Rumah Jurnalistik di Kabupaten Madiun

Diresmikan tokoh pers nasional Parno Hadi. (FOTO: CowasJP)

COWASJP.COM – Suasana Rumah Belajar Dompet Dhuafa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kab. Madiun  Minggu pagi benar-benar meriah. Meski sederhana, namun peresmian pengajaran jurnalistik yang dilakukan oleh Inisiator Dompet Dhuafa Parni Hadi, sangat memberikan pencerahan kepada warga setempat.

Pak Parni Hadi pendiri Harian REPUBLIKA dan mantan Direktur RRI, yang terlahir di Rejosari jelas menginginkan warga desa itu cerdas dan sehat. Karena itu, selain rumah masa kecilnya dipergunakan untuk Rumah Belajar, di sampingnya telah dibuka Gerai Sehat yang juga telah dilengkapi tenaga dokter.

Perihal pengajaran jurnalistik untuk anak-anak desa sekitarnya diharapkan akan tercetak insan-insan bermental wartawan seperti juga dirinya. '''Wartawan itu kritis dan komprehensif,'' katanya.

Bahkan sebagai mantan wartawan  Pak Parni Hadi menilai wartawan profesional itu tidak bisa dibeli, da punya ketegaran sikap. Karena itu menurutnya, pembelajaran jurnalistik sangat perlu dan penting diajarkan kepada anak-anak penerus generasi bangsa.

Rumah-Jurnalistik-2.jpgAlunkan lagu Sugih Tanpa Bondho ciptaan RM Sosro Kartono (kakak Ibu RA Kartini). (FOTO: CowasJP)

Secara terpisah, beliau pun minta kepada saya, ''Didik mereka dengan baik, bukan hanya sekadar bisa menulis, tapi juga punya prinsip yang kuat,'' kata mantan dosen saya di Lembaga Pers Dr Soetomo, Jakarta ini.

Saat ini sudah ada pembelajaran Seni Tari, Seni Beladiri, Bahasa Inggris dan Jurnalistik di Rumah Belajar ini.

Anak-anak tari menampilkan dua tarian dan anak jurnalistik mendendangkan lagu karya RM Sosro Kartono (Kakak Ibu Kartini) yang berjudul Sugih Tanpa Bondho. Lagu yang sederhana ini penuh makna, paling tidak mengingatkan kepada kita bahwa kekayaan manusia palimg hakiki adalah ILMU. Dan ilmu itulah yang sedang mereka gali di Rumah Belajar Dompet Dhuafa. (*)

Pewarta : Santoso
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda