Reuni IX CowasJP di Jogja (42)

Memilih Silaturahim daripada ke Prambanan

Dari Kanan, Sudirman, Ny Sudirman, dan ditemani Iwa saat makan bersama di rumah DR Aqua Dwipayana (Foto: CoWasJP)

COWASJP.COM – Nama beliau Sudirman. Namun teman-teman di CowasJP menyapanya Akung Dirman. Bersama istrinya Bu Sri Atin, beliau sedang berada di Yogyakarta (9/9/2018). Menginap di kediaman motivator bertarif dua jam Rp 60 juta, Pak Aqua Dwipayana, di kawasan Sawitsari, Sleman, Yogyakarta.

Akung Dirman tinggal di Surabaya. Pria yang pensiun dari Jawa Pos pada 1990 tersebut memanfaatkan tiket pesawat gratis Sriwijaya Air rute Surabaya-Yogyakarta PP yang diraih pada saat pengundian doorprize Reuni III CowasJP di Desa Wisata Pentingsari, Sleman (11-12/8/2018) lalu. Hadiah tersebut dibagikan Pak Aqua untuk membahagiakan peserta reuni.

Waktu reuni tersebut Direktur Keuangan Sriwijaya Air Group Ibu Gabriella Sonia Bongoro memberikan tiga doorprize untuk tiga pemenang @1 tiket. Sedangkan tiket Bu Sri Atin Surabaya - Yogyakarta PP dibelikan Pak Aqua. Itu sebagai wujud penghargaan dari junior ke senior.

Sore kemarin (9/9/2018) ponsel saya muncul notifikasi pesan Whatsapp (WA) dari Pak Aqua. Isinya begini:

"Aww, Mas ERWAN, Mas ADIB, n Mas IWA, sejak tadi malam Pak SUDIRMAN n istrinya nginap di rumah saya. Rencananya besok malam mereka kembali ke Sby. Mohon ditemui ya n kau bisa diajak jalan2. Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Mas ERWAN, Mas ADIB, n Mas IWA."

Tanpa berpikir dua kali, juga karena sejalan saya menuju kantor Radar Jogja untuk mengedit berita (padahal Mas Dhimam Abror Djuraid pernah bilang, ngapain masih capek-capek ngedit, sudah nggak musim hehehe) saya menuju ke kediaman Pak Aqua tersebut. Sesampainya di sana saya melihat asisten rumah tangga Pak Aqua, Mak Ti, sedang menyirami tanaman.

sudiram1.jpg

"Eh Pak Iwa, apa kabar?" sapa Mak Ti ramah.

"Alhamdulillah Mak Ti, kabar baik. Semoga Mak Ti juga baik kabarnya. Saya mau bertemu dengan Pak Dirman, adakah Mak Ti," kata saya.

"Oh ada di dalam, sebentar saya bukakan pintunya," ujar Mak Ti. 

Ajakan Silaturahim Menular

Masuklah saya ke rumah gedong magrong-magrong yang sering dipakai menginap teman-teman Pak Aqua jika sedang berkunjung ke Yogyakarta secara gratis tis. Sejurus kemudian saya bertemu dengan Bu Dirman. Lalu Akung Dirman muncul dan saya salami, saya rangkul seakan sudah lama tidak bertemu. 

Tak berapa lama kami terlibat obrolan akrab ngalor ngidul bercerita soal ke-Jawa Pos-an. Saya bergabung dengan Jawa Pos pada Mei 1996, saat itu Akung Dirman sudah pensiun. Jadi saya tidak mengenal sosok Akung Dirman saat saya bekerja untuk Jawa Pos, waktu itu. 

sudirman3.jpgNy Sudirman dan Mak Ti

Namun, gerakan Silaturahim yang digagas Pak Aqua lewat bukunya yg super best seller yg berjud The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi menjadikan pertemuan sore tersebut seperti jumpa teman lama sesama pensiunan Jawa Pos. Tanpa ada batas kami saling bercerita. 

Sesuai pesan Pak Aqua, saya menawarkan ke Pak Dirman untuk berwisata mengunjungi objek wisata seputaran Yogyakarta. Malioboro, Prambanan, Borobudur, dan Hutan Pinus Mangunan misalnya. Namun tawaran saya tersebut ditolak Akung Dirman. Kagetlah saya. 

sudirman4.jpg

Ternyata, Akung Dirman memilih untuk bersilaturahim ke pensiunan Jawa Pos yang ada di Yogya. Yakni ke kediaman Mas Erwan Widyarto dan Mas Adib Lazwar Irkhami. "Besok saya antar," kata saya. 

"Nggak usah Mas Iwa, merepotkan nanti," timpal Akung Dirman. 

"Tidak merepotkan sama sekali. Senin besok (10/9/2018) insya ALLAH seusai saya mengantar anak lelaki saya, Haznan Aqilla, ke Mako Brimob Gondowulung, Giwangan, untuk mengikuti kegiatan pendidikan karakter, nanti kita ke kediaman Mas Erwan dan Mas Adib. Mak Ti juga kita ajak," kata saya. 

Sungguh, ajakan untuk bersilaturahim dari Pak Aqua menular ke kami. Bahkan Akung Dirman memilih silaturahim daripada piknik ke objek wisata Yogyakarta. Semoga ajakan Pak Aqua untuk selalu menjaga, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan silaturahim terus bisa saya lakukan sampai akhir hayat di kandung badan. Insya ALLAH... (*)

Pewarta : akhmad 'iwa' ikhwanudin
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda