Eks Napi Teroris yang Jadi Duta Perdamaian (2)

Rampas Tank Rusia, Tak Bisa Kendarai, Diledakkan

JADI BINTANG:Yusuf Anis (Foto kanan) mantan combatan Mujahidin saat diwawancarai wartawan. (Foto-Foto: Bahari/CoWasJP.

COWASJP.COMYusuf Anis alias Abu Musa alias alias Abu Bilal alias Haris, 55 , sedikit dari mujahid Indonesia yang punya kesempatan bergabung pasukan Mujahidin mengusir Uni Sovyet di Afghanistan. Putra asli Lamongan itu berperang melawan pasukan Beruang Merah selama lima tahun 1988-1993. Rusia akhirnya angkat  kaki dari Afghansitan. Giliran pasukan Mujahidin terpecah menjadi tujuh faksi. Mereka  saling berperang memperebutkan kue kekuasaan di Kabul, ibukota Afghanisitan.  Terutama dua faksi besar Mujahidin yakni, faksi dari Hebz-i-Islami pimpinan Gulbuddin Hekmatyar dari suku Pasthun dan faksi pimpinan Mohamad Robbani dengan komandan perangnya yang legendaris  Ahmad Shah Masood dari suku Tajik. 

***

Perawakannya biasa saja dengan postur tinggi badan normal sekitar 168 centimeter. Badannya terjaga atletis dan kekar untuk seumuran pria berkepala lima. Gerakannya tampak masih lincah. Sorot matanya tajam.

Tugas Yusuf Anis  membacakan ikrar dari eks kombatan dan napiter yang bergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) saat upacara hari Kemerdekaan RI ke 73 di Alun Alun Kota Lamongan Jumat (17/8/2018) lalu. Tapi, begitu panitia membacakan curiculum vitae (cv) Yusuf Anis, hadirin tampak tercengang. Kagum. Wouw.. wouw begitu ungkapan berkali kali serentak hadirin saat panitia upacara menerangkan kiprah Yusuf Anis yang pernah bergabung pasukan Mujahidin berperang melawan Rusia di Afghanistan selama lima tahun mulai 1988 sampai 1993.

BACA JUGA: Ikrar Kesetiaan NKRI, Laris Diajak Selfie Pejabat Muspida‚Äč

Yusuf Anis pernah bergabung di Akademi Militer Mujahidin  Afghanistan tamat tahun 1991 dengan pangkat Duwon Britmen atau setara Letnan Dua di Indonesia.

Yusuf  di sela sela perang juga mengikuti beragam kursus kemiliteran yang diadakan Mujahidin. Diantaranya, kursus Dauroh Dababah yang mengendalikan tank Rusia T 54, Dauroh Field Engeneering atau perakitan bom oleh Al Qaeda, Interlligence and Surveilance oleh Al Qaedah, Qudatu  Askariyah atau kepemimpinan Al Qaedah serta Pengoperasian senjata anti pesawat, Stringer Amerika, SAM 07 Rusia oleh Al Qaedah.

Sementara jabatan yang pernah disandangnya bapak enam anak itu adalah Ketua I Bagian Askari Mantiqi I Jamaah Islamiah (JI) wilayah Malaysia, Singapura sekaligus menjadi wakil pentholan JI Hambali alias Isamudin tokoh kelahiran Cianjur, Jabar,  yang ditangkap di Thailand Selatan lalu diekstradisi ke Guantanamo, Kuba.

yunus.jpgSEMAGAT. Ali Fauzi di tenagh anggota YLP saat mengikuti upacata HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Alun Alun Lamongan

Yusuf juga pernah dipercaya menjadi Amir Jamaah Islamiah (JI) wilayah konflik Ambon, Maluku. Pernah menduduki jabatan senior instruktur Camp Militer Mujahidin Afghanistan dan Mindanao, Philipina Selatan.

Yusuf Anis merupakan generasi pertama dari sekitar 100 mujahid Indonesia yang kali pertama masuk Afghansitan dan bergabung pasukan Mujahidin mengusir Uni Sovyet. Tak heran Yusuf Anis pun pernah bersinggungan dengan pentholan jamaah Islamiah (JI) maupun Al- Qaedah pimpinan Osama Bin  Laden yang umumnya beranggotakan pejuang asal Arab.

Anis pernah mendengarkan ceramah Dr Abdullah Azzam di Peshawar, Pakistan. Dr Abdullah Azzam adalah warga Palestina blesteran Mesir yang tinggal di Peshawar, kota di Pakistan dekat perbatasan Afghansitan. Dr Azzam adalah tokoh spiritual para pejuang Mujahidin dalam membangkitkan semangat perlawanan para mujahid mengusir Rusia dari Afghanistan. Dr Abdullah Azzam adalah mentor atau panutan pemimpin Al Qaedah Osama bin Laden.

Yusuf Anis juga mengaku bertemu dan mendengarkan ceramah Osama bin Laden suatu tempat Afghanistan. Meski sangat dihormati para mujahid karena konstribusi besarnya dalam melawan Rusia tapi Osama bin Laden yang pembawanya kalem sangat tawaduk, rendah hati. ‘’Itu yang membuat kami (para mujahid)  makin hormat,’’ aku Yusuf Anis kepada CowasJP.Com.

Yusuf juga pernah satu pemukiman di Kampung Banting, Johor Baru, Malaysia bersama Ketua Jamaah Islamiah Ustad Abdulah Sungkar dan wakilnya Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Di kampung itu juga bermukim Hambali pentholan JI lainnya sebelum pindah ke Thailand. Hambali  adalah atasan langsung Yusuf Anis dalam kepengurusan askari di tubuh JI.

Yusuf juga bertemu Umar Al Farouq pentholan JI yang ditangkap di Bogor, Jabar lau diterbangkan ke pangkalan militer Amerika di Bagram, Afghanistan. Yusuf Anis juga dan berhubungan baik dengan Kolonel Manaf Kasmuri, seorang tentara Malaysia yang pro dengan kelompok perlawanan.

salman.jpgTEGAP. Salman (paling depan) saat mengikuti upacara HUT RI ke 73 di Alun Alun Lamongan (Foto Bahari/CoWasJP)

Yusuf juga bertemu dan melatih para mujahid Indonesia di kamp pelatihan militer Afghansitan dekat Propinsi Kandahar. Diantaranya, Ali Imron, Umar Patek, Imam Samudra Dr Azhari, Noordin M Top. Sedangkan Ali Fauzi Manzi bertemu Yusuf Anis saat menjadi instruktur di salah satu pelatihan militer milik MILF di Moro, Mindanao, Philipina Selatan.  ‘’Saya masih hijau saat itu tapi beliau (Yusuf Anis) sudah mnjadi intrukturdi kamp pelatihan militer Moro,’’ aku Ali Fauzi Manzi kepada penulis.

Tak heran begitu upacara peringatan Kemerdekaan RI ke 73 usai, Yusuf Anis menjadi ‘’bintang’’. Wartawan terus mengerubungi Yusuf Anis. Penulis  terus menguntit Yusuf Anis sambil wawancara. Mulai di lokasi upacara sampai di kantor Bupati Lamongan saat makan.  Tapi, karena wawancaranya sambil jalan jadinya tidak focus dan dalam. 

Radar Jogja pun minta waktu khusus wawancara Yusuf Anis. Karena kebetulan hari Jumat, kami janjian bertemu lagi usai salat Jumat. Rencananya Radar  Jogja mendatangi toko kelontong Yusuf Anis di kota Lamongan. Tapi, Yusuf Anis lebih memilih mendatangi tempat penulis yang nongkrong dekat Alun Alun Lamongan. Penulis wawancara hingga menjelang Ashar.

hendra.jpgMIRIP AMROZI. Hendra tampak akrab dengan polisi usau upacara HUT Kemerdekan RI ke 73 di Alun Alun Lamongan (Foto Bahari/CoWasJP)

Selama lima tahun berperang melawan Rusia, Yusuf bergabung dengan pasukan Mujahidin kelompok Ittihad Islam dipimpin Abdul Rob Robbil Sayyaf pejuang asal Afghanistan. Pasukan ini berpangkalan di dekat kota Kandahar selatan Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan.

Karena pasukan Rusia sangat besar dengan persenjataan lengkap maka, pasukan Mujahidin melakukan perang gerilya. Melakukan serangan mendadak pada pos pos tentara Rusia hanya pada malam hari lalu menghilang sebelum fajar menyingsing. Sementara siang hari dipakai pasukan istirahat di gunung dan hutan belantara sepanjang tapal perbatasan Pakistan-Afghansitan yang panjangnya mencapai 2400 kilometer dari selatan ke utara.

Suatu hari Yusuf Anis bersama satu peleton pasukan Mujahidin sekitar 50 pejuang yang membawa beragam jenis senjata menyerang pos Rusia. Jarak pos Rusia dengan tempat persembunyian pasukan Mujahidn sekitar tujuh kilometer. Jadi setelah salat Isyak pasukan berjalan kaki menuju Pos Rusia yang akan diserang.

Sampai di lokasi terjadi pertempuran sengit antara masukan Mujahidin dengan pasukan kafir Rusia yang dibantu tentara lokal komunis bentukan Rusia. Musuh menggunakan tank segala. Karena terjepit, pasukan Rusia lari kocar kacir meninggalkan pos mereka. Berbagai senjata dan tank dalam kondisi mesin menyala ditinggalkan begitu saja. Tidak sempat dibawa. 

Pasukan Mujahidin panen besar. Mengambil semua persejataan yang ditinggalkan pasukan Rusia. Hanya saja saat melihat tank yang ditinggalkan Rusia, pasukan Mujahidin kebingungan. Sebab, dari 50 pasukan Mujahidin yang ikut berperang tak satu pun yang bisa menyopiri tank.

salman1.jpg

Sayang seribu sayang. Andai saja ada seorang pejuang Mujahidin bisa mengoperasikan tank tadi kekuatan pasukan Mujahidin makin kuat. Karena keburu fajar atau matahari muncul, akhirnya komandan Mujahidin memutuskan meledakan tank tadi. Tujuannya, agar tidak bisa dipakai Rusia lagi.

‘’Dari pengalaman sebagaian pejuang diajari nyopir tank,’ ujarnya.

Yusuf Asi menjelasklan, setiap pasukan Mujahidin menyerang pos atau markas Rusia, deadline atau batas waktu terakhir meninggalkan lokasi sebelum fajar. Sebab, begitu matahari mulai terbit dipastikan seluruh kekuatan pasukan Rusia baik kavaleri, tank, udara sudah berdatangan di pos atau markas yang diserang Mujahidin. ‘‘Makanya sebelum mereka (Rusia) datang kami harus pergi dan mencapai posisi aman. Sebab, dalam persenjataan dan jumlah pasukan para Mujahidin kalah ajauh,’’ aku Yusuf.

Saat menyerang pos atau markas Rusia, pasukan Mujahidin kerap mendapati pasukan lokal yakni, warga Afghanistan menyerah dengan berteriak keras keras TASLIM..TASLIM…. Karena sudah menyerah mereka tidak dibunuh. Tapi, ditawan dan dimanfaatkan untuk membantu memasak di dapur atau disuruh ini itu untuk keperluan para pejuang Mujahidin . 

Mereka ini lokal dari Afghanistan umumnya dipaksa masuk pasukan oleh Rusia. Kalau menolak akan mendapat hukuman keras. Apakah ditahan, disiksa sampai disita harta bendanya. ‘’Jadi, mereka terpaksa menjadi tentara bergabung Rusia agar tidak dihukum,’’ papar Yusuf Anis. (Bersambung)

 

Pewarta : Bahari
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda