Persebaya Dahsyat, Persela dan Bhayangkara Hebat

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Tulisan ini khusus mengevaluasi hasil 6 pertandingan akhir 18 klub Liga 1. Di musim kompetisi 2019 sampai 12 Desember 2019. 10 hari kompetisi berakhir (22 Desember).

Dari data 6 laga akhir tersebut, Persebaya Surabaya-lah yang moncer di atas. Merebut 16 poin, 5 kali menang + 1 kali seri. Tak terkalahkan. DAHSYAT!

Kemudian Persela Lamongan dan Bhayangkara FC di urutan ke-2 merebut 15 poin. 5 kali menang + 1 kali kalah. HEBAT!

Sungguh hasil tersebut jauh melampaui prediksi! Tingkat kemenangan Persebaya, Persela, Bhayangkara 83,33% dalam 6 laga akhir (sampai 12 Desember). Ekselen!! 

Padahal prediksi kami bulan lalu:  bisa mencapai persentase kemenangan 65 persen saja sudah ekselen.

Dua pelatih lokal Aji Santoso (Persebaya) dan Nil Maizar (Persela), ditambah hanya satu  pelatih asing Paul Munster asal Irlandia Utara (Bhayangkara) bener-bener berkibar dalam 6 laga terakhir. Dua jempol untuk mereka.

Yang pasti dengan hasil hebat itu Laskar Jaka Tingkir Persela memastikan diri bebas dari degradasi.

Hasil lumayan keren juga diperoleh PSIS Semarang yang merebut 12 poin dan Barito Putera 11 poin. Dan, kedua klub tersebut diarsiteki pelatih LOKAL: Bambang Nurdiansyah dan Djadjang Nurdjaman. Saluuut!

HASIL 6 LAGA AKHIR
(Sampai Kamis 12 Desember 2019)

1. Persebaya 16 poin
2. Persela 15 poin
3. Bhayangkara 15 poin
4. PSIS 12 poin
5. Barito Putera 11 poin
6. Persija 10 poin
7. Semen Padang 9 poin
8. Kalteng Putra 8 poin
9. Persib 8 poin
10. Badak Lampung 7 poin
11. PSM 7 poin
12. Borneo 7 poin
13. Bali United 7 poin
14. PSS Sleman 5 poin
15. Persipura 5 poin
16. TIRA Persikabo 4 poin
17. Madura United 3 poin
18. Arema 2 poin

**

Itulah data hasil 6 pertandingan terakhir sampai Kamis 12 Desember 2019.

Yang sangat memprihatinkan adalah Madura United dan Arema. 
Madura United hanya mendapat 3 poin. Tingkat kemenangan Madura United hanya 16,66%. Sangat memprihatinkan!

Akan tetapi, YANG PALING PARAH adalah AREMA.
Arema hanya memperoleh 2 poin. Tingkat kemenangannya 0 persen!! Karena hasil seri tidak masuk hitungan.
Pada 23 November Arema di kandang sendiri versus Persija 1-1. Pada 1 Desember juga di kandang sendiri Arema ditahan Kalteng Putra 1-1.

Ada apa dengan klub-klub yang sebenarnya level papan atas ini? Memang muncul dugaan jual beli pertandingan. Tapi sebaiknya kita singkirkan saja dugaan tersebut. Sebab, amat sangat sulit pembuktiannya. Hanya PSSI dibantu tim khusus Polri yang berpeluang bisa membuktikannya. Karena beliau-beliau itulah yang memiliki kekuasaan dan peralatan canggih untuk menangkap bukti.

Ada juga anggapan, karena gelar juara sudah direbut Bali United, apalagi yang dicari? Kemenangan sudah tidak bermakna. Sungguh ini pandangan yang "mengingkari" roh kompetisi.

Bali United baru memastikan juara di laga ke-30. Hitungan ini dibuat di seri laga ke-32. Berarti hitungan ini dibuat mulai 4 laga sebelum Bali United memastikan juara.

Kalau semua klub berpandangan negatif seperti itu, bisa saja kaum gibol Indonesia membuat pernyataan: buat apa Liga 1 digelar! Percuma! Wong Indonesia sudah puluhan tahun gagal juara. Di pentas SEA Games gagal, Piala AFF senior gagal, apalagi di level Piala AFC. Ini pandangan sesat. Kita pasti tidak akan berpandangan seburuk itu.

Para pecinta sepakbola Jatim sangat berharap Madura United dan Arema segera bangkit. Masih ada dua sisa laga. Dan, bangkitlah terus sampai Liga 1 musim 2020. Semoga.(*)

3 TIM TERDEGRADASI
1. Perseru Badak Lampung.
2. Semen Padang.
3. Kalteng Putra.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda