Jalan-Jalan, Mampir-Mampir

Rani pemilik Coffee Shop di Bandung. (FOTO: Joko Intarto)

COWASJP.COM – Pagi ini (20 Agustus 2019) saya berangkat ke Jogja lagi. Naik mobil berdua saja. Ditemani anak kedua. Saya mau menghadiri wisuda sarjana anak sulung di Universitas Gadjah Mada.

Sesibuk apa pun, saya bertekad datang ke wisudanya kali ini. Maklum, saya belum pernah hadir dalam beberapa kali wisudanya: Saat lulus TK, SD, SMP dan SMA.

Acara wisudanya sendiri berlangsung tanggal 22 Agustus. Tapi saya berangkat dua hari lebih awal. Soalnya mau mampir-mampir di Bandung. Siang ini saya ada agenda business meeting dengan Bu Rani, pengusaha coffee shop dan pemilik perkebunan kopi di Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

Akan ikut dalam meeting ini, dua sohib saya di Bandung: Dharono Trisawego dan Gusdiar. Dharono dulu teman seprofesi. Sekarang pengusaha sepatu booth custome dan agen pemasaran property. Gusdiar pengusaha kopi.

Diskusi dengan Bu Rani dijadwalkan pukul 14:00. Tema yang dibahas sebenarnya enteng-entengan. Soal webinar.

Bu Rani ingin mengajar bisnis secara online. Menggunakan webinar di Sekolah Wira. Dia ingin berbagi pengalaman liku-liku menjalankan bisnis kopi dari hulu ke hilir. Kebetulan, dia memiliki perkebunan kopi di Gunung Halu dan coffee shop di Bandung.

Selain berbisnis kopi, sebenarnya Bu Rani juga punya pengalaman dalam bisnis lain. Dia pernah berdagang kue dan bisnis handycraft untuk pasar ekspor. Tapi berbagi pengalaman berbisnis kopi menurut dia lebih menarik. Sesuai dengan tren bisnis kaum milenial.

Setelah pertemuan itu, saya baru akan meneruskan perjalanan ke Jogja. Mungkin setelah makan malam. Ada rumah makan yang tidak pernah saya lewatkan kalau ke Bandung: Bakso Malang Enggal di Jalan Burangrang.

Meski acara wisuda berlangsung tanggal 22 Agustus, saya tidak bisa langsung pulang ke Jakarta. Mesti menginap sehari lagi. Masih ada undangan yang tidak boleh dilewatkan: rapat Lazismu usai salat Jumat tanggal 23 Agustus.

Dari Jogja perjalanan dilanjutkan ke Purwodadi Grobogan. Mampir lagi menengok ibu yang tidak bisa menyaksikan cucunya diwisuda.

Menginap semalam, perjalanan ke Jakarta dilanjutkan hari Sabtu. Lewat Semarang. Tentu saja setelah ngopi di Blue Lotus Café milik Pak Harjono, teman baik saya.

Menurut saya, Blue Lotus adalah coffee shop terbaik di Semarang. Serasa belum ke Semarang kalau belum mampir di sini.

Alhasil, karena mampir-mampir, hari Minggu kemungkinan besar baru tiba di Jakarta lagi. Terpaksa satu acara hari Sabtu, 24 Agustus saya batalkan: Pelatihan mengajar online menggunakan webinar. Pelatihan harus diundur pada hari Sabtu, 1 September.

Kepada empat kawan yang sudah mendaftar, saya minta maaf. Apa boleh buat. (*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda