The Power of Silaturahim

Silaturahim, Brand, dan Amanah

Tim Buku rapat di lobi Hotel Ibis Budget, Bandara Juanda. Dari kiri Yarno, Fuad Ariyanto, Slamet OP, Dr Aqua Dwipayana.

COWASJP.COM – Setiap hari Sabtu di sebuah kantor ekspedisi barang suasananya ramai. Costumer yang datang akan mengirim barang ke tujuan berbagai kota itu menunggu giliran dilayani. Mereka yang kirim barang tersebut berharap hari Senin sampai di tempat tujuan. Sebab pada hari Minggu gudang dan armada Elteha libur. Karyawan dan driver ikut weekend. 

Sementara pengusaha Go-food pada hari Sabtu dan Minggu seperti halnya di kantor ekspedisi di atas. Di saat weekend, lapak Go-food ramai order. Pemesan makanan lewat layanan ini biasanya malas beranjak ke luar rumah. Mereka ingin mendapat  pelayanan khusus  dan dimanjakan. Pemesan Go-food tinggal pencet aplikasi di HP-nya. Menu makan yang diinginkan dan dipesan tidak sampai satu jam sudah sampai di tempat.

Pesan makanan lewat Go-foodkini menjadi mode di zaman now. Harga makanan agak berbeda dikit dengan di resto. Soal harga tidak masalah. “Pesan makanan lewat Go-food lebih keren dan pratis, lho”, kata Ibu Yayuk, pelanggan Go-food yang tinggal di kawasan Surabaya Barat.

Brand sebuah perusahaan/usaha apapun merupakan salah satu faktor yang menentukan. Karena itulah untuk mencapai predikat kepercayaan tidak bisa begitu saja dicapai, seperti membalik telapak tangan. Semua usaha perlu menjaga kualitas, komunikasi yang ok, dan bila perlu melakukan silaturahim tanpa berhenti. Baik silaturahim ke relasi, sahabat dan teman-teman dekat. Silaturahim di zaman now, tidak harus berkunjung ke rumah. Usaha pendekatan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa batas waktu, lewat jaringan online.

Silaturahim yang tak pernah berhenti telah dicontohkan Dr Aqua Dwipayana. Dia salah  satu Cowaser (anggota Perkumpulan Konco Lawas Jawa Pos) yang aktif melakukan silaturahim sejak menjadi wartawan di Jawa Pos 1988 silam. Ketika beliau masih usia 18 tahun. Sebelumnya, sang motivator handal ini juga pernah menjadi wartawan Suara Indonesia. Setelah masuk Jawa Pos di Kembang Jepun, Aqua Dwipayana muda pindah ke Malang. Gabung Jawa Pos Biro Malang. 

BUDIONO1.jpgRapat pertama tim buku di rumah Cak Fu (Fuad Ariyanto, paling kiri).

Sarjana komunikasinya waktu itu diperoleh dari Universitas Muhammadiyah Malang. Sejak Mas Aqua bergabung di CowasJP banyak waktu, tenaga, pikiran bahkan meteri disumbangkan untuk membantu perkumpulan yang anggotanya berasal dari Jawa Pos Group. 

Mas Aqua tak kenal waktu melakukan silaturahim ke berbagai pihak dengan mempekenalkan Cowas JP. Selain itu penulis dan penerbit buku The Power  of Silaturahim Rahasia Sukses Menjalin Kumonikasi, kegiatan silaturahim sudah menjadi bagian hidupnya. Relasinya banyak. Pengusaha, pimpinan BUMN maupun para petinggi TNI. 

Di Cowas JP tidak hanya Mas Aqua yang berperan memajukan perkumpulan ini. Para tokoh Cowaser seperti Dr. Dhiman Abror, yang kini sebagai calon anggota DPR-RI dari PAN. Dia yang pernah menjabat Pemred Jawa Pos banyak memberikan motivasi kepada Cowaser yang lain. Motivasi tidak saja disampaikan pada acara reuni, tapi juga pada  saat latihan sepakbola Askring. 

Tokoh dan perintis CowasJP  Koesnan Soekandar juga banyak andil dalam usaha memajukan organisasi. Pak Koesnan yang akrab dipanggil Hendraal tersebut sering memberikan nasihat di kala ada kegiatan reuni.  Kakek berusia 74 tahun yang asli arek Suroboyo ini menyediakan lantai 2 rumahnya di Jalan Ronggowarsito 45 sebagai tempat sekretariat. Namun ruangan yang luas itu belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pengurus Cowas JP. “Yok opo mas, arek-arek jarang ke sini”, keluhnya.

BUDIONO.jpgCBM (coffee break malam) di KFC Jalan Ahmad Yani. Dari kiri: Arif Bambang Rahardjo, Thomas Joko Susilo, Budiono (desainer cover buku Cowas), Slamet OP, Mochammad Ridwan.

Ada lagi salah satu cowaser yang ikut andil dan menaruh perhatian terhadap Cowas JP. Dia adalah Ustadz Ir Agus Mustofa. Setelah meninggalkan dunia Jurnalis di Jawa Pos, insinyur teknik Nuklir Universitas Gajah Mada ini beralih profesi. Tidak dagang. Dia lebih fokus menerbitkan buku-buku Tasawuf. Secara diam-diam, hampir semua buku yang diterbitkan best seler.” Kalau menangani sesuatu harus fokus”, ujarnya.

Meski Ustadz satu ini jarang terlihat saat acara reuni, namun beliau setiap usai subuh muncul dalam WAG Cowas JP. Di sinilah Ustadz Amus (Agus Mustofa) memberikan pencerahan lewat Hikmah Pagi yang sampai artikel ini diturunkan sudah ada 389 seri. Materinya bagus dan ok. Materi Hikmah Pagi yang disampaikan ustadz banyak memberikan pencerahan dalam kehidupan sehari-hari.

Amanah dari BNI

Saya setiap ada waktu senggang selalu membuka WAG Cowas JP. Dalam minggu terakhir September ini ada beberapa postingan yang menarik dan menggembirakan. Posting dari Mas Aqua kali pertama adalah berita yang mengejutkan. Betapa tidak, tanpa ada rencana dan kabar burung, Dirut Bank BNI Ahmad Baiquni lewat mas Aqua saat silaturahim, menyatakan bersedia mendukung penerbitan buku Cowas. 

Alhamdulillah. Kebaikan yang tulus dari orang nomor satu BNI tersebut disambut positif lewat WAG. Intinya menyampaikan rasa terima kasih. Ada yang komen siap melaksanakan Amanah yang diberikan kepada CowasJP

Beragam komen belum reda ada postingan dari Mas Aqua. Kali ini sangat mengejutkan. Pak Ahmad Baiquni telah memberikan dukungan untuk biaya penerbitan buku sebesar Rp 100 juta. Dana dari BNI yang cukup besar tersebut langsung mendapat respon para Cowaser. Mereka akan melaksanakan amanah ini semaksimal mungkin, agar tidak mengecewakan pemberi amanah. Pak Ahmad Baiquni meski belum mengenal Cowas JP, namun beliau yakin bahwa perkumpulan ini handal dalam bidangnya. Baik itu di redaksi maupun di divisi yang lain. Tapi semua ini terjadi berkat peran Mas Aqua, sahabat baik Pak Achmad Baiquni.

BUDIOONO2.jpgDirut BNI Achmad Baiquni. Foto krjogja

Mas Aqua bergerak cepat. Tanpa mengenal lelah dari kegiatan nya di Jayapura langsung terbang ke Juanda, Sidoarjo. Waktu sudah tengah malam. Di Hotel Ibis,  Bandara Juanda, mengadakan rapat untuk persiapan penerbitan buku. Tim telah terbentuk malam itu juga. Mereka yang dibebani tugas adalah Mas Suhu, Cak Fuad Ariyanto (Juara 1 karya tulis HUT III dan Reuni IX Cowas JP, Mas Yarno sebagai copy editor. Desain cover buku dipercayakan kepada Mas Budiono, desain grafis Jawa Pos.

Silaturahim kalau fokus tentu akan menghasilkan karya maupun bisnis yang menguntungkan. Seperti telah dijalani oleh rekan Cak Arief Bambang Rahardjo. Bos percetakan yang bermarkas di Jalan Petemon IV Surabaya belakangan rajin bersilaturahim. Saat silaturahim Cak Arief tak lupa dengan kebiasaan Cowaser, yaitu CBS (Coffee Break Siang atau Sore). Namun bos yang satu ini tidak terlibat dalam OOC (obong-obong congor = merokok).

Hasil silaturahim Mas Arief mulai tampak. Dalam waktu dekat akan sinergi dengan Cowas JP untuk menerbitkan tabloid. Lelaki yang tinggal di Pakis Tirtosari tersebut bersedia mencetak. Ini jika direksi PT Media Konco Lawas menyetujui dalam rapatnya Oktober 2018.

Tahun 2018 bagi Cowas JP adalah tahun yang menggembirakan. Kata mas Suhu, tahun ini ada dua  tantangan dan pekerjaan besar. Menerbitkan buku Cowas dan tabloid. Launching buku Cowas JP menurut rencana tanggal 10 Nopember  di Gedung BNI Graha Pangeran, jalan A Yani Surabaya. Pak Ahmad Baiquni akan hadir dalam acara bersejarah bagi Cowas JP. Semoga tahun 2018 ini merupakan tahun yang istimewa. Salam sukses, penuh amanah,  bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat. (*)

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda