indonesia pada hari ini diundang oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk pecahkan rekor yang sangat spektakuler ini. Mengenakan batik Shibori dengan peserta terbanyak," ungkap Senior Manager MURI, Ariani Siregar.

"Semula pengajuannya sebanyak 7.000 peserta. Tapi setelah kita verifikasi di lapangan ada sebanyak 7.575 peserta," jelasnya.

Rekor ini tercatat sebagai rekor yang ke 9379 dan termasuk dalam rekor dunia.

Pada tahun yang sama, Kabupaten Trenggalek juga berhasil memecahkan rekor sajian nasi gegok terbanyak beberapa waktu lalu.

tulungagung1.jpgPenyerahan piagam Rekor MURI. (FOTO: Humas Pemkab Trenggalek)

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Nur Arifin, menuturkan bahwa, pemecahan rekor kali ini dalam konteks pengenalan salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan di Kabupaten Trenggalek. Yaitu kain Shibori dengan khas warna alamnya.

"Melalui kegiatan ini kita ingin mengenalkan berbagai produksi Kabupaten Trenggalek. Jadi, tidak hanya batik khas Trenggalek maupun Shibori. Kita sedang mengembangkan dan menyemangati para penggiat UMKM di Trenggalek," ujar istri Bupati Trenggalek tersebut.

"Setiap usaha pasti fluktuatif, kadang laku banyak atau sesekali biasa saja," imbuh Novita.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Ibu yang cukup berkesan dan meriah di Kabupaten Trenggalek.

"Terakhir, kita berharap dengan kegiatan ini para pengerajin terpacu untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam berusaha. Jangan mudah putus asa. Apapun tantangannya harus tetap semangat dan pantang menyerah. Apa yang sedang dibutuhkan pasar kita harus bisa segera beradaptasi untuk mengikuti hal tersebut," tutur Novita.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Agus Setyono menyampaikan, bahwa Shibori di Trenggalek meski tergolong masih baru, namun diharapkan ke depan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan. Sebab, keidentikannya dengan warna alam.

Agus Setyono berharap dengan pemecahan rekor MURI kali ini, Shibori Trenggalek semakin dikenal dan tercipta pasar yang berujung pada berkembangnya UKM dan kesejahteraan masyarakat, " pungkasnya.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda