PON XX Papua 2020

Jatim Target Juara Umum

Ketua Umum KONI Jatim Ir Erlangga Satriagung. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – PON XX tahun 2020 yang akan berlangsung di Provinsi Papua 9 - 21 September 2020 masih setahun lagi.

KONI Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah memasang target juara umum. Meskipun sampai saat ini belum ada kepastian berapa cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. 

Dari 47 cabor yang rencananya akan dipertandingkan, 10 cabor diperkirakan akan dicoret. Namun sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi, cabor apa saja yang terdegradasi dalam daftar penyelenggaraan PON XX - Papua.

Ketua Umum KONI Jatim Ir Erlangga Satriagung menyebutkan, di tengah ketidakpastian itu, Jatim tetap memasang target juara umum di PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua. 

"Kita tetap pasang target juara umum, meskipun ada beberapa cabor
potensial medali emas yang terdegradasi," kata Erlangga di Kantor KONI Jatim, Jalan Kertajaya Indah Surabaya, Selasa (1/10) pekan lalu.

Dalam perjalanan PON, Jatim telah dua kali juara umum. Yakni di PON XV 2000 di Jatim dan PON XVII 2008 di Kalimantan Timur.

Sepanjang sejarah PON yang diselenggarakan sejak tahun 1948, tercatat DKI Jakarta 11 kali menjadi juara umum, kemudian Jawa Barat 4 kali dan Jatim 2 kali.

Terakhir Jawa Barat keluar sebagai juara umum saat menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XIX tahun 2016. 

TUAN RUMAH MINTA KEPASTIAN

Sementara itu, Pemprov Papua sebagai tuan rumah telah meminta KONI Pusat agar segera memutuskan cabor-cabor yang dicoret.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Papua, Alexander Kapisa, mengatakan pihaknya sudah mendesak KONI Pusat agar menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang 37 cabor yang pasti dipertandingkan. Apalagi, 10 cabor yang akan dicoret sudah jelas. Hanya, KONI Pusat yang belum secara resmi merilis.

“SK tersebut sangat kami butuhkan, utamanya karena terkait penyiapan venue. Kami perlu menyiapkan tempat-tempat yang sudah pasti akan digunakan untuk menggelar pertandingan PON. Tanpa SK tersebut kami cukup sulit bergerak,” ujar Kapisa.

Alexander-Kapisa38c5c.jpgKadispora Papua Alexander Kapisa. (FOTO: kawattimur.com)

Kadispora Papua mengatakan, PON adalah harga diri bagi Papua. "Tidak akan terulang 10-20 tahun ke depan. Jadi kami ingin berjalan sesuai yang dijadwalkan," kata dia menegaskan. "Saat ini kesiapan sarana prasarana masih jauh, negara harus hadir untuk persatuan bangsa Indonesia." 

Kadispora Biak Yunus mengakui untuk penyelenggaraan PON 2020 Provinsi Papua telah ditetapkan lima wilayah daerah penyelenggara. Yaitu Kabupaten Biak Numfor, Jayapura, Mimika, Merauke dan Kabupaten Jayawijaya.

Untuk Kabupaten Biak Numfor, menurut Kadispora Yunus, telah ditunjuk Pemprov Papua sebagai salah satu daerah sebagai penyelenggara PON 2020.

"Berbagai sarana prasarana pendukung penyelenggaraan PON 2020 Papua sedang dalam persiapan pembangunan venue cabang olahraga hoki. Untuk pembangunan fisik venuenya sudah ada kepastian segera dibangun di Biak Numfor," ujarnya.

Berdasarkan data untuk persiapan penyelenggaraan PON 2020 Papua sudah dilaksanakan rapat Ketua Panitia Besar PON yang juga Gubernur Papua, Lukas Enembe, dengan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat serta Bappenas.

Sementara itu, KONI Jatim tetap menjalankan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk seluruh cabor. Sampai ada keputusan KONI Pusat tentang jumlah cabor yang dipertandingkan dalam PON mendatang.
"Sampai saat ini Puslatda masih tetap jalan seperti biasa," ujar Erlangga.

Tim cabor bridge yang disebut masuk dalam cabor yang akan dicoret tetap mempersiapkan atletnya. "Bahkan bulan Desember depan akan berlangsung Pra PON dan Kejurnas di Jakarta," kata Ir Bambang Prijambodo Ketua Harian Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Jawa Timur.

Dalam PON XIX di Jawa Barat 2016, Tim Bridge Jatim berhasil meraih satu medali emas dan satu perak. (*)

Pewarta : Yamin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda