Bedah Buku "Bintang dari Argasoka"

AWP, Otak di Balik Meroketnya Dakwah Muhammadiyah

COWASJP.COM – Sosok cendekiawan muslim Indonesia, Ahmad Watik Pratiknya (AWP) banyak memberi warna dalam perkembangan gerakan Islam di Indonesia. Baik melalui Muhammadiyah maupun Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Sejumlah kesaksian atas peran AWP itu terungkap dalam bedah buku biografi Ahmad Watik Pratiknya "Bintang dari Argasoka" di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (6/10). Kesaksian disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Direktur Ponpes Budi Mulia Prof Dr Yunahar Ilyas LC, MA, maupun tokoh Muhammadiyah seperti HM Muchlas Abror, serta dosen Fakultas Kedokteran UGM dr. Muhammad Mansyur Romi SU, PA(K). 

Peran penting AWP juga diungkap para audiens penanggap. Seperti Prof Dr Siti Chamamah Soeratno (mantan Ketua Umum PP Asiyiyah) maupun Dr. Dafri Agussalim (dosen Fisipol UGM). 

Haedar Nashir mengenang AWP sebagai sosok cendekiawan muslim yang hangat dan bersahabat. Keahliannya merumuskan pemikiran dan hasil diskusi. Haedar juga menyebut AWP sebagai organisator dan teknokrat yang bervisi luas.

"Ketika PP Muhammadiyah di era Pak Amien Rais bersama tokoh senior Pak Muchlas Abror, Pak Watik ikut memberi masukan dan pikiran untuk memperbarui administrasi dan organisasi Muhammadiyah," tegas Haedar.

Mengenang AWP, menurut Haedar, bagaikan mengenang mutiara hebat. Banyak hal diperolehnya dari seorang AWP. Oleh karena itu, Haedar Nashir mengajak yang hadir untuk belajar dari pengalaman orang lewat buku yang dibicarakan ini.

Yunahar Ilyas juga menceritakan perjumpaaannya dengan AWP. Yunahar menyebutkan hari dan tanggal secara detail pertemuan pertamanya dengan Watik Pratiknya.

"Delapan Juni 1985, hari Sabtu jam 20.00 di Mualimin ada latihan kader tarjih dari PP Muhammadiyah. Saya sebagai peserta. Pembicaranya disebutkan dokter Watik Pratiknya. Saya berharap ibu-ibu atau perempuan yang hadir. Karena nama yang disebut Watik," ungkap Yunahar disambut gerrr.

Ternyata yang keluar laki-laki. Membawakan materi "Islam dan Teknologi, Pendekatan Etik" dengan sangat bagus. Yunahar menyebut lima poin penting dari paparan AWP.  Di antaranya  pentingnya pendekatan filosofis, pendekatan motivasi, teknik dan para teknik.

bedah-buku1.jpg

Yunahar kemudian banyak bersinggungan dengan AWP saat diminta menjadi Direktur Pondok Budi Mulia. Pemikiran-pemikiran AWP terlihat dalam perkembangan dakwah Budi Mulia. Misalnya dengan konsep Labda (Laboratorium Dakwah).

"Dalam menyelesaikan masalah dakwah, harus didahului dengan penelitian, pemetaan dan analisis. Sehingga masalah yang sesungguhnya diketahui pasti dan solusinya pun bisa tepat," urai Guru Besar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.

Yunahar menyebut AWP sebagai seorang ahli merumuskan, mensistematisasi dan mengategorisasi. Hal ini diamini oleh Mansyur Romi yang menjadi mahasiswa AWP di Fakultas Kedokteran UGM. Menurut Romi, materi kuliah sulit seperti anatomi dan syaraf, kalau yang mengajar AWP menjadi mudah dan menyenangkan.

"Beliau adalah inspirasi yang sangat besar bagi para aktivis maupun ukhtivis," ujar Mansyur Romi yang karena kekagumannya lantas menjadi asisten dosen bagi AWP di UGM.

Diskusi buku "Bintang dari Argasoka" karya Agung Prihantoro dan Ihab Habudin yang digelar oleh Suara Muhammadiyah ini, juga dihadiri istri AWP, Noor Rochmah Pratiknya. Mewakili keluarga, Noor Rochmah memberikan tanda kasih kepada para pembicara, moderator maupun penanggap. 

bedah-buku.jpg

Dua pembicara yang diagendakan hadir yakni Buya Ahmad Syafii Maarif dan Ali Ghufron Moekti tidak bisa datang. Namun dalam buku setebal 350 halaman ini, keduanya menuliskan pandangannya atas AWP. 

Buya Syafii misalnya menyebut AWP sebagai otak besar dibalik gerak roket Majelis Tabligh di bawah Komandan Amien Rais. "Dialah Ahmad Watik Pratiknya sebagai sekretaris majelis yang menyusun strategi untuk jangka waktu lima tahun sampai muktamar berikutnya," ungkap Syafii. 

Tanpa otak besar sahabat kita ini, lanjut Buya Syafii, Majelis Tabligh tentu tidak akan sehebat itu. Amien Rais yang di depan, AWP di barisan belakang yang mengatur dakwah gerak cepat ini. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda