The Power Of Silaturahim

Penggali Intan Itu, Namanya Aqua Dwipayana

Penulis (kanan) saat hadir silaturahim di Yogyakarta.

COWASJP.COM – Tidak ada hubungan darah dengan pemiliknya atau hubungan bisnis dengan PT. Aqua Golden Mississipi. Tapi, namanya yang identik dengan air minum dalam kemasan ini, sama-sama menyegarkan.

Aqua Dwipayana, motivator bertarif Rp. 60 juta per dua jam ini, telah berhasil menyegarkan banyak orang. Bukan dengan  air minum dalam kemasan tersebut. Tapi, dengan motivasi dan contoh-contoh perbuatan.

BACA JUGA: Keras Kepala untuk Kebaikan​

Aqua bukan politisi yang tengah menjaring suara. Hingga dia nggak perlu janji-janji, agar orang percaya pada apa yang dikatakannya.

masnyur3.jpgSusaana silaturahim CowasJP di Yogyakarta

Tapi dengan contoh-contoh perbuatan yang dilakukannya, membuat banyak orang tersipu. Menunduk malu, lantas melirik ke dalam jiwa masing-masing.

BACA JUGA: Silaturahim, Brand, dan Amanah​

Aqua yang menurut si empunya nama, diberikan orang tuanya karena berbintang Aquarius.  Telah benar-benar menjadi air. Jernih, bening tanpa warna. Sehingga, memantulkan gambar apa aja yang ditangkapnya. Air jernih itu, Aqua. Telah menjadi cermin bagi banyak orang. 

Perbuatan Aqua yang kadang membuat orang curiga. Baper. Atau speechless seperti saya, yang hanya bisa kasih jempol dan minta maaf dalam setiap postingannya. Benar-benar telah menghipnotis banyak orang. 

adib3c9096.jpg

Hipnotis itu merasuk di hati dan menjelma jadi perbuatan. Setiap orang yang mendengar ceritanya. Membaca tulisan yang bercerita tentang perbuatannya, seolah dihipnotis untuk ikut bisa melakukannya. Minimal, merespon tulisan yang dibuatnya. Atau menjalin silaturahim yang selalu dicontohkan Aqua dalam kehidupannya. Tiada hari tanpa silaturahmi, itulah hidup Aqua.

“Kami sangat mendukung kok. Asal hari Sabtu dan Minggu untuk kami, keluarga”, kata Retno Setiasih, istri Aqua.

retno1.jpgJEPRET:  Retno Setiasih (istiri Aqua Dwipayanaa) saat berada di Bali bersama DR Aqua Dwipayana (kaos biru)

Silaturahim, perbuatan kecil yang pasti bisa dilakukan semua orang. Dengan atau tanpa biaya, setiap orang bisa menyambung silaturahim.

Masalahnya adalah, tidak semua orang menganggap silaturahimi itu penting. Karenanya, ada aja alasan untuk menghindari silaturahim. 

BACA JUGA: Disponsori BNI, Peluncuran Buku Cowas JP Rencananya di Graha Pangeran Surabaya​

Padahal, begitu dahsyat manfaat yang ditimbulkan dari silaturahim. Bukan hanya di akhirat, tetapi di dunia pun hasilnya sudah bisa dinikmati.

roso2.jpg

Seorang Aqua Dwipayana, buktinya. Dengan silaturahmi, seolah seluruh umat manusia ini adalah temannya. Dimana pun dia melangkahkan kaki, begitu banyak orang yang ingin menjabat tangannya. Berbagi kebahagiaan bersamanya dan bahkan berbagi rejeki dengannya.

Seorang Aqua yang sudah bersilaturahim dengan ribuan orang. Ternyata tidak dengan mudah bersilaturahim dengan teman-teman sekantornya yang mantan Jawa Pos

BACA JUGA: Ayolah Bos, Pasti Bisa!​

Sempat terjadi pro dan kontra, ketika dia diajak bergabung di grup WA CowasJP. WAG yg memiliki jargon, Seduluran Sampek Matek ini, akhirnya toh menerimanya sebagai anggota 

semam.jpg

Indah pada akhirnya. Itulah yang kini dirasakan oleh anggota WAG CowasJP. Karena sejak munculnya Aqua di grup, hampir setiap hari bertebaran senyum dan doa-doa yang disampaikan untuk Aqua. Setiap hari, postingannya dalam bersilaturahim dengan ribuan orang, meramaikan grup.

Aqua telah benar-benar menyirami dengan air kepada para mantan karyawan Jawa Pos itu. Telah menyuntikkan energi yang melemah dengan silaturahim.

Kata mantan yang identik dengan bekas. Bekas apa aja, termasuk bekas wartawan (sambil tersenyum). Mereka cenderung dilihat sebelah mata. Orang- orang yang sudah harus menjauh dari perusahaan, karena tidak produktif.

Tapi, silaturahim Aqua yang begitu tulus untuk mengangkat teman-temannya, telah mengubah semuanya.

Begitu banyak orang yang dibahagiakan Aqua. Begitu banyak teman yang disuntik semangatnya oleh Aqua.

aqua1.jpgDR Aqua Dwipayana (kanan) bersama panitai reuni Yogyakarta dan perwakilan NRA (pakai batik)

Website CowasJP.com yang seolah mati suri, seperti mendapat infus dengan kehadiran Aqua.

Para pensiunan yang sebagian besar adalah para pejuang Jawa Pos. Yang berjuang membangun dan membesarkan media itu, seperti mendapat tambahan vitamin untuk bangkit.

Mereka telah membuktikan, bahwa usia tidak menghalangi produktivitas mereka.

Mereka yang selama ini, ogah-ogahan menulis. Hanya mengisi CowasJP.com jika diminta. Atau kalo mood sedang baik. Padahal wartawan harian itu, gak ada istilah mood. Mau ada atau nggak ada mood, tetap harus bikin berita.

Aqua yang motivator ini. Yang saya lebih suka menyebutnya guru. Karena kata-kata dan perbuatannya sangatlah bagus untuk 'digugu dan ditiru'. Telah menumbuhkan mood dan mood para pejuang ini. 

Hanya dalam hitungan jam dan hari, Aqua telah berhasil menggali intan yang terkubur. Jika tak ingin disebut, yang terlupakan. 

Para mantan wartawan Jawa Pos dan jajarannya, adalah intan-intan yang sudah diasah oleh pak bos Dahlan Iskan. Di kawah Candradimuka. Di Jalan Kembang Jepun dan Karah Agung.  Siapa beliau? Nggak perlu saya jelaskan disini. Karena semua sudah tahu, tentunya.

Kawah Candradimuka kedua bernama Pentingsari dan Bali, serta rumah Sawit Sari adalah tempat-tempat lahir kembali para intan.

Aqua memang hebat. Hanya dengan hitungan hari, mulai dari Pentingsari Yogyakarta. Sampai Pulau Bali, ternyata telah berhasil menggali intan-intan itu kembali bersinar.

sunarko7.jpg

Jika saja Jaya Suprana tahu, pasti dia mau memasukkannya dalam Museum Rekor Indonesia. Judulnya, 'Empat Hari, Hasilkan 50 Tulisan'

Limapuluh tulisan? Spektakuler sekali. Dimana lagi ada acara sesingkat itu, membuahkan tulisan sebanyak itu. Ini pasti bukan hoax. Ini pasti hasil perbuatan Aqua yang selalu menebarkan virus. Anehnya, yang terserang virus bukan sakit. Malah ketagihan menulis dan menulis. 

Intan-intan itu kembali bersinar. Menulis dan menulis terus, seperti tak pernah kehabisan materi. Mereka bernostalgia seperti hari-hari lalu yang dikejar target berita. Usia seolah kembali muda.

PENGAWAL.jpgDR Aqua Dwipayana (kedua dari kiri) sebagai sponsor menyerahkan hadiah juara 1 lomba karya tulis yang di adakan CoWasJP kepada Fuad Ariyanto di Bali

Seperti nggak ada puasnya. Aqua terus dan terus bergerak menggali dan menggosok intan itu lebih bersinar dan memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satunya dengan menerbitkannya menjadi buku.

Menerbitkan buku yang bagi kebanyakan orang adalah sebuah kerja sangat besar. Karena rumitnya proses dan dana. Tapi di tangan Aqua, semua itu seperti meneguk air minum. Glek... Glek... beres!

Virus Aqua memang benar-benar menggetarkan. Seorang Dirut BNI, Achmad Baiquni yang tak kenal siapa itu Cowas. Telah rela menggelontorkan dana Rp.100 juta. Bukan pinjaman lunak yang harus dilunasi dalam jangka waktu tertentu. Tapi bantuan dana segar untuk kas Cowas. Terima kasih pak Baiquni. Doa saya, semoga anda menjadi Aqua yang lain. Amin.

BUDIOONO2.jpgFoto Istimewa

Aqua sudah menggali intan semakin dalam. Karena dengan buku yang akan di-launching  10 November 2018 itu, dia telah memberi amunisi  CowasJP.com untuk lepas landas. 

Amunisi itu pasti akan dilahap perusahaan yang butuh promosi. Satu event dengan peserta puluhan wartawan, bahkan lebih dari seratus. Menghasilkan puluhan tulisan. Benar-benar alat promosi yang heboh.

Ayo Cowaser, jangan sia-siakan kesempatan ini. Kita sambut perjuangan seorang Aqua dan orang-orang hebat di sekitarnya yang siap mengulurkan tangan. 

Kita terima amanah ini dengan semangat Seduluran Sampek Matek. Ciptakan event Pentingsari – Pentingsari yang lain untuk mengulang sukses kita sebagai pejuang. Bangga sebagai mantan Jawa Pos. Bangga menjadi Cowaser. Semangat terus. (*)

Pewarta : Sri Rahayu
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda