Lebih Dekat dengan Dhimam Abror (4)

Suka Menolong dan Low Profile hingga Kini

Riamah Mispan Douliat (kanan) bersama Dhimam Abror. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Riamah Mispan Douliat (59), Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur yang membawahi Stikosa AWS, memiliki kesan positif atas Dhimam Abror, Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN). 

Berikut pengakuan perempuan berdarah Bugis itu yang disampaikan dengan gaya bertutur:

----

Mohon maaf jika saya berlebihan dalam melihat peluang Mas Abror untuk lolos ke Senayan. Tetapi, saya yakin puluhan ribu orang di Surabaya dan Sidoarjo insya Allah akan mencoblos namanya dalam Pileg 17 April nanti.

Dhimam-Abror-2.jpg

Menurut saya, Mas Abror memang pantas jadi wakil rakyat di DPR RI. Dia pintar, gampang bergaul dan bisa menempatkan diri di lingkungannya.  

Kalau tidak pintar, maka tak mungkin dia pernah dipercaya tokoh sekelas Dahlan Iskan sebagai Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos. Dia juga pernah menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur. Di Stikosa AWS, sekarang Mas Abror tercatat sebagai salah satu dosennya.

Kalau Mas Abror tidak hebat, tentu dia akan kedodoran lulus program doktoralnya di bidang ilmu komunikasi di Universitas Pajajaran Bandung. Setahu saya, Mas Abror tak mengalami kesulitan apa pun ketika meraih gelar doktornya itu.

Kelak jika sudah di Senayan, saya berharap dia memberikan perhatian ekstra di bidang kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja. Khususnya di Surabaya dan Sidoarjo, sesuai Dapil Pilegnya sekarang ini.

Jangan dikira Surabaya dan Sidoarjo tidak memiliki daerah yang kumuh. Begitu pula masalah kemiskinan sebagian warganya.

Kalau melihat respektasinya terhadap teman-temannya sepanjang yang saya ketahui, maka saya yakin Mas Abror mampu mengerjakan tugasnya secara baik. Sebab, saya mengenalnya sebagai sosok yang penuh perhatian. Gampang mengulurkan bantuan.

Beberapa kali saya dan teman-teman minta bantuan kepadanya. Dan, dia benar-benar membantu, tanpa banyak syarat. Tidak banyak basa-basi dan pamrih.

Ketika kami butuh unit bus untuk kunjungan ke Solo bersama puluhan wartawati di Surabaya, misalnya, Mas Abror langsung membantu untuk pengadaan bus tersebut. 

Sssst... dia bukan hanya mencarikan busnya saja, melainkan juga memberikan uang saku untuk kami semua.

Tetap Abror yang Dulu

Karena itulah saya menilai sosok Mas Abror sudah waktunya dipercaya sebagai wakil rakyat. Sikapnya tak berubah, sejak saya pertama kali mengenalnya pada tahun 80-an.

Mas Abror dulu dan Mas Abror yang sekarang, ya sama saja. Tidak gila hormat. Tidak jaim, atau sok jadi orang. Saya tahu, lho...ada beberapa orang teman yang sikapnya berubah drastis setelah menduduki jabatan penting. Entah sebagai pejabat publik, atau punya kedudukan tinggi di kantornya.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi diri Mas Abror. Dia tak pilih-pilih dalam berteman. Setiap saat saya menelepon atau menghubunginya via WA, pasti diterima atau dibalasnya secara cepat. 

Hal-hal kecil itulah yang makin menguatkan kesan saya, bahwa  Mas Abror adalah sosok yang baik. Tokoh ini punya integritas sebagai teman dan partner kerja. 

Jangan Terjebak Arus

Kelak jika dia terpilih ke Senayan, saya hanya berharap dia tidak ikut-ikutan arus yang tidak benar.  

Saya ingin Mas Abror tetap seperti sekarang ini. Tak usah ikut-ikutan politikus yang hanya mementingkan golongan atau urusan pribadinya saja.

Intinya, janganlah jadi politikus yang pada pagi hari bilang 'kedelai', namun pada sore hari ucapannya berubah jadi 'tempe'. (*)

Penulis: Riamah Mispan Douliat, Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Wartawan Jatim.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda