Sang Begawan Media

Wang Semah

Ikan semah yang berukuran 3,1 kilogram di Sungai Sambus Putussibau Utara, Kalbar. Tahun 2021 harganya mencapai Rp 1,3 juta perkilogram. (FOTO: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim)

COWASJP.COMINI ada 1.000 Wang Puliau. Saya kaget. Saya pernah memakannya. Bulan lalu. Di Surabaya. Satu ekor Rp 6 juta.

Berarti ini Wang Puliau senilai Rp 6 miliar. Enam tahun lagi. Kalau dijual di Jakarta atau di Surabaya.

Tapi 1.000 Wang Puliau yang saya lihat itu tidak di Jakarta. Saya melihatnya di daerah asalnya: Kalimantan Barat. Selasa kemarin.

Saya baru tahu: Wang Puliau itu asli Kalbar. Tepatnya dari Danau Sentarum, jauh di pedalaman. Hampir 1.000 km dari Pontianak. Danau itu sudah dekat dengan perbatasan Malaysia.

Nama Wang Puliau sendiri dipopulerkan di Malaysia. Bahasa Mandarin. Artinya: tak terlupakan. Di Kalbar namanya pendek: ikan Semah.

Maka saya kaget ketika ada info: 1.000 Semah lagi diteliti di Kalbar. Yang melakukan penelitian adalah Balai Latihan Usaha Perikanan Kalbar. Balai ini dulunya berupa sekolah: Sekolah Usaha Perikanan. 

Menteri Susi Pudjiastuti minta sekolah itu diubah menjadi balai latihan.

Maka saya berkunjung ke balai itu. Setengah jam dari pusat kota Pontianak. Jauh melewati pelabuhan. Di situ ada tiga kolam indoor. 500 Semah dipelihara di situ. Yang 500 lagi dipelihara di kolam balai yang ada di Mempawah, sekitar 50 km dari Pontianak.

"Sudah berapa lama ikan ini dipelihara di kolam ini?"

"Sudah 1,5 tahun," ujar Fuad Fudoli, kepala balai. Fuad sarjana perikanan lulusan sekolah Tinggi perikanan Pasar Minggu. Aslinya Majalengka. Istrinya melayu Kalbar.

Saya pun manggut-manggut. Pantas diperlukan 6 tahun untuk bisa menjadi 1,5 meter.

Di kolam 1,5 tahun itu ikannya masih kecil-kecil. Belum sampai 10 cm. Sehari diberi makan pelet 4 kali.

Ikannya agresif. Begitu dilempari pelet langsung berlompatan sigap. Riuh. Air menciprat ke baju saya. Mungkin itulah –ini tidak ilmiah– yang membuat rasanya enak. Ikannya banyak gerak. Tidak mudah gembrot.

Baru sekali ini Semah diteliti. Sampai hari ini Semah belum bisa dipijahkan. Belum ada yang tahu bagaimana cara mengawinkannya. Semua masih alami. 

"Membedakan mana yang jantan dan betina saja belum bisa," ujar Fuad. Mungkin setelah Semah bisa kawin, Fuad akan pensiun. Sebentar lagi. Atau bisa jadi  kawinnya masih lama. Umur 1,5 tahun saja masih kelihatan ABG. Belum ingin kawin.

Fuad ingin agar ikan Semah bisa dikawinkan dengan mudah. Seperti ikan-ikan yang lain. Jelawat pun sekarang sudah bisa dipijahkan. Ikan jantannya disuntik hormon. Agar gairah kejantanannya meningkat. Lalu dilepaskan di kolam betina. Si jantan akan langsung nguber lawan jenisnya.

Bisa berbiak dengan cepat.

Begitu lama menunggu Semah bisa dimakan. Begitu cepat memakannya. Tidak imbang. Kecepatan manusia memakannya ribuan kali lipat dari kemampuan betinanya menghasilkan telur. Kian lama Semah kian langka. Pun di Danau Sentarum. Padahal tidak mudah menjangkau Danau Sentarum. Bisa 14 jam dari Pontianak. Gabungan naik mobil dan perahu. Luasnya 130.000 hektare. Masuk Kabupaten Kapuas Hulu.

Danau Sentarum sudah dinyatakan sebagai cagar alam. Di musim apa pun udaranya basah. Ini yang membuat aneka hayati hidup di sini. 

Sejauh ini kawasan Danau Sentarum terjaga. Di musim kemarau sepertiga air sungai Kapuas berasal dari danau ini. 

Dari danau inilah Fuad membeli 1.000 benih Semah. Satu ekor seharga Rp 2000. Bandingkan dengan benih lele: hanya Rp 200/ekor. Modal Rp 2.000 itulah yang akan bisa menjadi Rp 6 juta. Enam tahun kemudian. Kalikan sendiri berapa biaya makanan untuk enam tahun. Ditambah makanan terakhir mereka selama tiga bulan: kelapa. Agar ketika dipanen rasa ikannya gurih.

"Di sini Semah biasa diberi makan ulat aren," ujar Fuad. "Bisa juga ulat sawit," tambahnya.

Enam tahun lagi saya akan ke Kalbar. Siapa tahu bisa beli satu. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 19 Juli 2023: Durian Baret

Mbah Mars

EMBOEN PAGI Kegagalan itu seperti pupuk. Pasti bau. Tapi itu membuat segalanya tumbuh lebih cepat dan baik di masa depan. SELAMAT TAHUN BARU 1445 H

thamrindahlan
Topi Merah Miring menjadi logo minuman Bir Pletok Betawi . Salam Kompasianer Bang Iqbal.

thamrindahlan

Dari durian ke senam atau sebaliknya merupajan pasangan kegiatan menyenangkan. Durian dari tanah manapun pasti syedap. Durian Punggur Pontianak dan Durian Selat Jambi kalau produksi melimpah dan tidak mubazir bisa diasamkan oleh wong kito galo menjadi tempoyak. Lebih sedap ketika dimasak dengan ikan patin. Jaminan lidah bergoyang. Senam diiringi 100 lagu versi disway sehat menyenangkan. Syaratnya cuma satu : pemandu senam harus 5 iiiii ( anda sudah tahu). Wajib di sediakan panggung khusus agak tinggi untuk pemandu senam agar ribuan peserta tetap semangat sampai 1 jam. Boleh tanya Pak Mario dan 20 Perusuh Agrinex ter engah engah mengikuti gerakan Abah dan Mbak Pipit serta Mbak Nicky Baret BPN ide cemerlang mantan Panglima TNI. Seragam DInas itu paling tidak sudah berhasil untuk membedakan siapa sebenarnya calo tanah dan siapa petugas asli resmi urusan tanah. Artinya warga sedang mengurus sertifikat tanah tidak keliru meminta bantuan. Kecuali ada oknum BPN yang nakal tidak memakai Baret. Ini menjadi urusan serius Ibu Kakanwil Andi Tenri Abeng. . Salamsalaman.

Xiaomi A1

Mau kasi masukan sedikit buat Pak Bos.. Senam Dansa ini kan olahraga, pakaian yg dikenakan sporty, sepatu sneakers, mungkin akan lebih serasi jika topi fedora diganti dengan jenis topi bisbol..dijamin Pak Bos akan lebih mBoys saat memimpin Senam Dansa..

ahmad faqih

Durian buah yg populer di Asia tenggara. Terutama di Indonesia & Malaysia. Tapi mengkonsumsi durian juga memiliki potensi resiko yg membahayakan antara lain: reaksi alergi, efek tekanan darah tinggi, efek kegemukan dan gula darah naik, efek gastrointestinal serta gangguan pencernaan. Walaupun semuanya dpt variatif tergantung jumlah konsumsi dan kondisi fisik. Mengingat umur abah DIS, GAK BAHAYA TAA... Untuk amannya, mending duriannya dikirim kepada para perusahaan disway sbg oleh2 /hadian tahun baru. Selamat Tahun Baru 1445 H. Semoga selalu sehat, sukses & bahagia

Mukidi Teguh

Perihal durian, buah ini di Nias tak kalah enak. Saya pernah beli, sepuluh ribu dapat dua. Saya kaget segitu murahnya. Tapi ternyata itu masih mahal. Kata penjaga penginapan, mestinya sepuluh ribu dapat lima. Karena melimpah, teman saya inisiatif bawa pulang ke kampung halaman. Karena ga boleh bawa durian utuh ke bagasi pesawat, maka perlu diakali. Beli Taperwer yang aga besar, dimasukin bubuk kopi, lalu daging durian yang sudah dibuang bijinya dan sudah dibungkus plastik, diletakkan di dalam timbunan bubuk kopi. Terakhir, dibungkus karton. Tiba di bandara, masih harus berdoa sekencang-kencangnya, semoga paket durian itu bisa lolos dari pemeriksaan AvSec. 

Mirza Mirwan

Saya bukanlah penyuka durian. Saking tak sukanya, pernah waktu di Thailand saya tetap tidak ingin mencicipi durian Kan-yao yang konon durian paling mahal sejagat. Waktu itu salah seorang mahasiswa putri saya datang membawa sebuah durian yang beratnya sekitar 2,5kg. Ayah si mahasiswa punya ratusan pohon durian dan belasan di antaranya durian kan-yao (tangkai panjang). Konon kepada tengkulak saja dijual 5500 baht/buah (sekitar 2,4 juta rupiah). Konon pula pohon durian kan-yao hanya berbuah tiap tiga tahun sekali. Buahnya juga tak selebat durian biasa. Putri saya tak bisa mendeskripsikan rasanya. Hanya bilang memang lebih enak ketimbang durian lain yang pernah dimakannya. Dan bijinya lebih kecil. Sia-sia putri saya memprovokasi agar saya mau mencicipinya. Saya tetap tidak tergoda. Saya lebih suka makan buah mangga yang di Seven Eleven harganya hanya 25-30 baht/kg, tapi manisnya ngalahin mangga Harum Manis di sini.

Mbah Mars

Tosss Pak. Akhirnya, di tahun baru ini saya bisa menyamai Pak Mirza. Sama-sama tidak suka durian. Pernah, teman saya asal Banjarmasin datang ke rumah membawa oleh-oleh durian bakar. Konon durian tersebut khas dari Banjarmasin. Istri dan dua anak saya yang berpestapora. Baru hari Ahad kemarin istri juga membawa pulang durian Purworeja. Lagi-lagi mereka bertiga berpestapora. Sesekali dalam pestanya, mereka menyodor-nyodorkan durian ke mulut saya. Mencium baunya saja saya neg. Sebagai kompensasinya, biasanya istri dan anak-anak saya membeli manggis atau buah lain khusus bagi saya.

Otong Sutisna

Rasa durian ini harus di belah tengah malam, ketika anak-anak sudah tidur pulas, tapi lebih menantang belah duren nya di lapangan terbuka....ada rasa yang luar biasa, baunya melipir tapi takut ketahuan.... wkwkwk 

Mbah Mars

Durian. Mengingatkan saya pada kalimat lelaki tua yang sedang dikerumuni para pemuda. Ini kalimatnya: "Ambune kaya peceren. Rasane kaya duren" (Baunya seperti limbah, rasanya seperti durian). Entah apa maksud Pak Tua itu. Sampai sekarang saya tidak paham. Mungkin hanya Bli Leong dan Otong yang tahu. Kecerdasan mereka berdua di atas rata-rata.

Gianto Kwee

Untuk Cooling Down boleh dicoba "Give Me One Reason" Tracy Chapman, Lagu dengan irama Blues 

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Apalagi dirangsang dengan irama lagu yang ngebit: Xiao Ping Guo, Nehi Nehi, Mati Lampu, Kereta Malam, Twist Again, dan lain-lain." Dicoba Abah..... senamnya diringi lagu : "Weightless" - Marconi Union (hahahahaha..... #iseng_jahil)

Mirza Mirwan

Kalau saja Sri Susuhunan Pakubuwana IV masih hidup, pasti "ngarsa dalem" akan menyindir Pak DI dengan tembang Pangkur di bait ke-43 dalam "Serat Wulangreh" gubahan beliau. #Deduga lawan prayoga/ myang watara reringa haywa lali/ iku parabot satuhu/ tan kena tininggala/ tangi lungguh angadeg tuwin lumaku/ angucap meneng anendra/ duga-duga nora kari# Tembang Pangkur tersebut memberi pesan agar dalam segala hal kita selalu menggunakan parameter sewajarnya, secukupnya. Jangan berlebihan. Memang dalam tembang tersebut tidak menyebut makan (anedha). Yang disebut hanya terjaga (tangi), duduk (lungguh), berdiri (angadeg), berjalan (lumaku), berkata (angucap), diam (meneng(, dan tidur (anendra). Tetapi parameter sewajarnya itu berlaku untuk semua aktivitas kita. Kalau demi bisa makan durian Punggur lantas sengaja mengosongkan perut agar nanti bisa terisi durian banyak, wah.....rasanya kok berlebihan. Kanjeng Nabi menyilakan kita untuk makan, minum, berpakaian, dan bersedekah, tetapi "li ghairi syarafin wala makhilatin" (jangan untuk berlebih-lebihan dan bermewah-mewahan). Lebih baik "Nyucuk ngiberake." Makan duriannya bersama Bung Dede secukupnya saja. Sisanya dibawa pulang. Akan lebih baik lagi kalau ngundang perusuh di Rungkut, Cak Mul, untuk ikut mencicipinya.

imau compo

Teman yg kuliah di Jogja bisa cerita tentang karakter-karakter dan kelebihan budaya Jawa. Kadang mereka njawani pada hari-hari berikutnya. Ternyata Pak Mirza mengetahui lebih. Apa yg terjadi dengan mahasiswa kita yg kuliah di Barat malah lebih dari itu, mereka menjadi Barat tulen yg dibawa kembali ke tanah air bersama ilmunya. Ekonomi Liberal dibawa utuh padahal perlu diadaptasi kalau mau selaras konstitusi. Lagi pula ilmuwan-ilmuwan strukturalisme dikutip Sritua Arif dan Adi Sasono bilang, negara-negara liberalisme baru (peripheral) pada kenyataannya tidak pernah bisa maju hanya menopang kemajuan yg dicapai Barat. (Kebetulan lagi baca buku tua Sritua Arief dan Adi Sasono, maaf) 

mzarifin umarzain

Dulu ada gadis kembar? Ponti & Kunti? Kunti nakal, maka jadi Kuntianak setelah wafat? Ponti, orang baik2, maka jadi nama kota: Pontianak?

Agus Suryono

EMBOEN PONTIANAK.. Di Pontianak, Abah DIS tidak ketemu emboen. Ketemunya durian lokal dan senam dansa. Dalam hal senam dansa, Abah sudah berhasil "membuahkan" dua orang "pelatih senam lokal". Meski namanya tidak disebut. Di Pontianak, Abah tidak ketemu tidak ketemu "emboen". Karena di Pontianak ada "tugu Katulistiwa". Panas mataharinya mengigit. Emboen gak kuat panas.. ###Awalnya sebenarnya karena "terpaksa". Gara-gara "pelatih non lokal" yang namanya pakai "A", mbak A Nicky dan A Pipit tidak bisa didatangkan ke Pontianak. Ternyata akhirnya bisa datang. Biar bisa bantu makan durian lokal.

Udin Salemo

Kalau diajak makan durian Super Tembaga Klamunod, Abah Dis akan mengosongkan perut sejak pukul 12:00, senam disway dua jam. Asal makan duriannya gratis dan sepuasnya. Hahahaha......

Otong Sutisna

Kalau Abah bilang mau durian, saya ajak ke daerah Rajagaluh...ada durian lokal, namanya durian cinapel dan matahari....tak kalah makyos.... Apalagi kalau itu ngemut durian sambil merem, di musim angin Majalengka ini , begitu buka mata akan terlihat banyak tersingkapnya rok - rok yang akan membuat mata terbelalak, untuk seumuran Abah di jamin mati suri.....

Xiaomi A1

Kurang tegang, gak enak.. Terlalu tegang, bahaya.. Gak bisa tegang, kiamat dunia... Wkwk..

Xiaomi A1

Kandungan gizi durian per 100 gr.. Kalori: 147 kcal Karbohidrat: 27 gr Vit C: 19 mg Kalium: 436 mg Fungsi kalium bagi tubuh adalah sbg elektrolit larut yg menghantarkan "Listrik" Jadi tidak heran jika makan duren berlebihan dapat menyebabkan "tegangan tinggi" Salam :)

Liáng - βιολί ζήτα

Mbah Bitrik Sulaiman, Beberapa upaya untuk mengurangi kadar LDL : 1. Hindari Trans Fats atau Lemak Trans yang merupakan salah satu jenis lemak jenuh. Jika kita menemukan kata-kata pada kemasan minyak goreng "partially hydrogenated oil" ("minyak terhidrogenasi sebagian") itu berarti mengandung Trans Fats atau Lemak Trans. Akan lebih baik menggunakan Olive Oil atau Minyak Zaitun. 2. Jika kelebihan berat badan, turunkan 1-2 pound seminggu, itu aman bagi kesehatan. 3. Berolahraga setidaknya 2½jam seminggu. 4. Konsumsi Oatmeal, Apel, Plum, dan Kacang-kacangan yang kaya akan "serat larut". 5. Konsumsi Ikan dua sampai empat kali seminggu. Lemak Omega-3 dalam ikan tidak hanya menyehatkan jantung, tetapi akan menurunkan kolesterol dengan mengurangi paparan terhadap lemak jenuh. 6. Biasakan untuk menenangkan diri - santai, dengan berbagai aktifitas yang menyenangkan. 7. Penelitian menunjukkan bahwa makan setengah hingga satu siung bawang putih setiap hari dapat menurunkan kolesterol hingga 9%. 8. Merokok dapat meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.

bitrik sulaiman

Kemarin periksa LDL cholesterol. Hasilnya *240. Kata dokter sp jantung yg cantik bilang jangan makan gorengan. Di kasih obat Atorvastatin. Minum kala mau tidur. Memang senang ikan patin goreng dan sambalnya tempoyak. Jarang makan durian. Hanya sambal tempoyaknya hampir tiap hari. 

Xiaomi A1

Cakra Khan tampil di America's Got Talent.. Baru 2 jam di upload di yutub yg nonton udah hampir 200rb views, 4 orang juri semua sepakat bilang "YES" untuk penampilannya..luar biasa 

mau compo

Kampanye "Selamatkan Durian Lokal " memang pas diserahkan ke penulis CHD ini. Kata kuncinya juga sdh diberikannya, durian lokal hilang disapu oleh perluasan perumahan dan perkebunan sawit. Apalagi, produksi sawit ini, ternyata tidak melepaskan rakyat kecil dari kesulitan minyak goreng belum ini. Pemilik raksasa-raksasa industri sawit dan perumahan adalah teman penulis feature ini, efektif bila beliau yg mengingatkan mereka. Kampanyenya diperluas, penyelamatan kekayaan nabati Indonesia. Industri sawit telah memusnahkan spesies-spesies tertentu. Lebih gila, demam sawit merasuk ke seluruh negeri sehingga daerah-daerah yg tidak cocok ditanam sawit seperti Banten Selatan, Sukabumi dan bagian-bagian tertentu di Sumbar pun ditanam sawit. Pertahanan terakhir ada di kita karena Omnibus Law sudah meringankan atau meniadakan analisa dampak lingkungan pada pendirian industri baru. Ayo, Tuan 4t anda pimpin perusuh dalam kampanye ini. Saya tunggu pernyataan ketua perusuh utk resolusinya. 

Mahmud Al Mustasyar

Asyiiik .... Elon Musk setuju investasi besar²an di Malaysia, sebut Anwar Ibrahim setelah pertemuan secara virtual dgn Elon Musk. Kita tunggu saja giliran waktunya utk investasi di Indonesia.

imau compo

Beberapa tahun, sebelum pandemik covid, saya menikmati durian kampung Malaysia. Kakak yang memelihara kebun tuan tanah di sana, memilihkan durian-durian yang enak dari pohon-pohon yang berbeda. Jadi, lidah saya hampir tidak pernah merasakan durian yang tidak enak di Malaysia. Pernah ding, sekali saja. Berbeda dengan di kampung halaman sendiri, sering juga saya makan durian yang kurang enak karena asal buah durian yang tidak diketahui rapor pohonnya. Saya pilih ke Malaysia daripada pulang kampung untuk urusan durian ini. Memang di kampung halaman ada beberapa pohon milik orang-orang kampung yang diketahui persis enak tapi jumlahnya terbatas terkadang sudah diijon orang lain. Pak JK, mencermati best practice kakak di Malaysia, bolehkah kita memusnahkan pohon-pohon durian yang tidak enak dan mengganti dengan pohon baru atau sambung pucuk dengan entres unggul sehingga spesies yang tidak enak tadi musnah sama sekali?

Liam Then

Durian itu buah yang jujur, dimakan sembunyi-sembunyi pun tetap akan ketauan orang. Dulu waktu kecil sering makan durian sisa malam sebelumnya. Sampai disekolah, sering dipisuhi teman selepas bersendawa, bau durian. Sumbang prihatin saya kepada orang yang tercipta dengan syaraf penciuman yang tidak bisa mentolerir bau durian. Batasnya memang tipis, antara bau tak tertahankan dengan bau surgawi. Anda-anda tidak bisa menikmati, suasana seperti ini pickup durian lewat, kami penikmat durian menarik napas dalam-dalam. Sambil membayangkan pesta pora durian. Tak apalah saya kira, untung juga, jika semua tercipta suka dengan durian, durian bisa tambah mahal!! Segala sesuatu ada sisi positifnya. Durian lokal harus di bina. Sebagai orang Pontianak, daerah yang punya kultur menikmati durian level tinggi. Saya sering membayangkan kalo saja Walikota saya, punya kampanye menduriankan kota Pontianak, bisa tinggalkan legacy, -warisan, cukup dalam masa 7-8 tahun. Setiap rumah dengan pekarangan, dikasih bibit durian unggul lokal, hasil kultur anak fakultas pertanian Untan. Zaman sekarang orang tak takut lagi dengan pohon besar yang katanya jadi rumahnya genderuwo. Setannya sudah pindah sekarang. Kalo bagi-bagi bibit stek-an, okulasi atau tempel terjadi, bayangkanlah seluruh kota Pontianak bisa jadi kota durian. Tiap musim durian, rumah makan dan hotel bisa ikut panen, ketempatan pelancong penikmat durian dari seluruh nusantara. Durian bisa jadi pintu ekonomi juga.

Liam Then

Mbak Pipit adalah contoh dedikasi, apapun caranya cari cara untuk ke Pontianak. Salah satu cara yang di pilih Mbak Pipit, tajur tunggu di bandara, tunggu orang batal terbang. Saya juga akan tiru dedikasi mbak Pipit dengan tetap rajin rebahan.

Cindy Cindy

Ada yang menggantung tapi bukan buah durian. Apa itu? Ceritanya yang menggantung, tak memuaskan, bikin cenut-cenut. Gimana rasa durian Punggur, atau mungkin durian Balai Karangan, syukur-syukur kalau ada juga durian Tembaga. Abah Dahlan jago bercerita rasa durian. Bikin ngiler. Sayang tulisan hari ini tidak tuntas. Di Jln Tanjung Raya II hari-hari ini lagi ramai durian. Sayangnya Cindy masih di Kuching, nanti balik ke Pontianak nyari durian juga.

Udin Salemo

#everyday_berpantun 
karanggo samuik nan sirah/ 
digaduah mangko mangigik/ 
sumbayang jaan dunsanak lengah/ 
sabalun aja manjapuik/ 
ka medan ka batang toru/ 
pai mancaliak kamanakan/ 
walaupun banyak kawan baru/ 
kawan lamo jaan dilupokan/ 
Kayu surian ada di sebelah/ 
Di dekat toko jualan baut/ 
Durian yang enak itu adalah/ 
Saat berbunga dibelai angin laut/ 
Bobon keenakan tidur di lantai/ 
Dibangunkan menjelang pukul lima/ 
Pohon durian di dekat pantai/ 
Hasilkan buah enak semua/ 
Inyong suka makan semangka/ 
Semangka dari kebun pak Dirga/ 
Inyong tidak pula menyangka/ 
Abah Dis juragan tanah juga/

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : Disway.id

Komentar Anda