Bergerak karena Infak

COWASJP.COM – Dua foto kiriman dari Banjar Negara itu sungguh membuat saya gembira. Tampak 20 warga desa. Emak-emak semua. Mereka tampak bangga dengan kain bermotif dedaunan hasil karyanya.

Kain itu memang istimewa. Itulah kain ecoprint untuk jilbab. Kain tersebut dihasilkan melalui program pelatihan produksi di desa Merden, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Setelah pelatihan perdana pada hari Sabtu dan Minggu, pelatihan kedua dimulai hari ini dan besok (Rabu 2 Oktober 2019) pagi. Lokasinya pindah ke desa Mertasari. Tetangga desa Merden. ‘’Peminatnya melebihi kuota. Mungkin karena sudah melihat hasil pada pelatihan perdana,’’ kata Bu Pupung Pursita, ahli ecoprint yang menjadi pelatih.

Lagi-lagi Bu Pupung mengirimkan foto. Suasana lokasi pelatihan di desa Mertasari itu. ‘’Bapak-bapaknya menyiapkan tempat penjemuran kain. Ibu-ibunya berburu daun-daun,’’ kata sarjana seni rupa alumni Universitas Negeri Jakarta itu.

Kegiatan pelatihan produksi kain ecoprint di Banjarnegara merupakan tahap pertama dari program pemberdayaan ekonomi perempuan Lazismu. Dengan biaya sepenuhnya dari dana infak Wardah Cosmetics. 

Setelah pelatihan produksi, masih ada beberapa pelatihan lagi. Antara lain, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran serta promosi online.

joko1.jpgJilbab ecoprint karya Ibu-Ibu Banjarnegara.

Pesertanya berbeda. Pelatihan produksi diikuti warga desa sebagai perajin. Sedangkan pelatihan manajemen dan pemasaran serta promosi akan diikuti tim yang akan mengelola bisnis kain ecoprint itu. 

Pelatihan manajemen, pemasaran dan promosi online akan diberikan para praktisi dan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Usaha jilbab ecoprint di Banjarnegara merupakan satu rintisan. Skalanya masih pilot project. Diharapkan pada bulan keenam, usaha yang diberi modal kerja Rp 237 juta itu sudah mulai bisa diduplikasi di kelompok lainnya. Lokasinya tetap di Merden dan Mertasari, Banjarnegara, agar menjadi destinasi wisata industri kain ecoprint.

Banyak dampak ekonomi kalau industri kain ecoprint bisa menjadi destinasi wisata baru. Desa Merden dan Mertasari kelak akan banyak dikunjungi wisatawan yang ingin belajar membuat kain ecoprint. 

Belajar dua hari berarti akan menginap semalam. Menginap semalam berarti akan melahirkan bisnis home stay, restoran, oleh-oleh khas dan jasa-jasa lainnya. Ekonomi desa bergerak karena dana infak.(*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda