Umroh The Power of Silaturahim III (16)

Ketika Allah Memanggil

COWASJP.COM – Tidak satu pun dari 50 anggota rombongan Jamaah Umrah Power of Silaturahim III yang tahu sejak awal bila mereka akan berangkat menuju Baitullah.

Ketika kabar itu datang, bagai petir di siang bolong, mengejutkan. Bahkan awalnya tentu ada yang tidak percaya dengan kabar gembira itu.

Ketika kabar itu berubah menjadi sebuah kepastian, berbagai perasaan dan reaksi dialami dan dilakukan. Ada yang menangis haru hingga tersedu-sedu. Tetapi juga ada yang diam seribu ba(ha)sa, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Cukup lama tentu menenangkan hati yang bahagia bercampur haru. Antara kegembiraan dan ketidakyakinan.

 Setelah semua berproses. Barulah ke 50 calon tamu Allah itu merasa, keberangkatan ke tanah suci semakin dekat. 

mondry.jpgMondry (tengah) ketika mengambil perlengkapan umroh untuk jamaah POS III Malang.

Mungkin sebagian besar sudah tidak sabar untuk menjawab panggilan Allah. Labaik Allahumma labaik. Kami datang memenuhi panggilanMu ya Allah.

Di balik segenggam gembira itu, tentu terbersit pertanyaan. Mengapa Allah memanggil saya (kami).

 Padahal kami bukanlah siapa-siapa. Justru mungkin hamba Allah yang banyak berdosa, karena lalai dalam melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah.

Tapi itulah garis kehidupan itulah takdir. Itulah ketentuan Allah terhadap setiap hamba-Nya. Manusia hanya dapat berdoa dan ikhtiar. Tidak seorang pun yang tahu tentang kehendak dan ketentuan Allah. 

Namun satu yang dapat diyakini. Allah menentukan sesuai kehendak-Nya. Inilah mungkin kehendak Allah terhadap 50 orang hamba-Nya.

Allah tidak mengundang orang mampu untuk menjadi tamu di rumah-Nya, Baitullah. Karena banyak orang mampu, tetapi tidak berangkat juga.

mondry1.jpg

Allah memampukan hamba yang dipanggil dengan cara yang Allah kehendaki. Termasuk menggerakkan hati hamba-hamba Allah untuk membantu saudaranya untuk berangkat.

Nama-nama mereka, hamba-hamba Allah, yang digerakkan hatinya untuk membantu 50 calon tamu Allah tentu sudah diketahui.

Itulah salah satu cara Allah memanggil hamba-hamba yang dikehendaki untuk menjadi tamunya. Kepada Allah kita bersyukur, kepada hamba-hamba yang digerakkan Allah hatinya, kita semua berterimakasih. Semoga Allah membalas semua kebaikan itu di dunia dan akhirat.

Akhirnya marilah kita menyerah pasrah tanpa reserved menerima takdir dan kehendak Allah dengan hati yang tertunduk kepada-Nya.

Dalam lubuk hati, silahkan menyeru panggilan Allah dengan tetesan air mata tulus sebagai hamba yang tunduk.

Labaik Allahumma labaik. La syarikalq kalabaik. Innal hamda, walni'mata...... (*)

Penulis: Mondry, anggota rombongan Umroh POS III.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda