Rekor MURI No 8.666 Itu Dicatat di Candi Banyunibo

COWASJP.COM – Stagen berwarna oranye itu meliuk-liuk di lapangan Candi Banyunibo. Bagaikan seekor naga menari. Dibawa oleh sebanyak 110 santri dari Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Muhammadiyah Bokoharjo Prambanan. 

Wow, naga menari eh... stagen panjang itu membentuk angka 102. Angka yang melambangkan usia Kabupaten Sleman. Kabupaten dengan sebutan Daerah 1001 Candi.

Pertunjukan spektakuler itu berhasil menorehkan catatan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Tercatat pada Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor Stagen Terpanjang dengan nomor 8.666. 

Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Upaya mengangkat dan menghidupkan kembali potensi stagen di Kabupaten Sleman serta memperingati Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, sekaligus masuk Rekor MURI. Masih pula berkesempatan promosi kuliner khas Banyunibo: Nasi Telang.

rekor-muri1.jpg

Kerja bareng Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) serta para pendukung acara patut diapresiasi. Acara yang diselenggarakan pada hari Minggu 7 Okober 2018 di kompleks Candi Banyunibo, Sleman pun berlangsung sukses. Melebihi target.

Pada awalnya, panjang stagen yang didaftarkan ke MURI adalah sepanjang 1.001 meter. Namun, berdasarkan hasil pengukuran ulang yang dilakukan Museum Rekor Indonesia, ternyata stagen yang digunakan memiliki panjang 1.016 meter. 

Acara juga dimeriahkan dengan aksi donor darah, aneka bazaar, pentas seni. Dan tentu saja pengunjung dapat menikmati nasi telang yang merupakan jajanan khas kawasan Candi Banyunibo. Salah satu andalan Pasar Digital Banyunibo yang diinisiasi Genpi Jogja.

Stagen sepanjang 1.016 meter ini dibuat sendirian oleh Jumilah (50 tahun), warga Pingitan, Sumberarum, Moyudan, Sleman. Jumilah mengerjakan stagen ini dalam waktu satu setengah bulan dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Mewakili BPPS, Jajang Sukendar menjelaskan bahwa acara digelar untuk menginformasikan bahwa stagen masih ada di Sleman. Bahkan stagen juga diminati oleh pasar mancanegara, terutama Timur Tengah. 

rekor-muri2.jpg

Jajang juga menjelaskan sebagian stagen disumbangkan ke masyarakat sekitar Candi Banyunibo. Dan sebagian yang lain dilelang. Hasilnya disumbangkan untuk korban musibah gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo MSi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan BPPS atas terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menceritakan jika pada masa lampau setiap keluarga memiliki setidaknya dua buah stagen. Namun seiring dengan perkembangan zaman, stagen mulai terpinggirkan karena masyarakat lebih menggunakan jeans, rok dan pakaian lainnya.

rekor-muri3.jpg

Namun, dengan tangan-tangan inovatif UKM di Sleman bagian barat, stagen dapat diolah menjadi berbagai inovasi mulai dari tas, dompet, peci, syal dan sebagainya. Sehingga stagen menjadi lebih mendunia. 

Bupati Sri Purnomo berharap acara pencatatan rekor ini mampu mengangkat produk olahan ATBM yang dikembangkan oleh UKM-UKM di Kabupaten Sleman.

Rangkaian acara pencatatan rekor stagen sepanjang 1001 meter ini, juga diisi dengan "Slebor Pit" (Sleman Bebarengan Ngepit). Acara ini diikuti 200-an goweser. Mengambil start dari Lava Bantal, dengan menempuh jarak kurang lebih 15 km. Para goweser melalui berbagai destinasi mulai dari Jambu Dalhari, sentra batik pewarna alam Karongan, Goa Jepang dan Candi Banyunibo.

rekor-muri4.jpg

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si mengharapkan kegiatan ini bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman. Dan sekaligus menjadikan Sleman sebagai salah satu pilihan belanja aksesoris terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua BPPS Guntur Eka Prasetya, SH, M.Kn, menambahkan, pada masa mendatang, kerjasama Dinas Pariwisata dan BPPS akan lebih ditingkatkan sehingga di antara keduanya dapat menyajikan event luar biasa di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman. Pada akhirnya semua potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal demi peningkatan kesejahteraan warga setempat. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda