Saat Alumni IKIP Yogya Melukis di Laguna Depok

Dokumentasi Festival Dayung pun Menjadi Beda

Herjaka saat beraksi mengabadikan Festival Dayung 2019 di Laguna Pantai Depok.

COWASJP.COM – Dokumentasi kegiatan biasanya berupa foto digital. Bagaimana jika dokumentasi kegiatan dalam wujud yang berbeda? 

FESTIVAL Dayung 2019 memperebutkan trofi Bupati Bantul digelar, Sabtu (7/9). Dalam rangkaian acara seharian itu, ada sekelompok orang yang mengabadikan festival di Laguna Pantai Depok, Bantul ini. Mereka tidak mendokumentasikan secara digital. Tapi, berupa goresan cat minyak dan akrilik. Dokumentasi digital harus dicetak dulu, yang ini sudah 'tercetak' di atas kanvas ukuran 70 x 90 cm. 

Beragam ekspresi mewujud dari 20 peserta melukis bersama itu. Kedua puluh perupa tersebut anggota Paseriyo, Paguyuban Alumni Seni Rupa IKIP Yogya. Mereka mengabadikan event dayung tersebut dengan sudut pandang masing-masing. Hasilnya?

erwan1.jpgHajar Pamadi, "lurah" Paguyuban Alumni Seni Rupa IKIP Yogya (Paseriyo) saat melukis bareng di Laguna Pantai Depok, Bantul.

Petrus A Herjaka, yang terkenal dengan ciri figur wayang menampilkan kemeriahan festival dengan figur khasnya. Karya-karya lukisnya selalu memakai 'model' dunia pewayangan untuk menyampaikan pesan kepada penikmatnya. Termasuk karyanya saat melukis bareng di Laguna Pantai Depok, Bantul ini. 

Tampak para pendayung melaju di atas dayungnya. Ombak kecil membayang di belakangnya. Panggung kehormatan berdiri tegak di tepi Laguna. Umbul-umbul dari sponsor acara pun berkibar-kibar menjadi latar depan.

erwan2.jpg

Kemeriahan Festival Dayung 2019 tidak hanya nampak pada karya Herjaka. Kemeriahan itu juga nampak pada karya Fahru Rozi yang sangat impresif. Guru seni satu sekolah di Bantul ini, kendati mengambil sudut berbeda dengan Herjaka, tetap menampakkan umbul-umbul dan panggung utama Festival Dayung 2019. Karya Heni Lanank juga lekat dengan kemeriahan acara. Dia memilih mengabadikan acara dari dekat pintu masuk Laguna yang meriah dengan umbul-umbul dan panggung. 

Rombongan Paseriyo ini dikomandani Doktor Seni Rupa yang dikenal dengan karya 'Rajah', Hajar Pamadhi. Berbeda dengan Herjaka. Hajar memilih mengabadikan sudut Laguna Depok dari sisi yang lain. Hajar mengambil spot sebelah kanan panggung. Tetap menggambar Laguna dengan perahu-perahunya.

erwan3.jpgDjoko Maruto, alumni yang juga dosen di UNY, ikut aksi melukis bersama.

Faisal Budiharso juga memilih mengabadikan perahu yang ditambatkan di dermaga ke dalam kanvasnya. Dewantoro juga mengambil 'dokumentasi' dari sudut yang sama dengan Faisal. Dari sudut Laguna Depok yang lain, Wasis Subroto pun mengabadikan perahu-perahu 'nganggur' di tepi Laguna ke dalam pelampiasan estetiknya.

Begitulah, aksi para perupa tersebut menjadi atraksi menarik destinasi wisata yang mulai identik dengan olahraga dayung ini. Selain menjadi atraksi tersendiri yang bisa menarik wisatawan, lukisan yang dihasilkan dari aksi para perupa ini bisa menjadi dokumentasi acara yang berbeda. Yang lain daripada biasanya. 

Jika dikemas dengan lebih baik, dipromosikan jauh-jauh hari, bukan tidak mungkin lukisan-lukisan hasil aksi on the spot ini menjadi suvenir. Dibeli oleh para wisatawan yang berkunjung. Menjadi kenang-kenangan tak terlupakan. Sehingga satu poin Sapta Pesona terpenuhi dengan kegiatan ini.

erwan4.jpg

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan potensi Laguna Pantai Depok sangat besar. Pihaknya pun terus berupaya menambah atraksi maupun amenitas layanan bagi wisatawan. Penataan kawasan parkir, kios kuliner, termasuk kesiapan petugas penyelamatan terus menjadi perhatian utama. 

“Atraksi yang dibarengkan dengan Festival Dayung ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan untuk datang ke Laguna Pantai Depok. Digelar sampai petang karena Laguna Pantai Depok merupakan tempat melihat sunset paling pas,” tegas Kwintarto.

Pujian atas berbagai kegiatan dalam Festival Dayung 2019 ini datang dari Bupati Bantul Suharsono. Saat menyampaikan sambutan sebelum pemberian hadiah bagi para juara Dayung, Suharsono menyampaikan apresiasi atas kreativitas panitia. Suharsono berharap event yang dapat meningkatkan kunjungan wisata seperti ini terus dikembangkan. Digarap lebih baik dan lebih menarik. “Pariwisatanya dapat, pembinaan olahraganya dapat,” katanya.

erwan5.jpgBupati Bantul Suharsono saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang Festival Dayung 2019.

Festival Dayung 2019 ini memang menjadi ajang pembinaan atlet dayung Bantul menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY. Digelar di Laguna Pantai Depok dari pukul 08.00 hingga 17.00. Selain dimeriahkan atraksi para perupa Paseriyo, juga diisi dengan Senam Sunset Laguna bersama Bantul Mantul with Minoels. Ada Music Performance dan Instagram Photo Contest. Dan tentu saja ada suguhan kuliner khas Bantul.

Berbagai atraksi seharian itu memang berakhir hingga matahari terbenam atau sunset. Karena memang destinasi di muara Kali Opak ini memiliki daya pikat menawan saat sunset. Bahkan oleh Dinas Pariwisata Bantul sudah mulai dirintis untuk menghidupkan wisata malam. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda