Percaya pada Proses

Dari kiri: Dr Aqua Dwipayana, Tubagus Adhi (penulis), Marciano Norman (Ketua Umum KONI Pusat). (FOTO: CoWasJP)

COWASJP.COM – Dua pekan terakhir ini aku menerima kiriman dua paket buku. Satu dari Bandung, lainnya dari Jakarta. Dari Nasmay L. Anas, di Cipadung Kidul, Bandung, dengan senang hati kuterima tiga buku, "Obama vs Osama, Dalam Perang Melawan Teror", "Revolusi 212", dan "Gadis Pulau, Sebuah Novel". 

Dari kesenyapan di sebuah sudut ibu kota Daryadi mengirim pula tiga buah bukunya. "Kiprah Ahsan-Hendra", "Owi & Butet", dan "Sejarah Perjalanan KONI, 1938-2019". Buku yang terakhir disebarkan bertepatan dengan Musornaslub KONI, pekan lalu, yang memastikan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman sebagai 'panglima tertinggi' KONI Pusat 2019-2023 setelah ditetapkan secara aklamasi menggantikan Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman yang sudah memimpin KONI Pusat selama dua periode, delapan tahun.

Tiga buku Nasmay L. Anas diterbitkan di delapan tahun terakhir, dari kurun waktu 2011 hingga 2018. Sebenarnya sudah empat buku yang dihasilkannya, namun dia tak lagi menemukan "Doa untuk Bidadari" di lemari buku-bukunya. 

"Kalau sudah ada lagi stoknya pasti saya kirim, saudaraku," begitu antara lain dituliskan Nasmay dari Bumi Panyileukan sesaat setelah kukabarkan kiriman bukunya sudah kuterima.

Kalau sudah rezekinya memang tidak akan ke mana-mana. Begitu yang kutahu. Aku sudah puluhan tahun tidak bertemu Nasmay L. Anas. Kebersamaan kami terangkai di antara 1989 sampai sekitar 1991, ketika kami sama-sama dalam keluarga besar 'Jawa Pos' Jakarta. Nasmay lebih lama lagi berada di sana, sekitar delapan tahun setelahnya. Tuhan punya cara aneh mempertemukan kami lagi, di acara silaturahmi Konco Lawas (Cowas) JP Jakarta -- Perkumpulan para mantan karyawan Grup Jawa Pos -- yang digagas Aqua Dwipayana beberapa waktu lalu di Hotel Mercure Cikini milik Vence Suardana. Sebuah momen yang memperkuat keyakinanku atas 'The Power of Silaturahim'. 

tb.jpgReuni Cowas JP Wilayah Jabodetabek, Rabu 19 Juni 2019. (FOTO: CowasJP)

Percaya atau tidak percaya, ada hubungannya secara intuitif atau tidak, ada pertautan antara pertemuan di Silaturahmi Cowas JP di Mercure Cikini dengan Musornaslub KONI yang digelar beberapa hari kemudian di Hotel Sultan, Senayan. Di acara Silaturahmi Cowas JP itu Aqua Dwipayana mempertemukan kami dengan Marciano Norman. Aqua ternyata sudah sejak lama bersahahat dengan mantan Pangdam Jaya dan Kepala BIN itu. 

"Lho pak Adhi juga Cowas toh?" Ucapan Pak Marciano Norman itu yang kuingat kala kami secara tak terduga duduk bersebelahan. Pernah sekian lama tinggal di Surabaya, Marciano Norman mengaku pembaca setia Jawa Pos dan sekaligus mengagumi Dahlan Iskan, salah satu pendirinya.

Pada Silaturahmi Cowas JP itulah Aqua Dwipayana mengemukakan keyakinannya bahwa untuk sekarang ini tidak ada tokoh olahraga seperti Marciano Norman yang memiliki visi, misi dan keinginan kuat memajukan KONI Pusat....

Nasmay L. Anas, di desk internasional, dan aku di olahraga, merasakan masa-masa yang indah saat menambah wawasan & pengetahuan di (kantor Jawa Pos Biro Jakarta) Jalan Prapanca 40 itu. 'Jawa Pos' bukan media pertama yang kurambah, tetapi dari rentang waktu yang kuhabiskan di sini, semuanya sarat dengan kenangan. Saat di 'Jawa Pos' pula aku melepas masa lajang. Kala bayi, anakku yang pertama sering menghabiskan malam-malamnya di ruang tunggu kantor, tentu bersama istriku. Kami lalu pulang bertiga setelah kuselesaikan kewajibanku, seringkali di larut hari. Dalam balutan pakaian tebal yuniorku terlelap dalam dekapan mamahnya, sementara Yamaha RX King yang kukendarai menembus dingin dan pekatnya malam.

tb1.jpgKiriman buku dari Daryadi. (FOTO: CowasJP)

Aku tak tahu apakah 'moment-moment opname' di masa lalu itu yang secara konsideran mempengaruhi pilihan yuniorku untuk mengikuti jejakku di dunia jurnalistik belasan tahun kemudian. Aku hanya berharap dan terus berdoa, hingga saat ini, agar dia senantiasa bahagia dengan apa yang ditekuninya. Yang aku fahami, Tuhan selalu punya cara untuk menolong umatnya yang terus berusaha. Jadi, aku juga mencoba untuk berbahagia dengan pilihan-pilihan anakku. 

"Ade nggak mau jadi wartawan," kata anakku yang kedua, si bungsu, perempuan. Aku yakin dia juga 'all-out' dengan pilihannya, dan aku percaya Tuhan juga membantunya sehingga dia mampu bertahan. 

Aku bahagia dengan sepasang anak yang menembus kedewasaannya dengan luar biasa....

Thanks a lot, Nasmay L.Anas. kiriman tiga buah bukumu sekaligus telah membuka kembali bagian dari fragmen perjalananku di masa lalu. 

Terimakasih, bro Daryadi. Kita pernah sama-sama melakukan liputan bulu tangkis. Tetapi, kau lebih beruntung untuk tetap eksis berada di tengah-tengah interaksinya, dan dengan beragam persfektif yang kau miliki mampu merangkum seluruh pergulatan di sana. Buku-bukumu memberi pencerahan dan sangat menginspirasi. Teruslah berkreasi.

tb2.jpgKiriman buku dari Nasmay L. Anas. (FOTO: CowasJP)

Aku percaya pada proses. Proses itulah yang membuat Nasmay L. Anas, Daryadi dan Marciano Norman merengkuh keberhasilan-keberhasilannya. Seluruh pencapaiannya merupakan akumulasi dari berbagai proses. Demikian juga dengan yang lain..

Percaya pada proses. Itu juga yang antara lain kusampaikan saat memberi pengarahan pada acara "Orientasi Wartawan Anggota Muda PWI Jaya 1/2019", akhir pekan lalu di Sekretariat PWI Jaya, lantai 9 Gedung Sasana Prasada Karya. Rasa-rasanya aku tidak banyak mengurai penjelasan terkait PD-PRT (Pedoman Dasar & Pedoman Rumah Tangga) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sepertinya aku justru 'curcol'. Bagaimana lebih sulitnya menjadi wartawan sekarang ini. Bagaimana suatu saat nanti aku bisa lebih fokus untuk menulis buku. Bagaimana aku juga menyimpan impian menjadi pengajar. Berdiri di muka kelas seperti ini, lalu berbicara tentang dinamika yang terjadi di seputar dunia yang ditekuni.

Seringkali mungkin kau membayangkan dirimu di masa lalu.

Aku juga begitu.

Tetapi masa lalu tak mungkin bisa kembali..(*)

Penulis: Tubagus Adhi, wartawan senior di Jakarta.

Pewarta : Tubagus Adhi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda