Catatan Ringan dari Pakistan (1)

English Speaking dan Lebih Percaya Diri

Di Karachi didampingi dua guide cantik.

COWASJP.COM – Secara kasat mata, Pakistan sangat tertinggal jauh dari Indonesia. Karachi sebagai kota terbesar dan paling modern di Pakistan tentu bukan tandingan Jakarta. Tidak ada gedung bertingkat, malam hari gelap, lalu lintas semrawut, banyak pengemis dan tukang bersih kaca mobil di lampu merah, dan pastinya ancaman kriminalitas di mana-mana. 

BACA JUGAAntar Anak Sekolah Pun Tenteng Laras Panjang

Tetapi, apakah masyarakat kita lebih hebat dan pintar dari mereka? Belum tentu. Kalau ada satu hal yang orang Pakistan lebih unggul dibandingkan masyarakat kita adalah kebiasaan membaca (reading habbit) dan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Indikasinya jelas bisa dilihat dari banyaknya surat kabar berbahasa Inggris di Pakistan. Sedikitnya ada lima English newspaper yang saya peroleh di hotel: Pakistan Today, The News, Daily Times, Tribune, dan Dawn. Mungkin masih banyak yang lain. 

KARACHI2.jpgKoran-koran Pakistan berbahasa Inggris.

Orang-orang Pakistan juga tampak merata yang fasih dalam berbahasa Inggris. Mungkin karena negara Ibu mereka India adalah jajahan Inggris, sehingga seperti halnya India, Pakistan dan Bangladesh masyarakatnya juga cakap berbahasa Inggris. Semua kolega yang baru saya kenal, driver mobil, pendamping perjalanan, petugas hotel, semuanya bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Rakyat Pakistan juga memiliki rasa percaya diri dan nasionalisme yang tinggi. Semangat perjuangan Muhammad Ali Jinnah memisahkan diri dari India dan menjadikan Pakistan sebagai sebuah negara merdeka, terus menjadi inspirasi warganya hingga hari ini.

Dari ngobrol dengan beberapa kolega yang baru saya kenal, ada optimisme yang besar bahwa Pakistan akan semakin maju dan berkembang. Rasa percaya diri bangsa Pakistan itu juga bisa saya lihat setelah membaca headline halaman satu di surat kabar Pakistan Today edisi hari ini (Kamis, 6 September 2018).

Pertemuan PM Imran Khan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membuahkan hasil positif.

"Pakistan dan AS sepakat untuk memperbaiki hubungan bilateral. Amerika juga setuju bahwa permainan untuk saling menyalahkan dan mempermalukan (blame and shame game) bukanlah hal yang baik untuk dilakukan," tulis Pakistan Today. 

20% untuk Whistleblower

Sementara itu, Pakistan di bawah PM Imran Khan yang baru terpilih juga mulai serius dalam pemberantasan korupsi. 

KARACI1.jpgDidampingi guide ayu, Zeerma Khan yang mirip Nafa Urbach.

Salah satu terobosan hukum yang baru saja disetujui oleh Kabinet Federal adalah menawarkan 20% harta sitaan hasil korupsi kepada whistleblower (pemberi informasi tindak pidana korupsi).

Pakistan memang masih jauh tertinggal. Namun masyarakat Pakistan sepertinya sudah sepakat bahwa kepemimpinan sipil yang demokratis adalah pilihan terbaik untuk membawa bangsa mereka menjadi lebih baik secara sosial, ekonomi, dan politik. Meskipun, sektor militer dan pertahanan nasional akan tetap menjadi prioritas utama mereka mengingat ada "musuh abadi" yang setiap saat ingin mengajak  si "anak nakal" ini untuk pulang kembali, yaitu tetangga yang juga "ibu kandung" mereka sendiri: India.

 Dari Karachi, saya mengucapkan selamat sore dan selamat beristirahat untuk teman-teman semua.(tofan.mahdi@gmail.com)

Pewarta : Tofan Mahdi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda