Reuni IX CowasJP di Jogja (19)

The Real Power of Silaturahim dan 1.830 Buah Suvenir

Sebagian panitia sibuk packing suvenir di Sekretariat Panitia Reuni IX CowasJP, Sawitsari.

COWASJP.COM –  "Tasnya bisa nggak muat Bi," kata istri saya begitu melihat tumpukan door prize di "sekretariat panitia" Sawitsari. Istri saya biasa memanggil saya dengan sapaan mesra Abi. 

"Ya dicukup-cukupkan saja Mi. Ditata yang rapi. Kalau cuma kaos empat sama dua topi kan cukup," jawab saya. Patokan kaos empat dan dua topi itu adalah gambaran awal dari Mas Aqua Dwipayana di awal "rembugan" panitia.

"Mas Erwan bikin tas khusus untuk membagi suvenir ke temen-temen reuni ya. Yang muat tiga atau empat kaos dan dua topilah. Bikin saja 150 pieces," kata Mas Aqua saat koordinasi awal pelaksanaan reuni ini.

PANITIA6.jpg"Mas Erwan, ada handuk dari Akmil dibagikan setelah ini saja ya!" ujar Aqua.

Maka, istri saya yang selama ini mengelola www.juragantaskertas.blogspot.com pun mendesain ukuran tas untuk kebutuhan tersebut. Ketemulah ukuran yang pas untuk empat kaos, dua topi, satu botol minuman. Tas itulah yang kemudian dipakai "membungkus" suvenir peserta HUT III dan Reuni IX CowasJP 11-12 Agustus 2018 itu.

Ya, kami menyiapkan minuman kemasan khusus untuk reuni ini. Sebagaimana telah saya lakukan saat Reuni CowasJP di Nganjuk. Minuman Beyond Water ini dengan label desain khusus untuk Reuni IX CowasJP. Sedekah air sehat ini bisa kami lakukan karena kami memiliki alat produksi air sehat sendiri. Bahkan kami telah menjual alat ini hingga ke Universitas Muhammadiyah Jakarta, ke Pondok-Pondok Pesantren di Klaten, Sukoharjo dan Solo. Serta ke sejumlah keluarga di berbagai kota.

Jadi, tas yang telah jadi, kami siapkan "hanya" untuk menampung empat kaos, dua topi, satu botol minuman. Maka, saat Jumat (10/8) malam, sebagaimana yang telah dijadwalkan, panitia berkumpul di sekretariat panitia, spontan keluarlah kata-kata istri seperti di atas. Kalimat tersebut meluncur begitu melihat tumpukan barang serta jenisnya yang sudah didata oleh Nety --putri Mak Ti-- dengan sangat rapi.

panitia1.jpg

"Luar biasa ya, The Power of Silaturahim-nya Mas Aqua. Masya Allah. Begini banyak barangnya. Ini benar-benar The Real Power of Silaturahim," ucap istri saya melihat daftar barang-barang tersebut.

Dari data barang-barang tersebut terlihat selain kaos dan topi, ada mug, celemek, gantungan kunci, blocknote dan pulpen, tas, dan sejumlah suvenir. Ada pula bungkusan barang-barang elektronik dengan sampul berlogo BRI. 

Barang-barang tersebut "datang" mengalir tidak berhenti. Bahkan, setelah kami packing ke dalam tas pun, masih saja datang utusan dari sejumlah institusi membawa suvenir untuk Reuni Konco Lawas Jawa Pos. Kalau tidak distop oleh Mas Aqua, mungkin saja, suvenir-suvenir tersebut terus berdatangan hingga acara usai. 

Malam itu, kami memang datang lebih awal dari jadwal jam 21.00. Mas Aqua, masih dalam perjalanan dari Jepang menuju Jogja. Sehingga kami bisa ngobrol dulu dengan Mak Ti dan keluarga. Mak Ti merupakan teman satu rombongan Umroh Power of Silaturahim I dengan saya. Istri saya pun akrab dengan Mak Ti karena kami juga beberapa kali silaturahim ke Sawitsari.

paniti3.jpg

Sekretariat panitia yang juga rumah Mas Aqua di Sawitsari menjadi pusat kordinasi offline panitia. Kordinasi sebelumnya, karena Mas Aqua sedang silaturahim ke Tiongkok dan Jepang, dilakukan secara online lewat WAG ataupun WA japri (jalur pribadi). Baik lewat pesan tertulis maupun telepon.

Lewat WAG itulah disepakati, panitia berkumpul pukul 21.00 di Sawitsari. "Pas saya tiba dari Jepang setelah transit Jakarta, kita kumpul di rumah. Kita packing barang-barang yang mau dibagi. Kalau keroyokan kan cepat selesai," pesan Aqua dari Jepang.

Dan benar, beberapa saat di rumah Sawitsari itu, Mas Aqua datang. Kami pun segera kordinasi. Pertama berbagi tugas penjemputan, kedua packing suvenir. 

Pada Jumat malam itu beberapa Cowasers sudah datang. Bahkan pada Jumat pagi sudah satu Cowaser kami jemput. Cowaser yang tiba pada Jumat malam atau Sabtu dinihari adalah BIK. Datang dengan KA Bima pukul 00.40. Kemudian pada sekitar pukul 04.00 ada yang naik bus maupun kereta. 

paniti4.jpg

Alhamdulillah, yang naik bus, semuanya bersedia dikondisikan untuk turun di satu titik yakni Terminal Giwangan. Sehingga memudahkan penjemputan. 

Adib Lazwar Irkhami yang sejak awal berkomitmen melakukan penjemputan berkordinasi dengan Pak Yanto, Mas Darmadi dan Mas Ero. Tamu yang belum tercover tim penjemput --yakni Cowaser yang datangnya saat acara di Pentingsari sudah dimulai-- dihandle Zaky, anak saya. 

Sembari menunggu waktu penjemputan pukul 00.40 itu, kami pun melakukan packing. Kami atur tas yang dibagikan by name sesuai daftar yang telah masuk lewat WAG CowasJP. Kami tulis di stiker yang kami tempel di sudut tas. Lalu, kami satukan setiap keluarga.

PANITI5.jpg

Pembagian per keluarga ini usulan jitu Mas Aqua. Mengingat ada sejumlah sumbangan suvenir yang jumlahnya kurang dari total peserta. Jadi, untuk suvenir yang jumlahnya terbatas, pembagiannya per keluarga. Contohnya, ada institusi militer menyumbang kaos tapi jumlahnya 100 pcs. Kalau dibagi tiap peserta yang jumlahnya 130an tidak cukup. Maka dibaginya per keluarga yang jumlahnya sebanyak 85 keluarga. Sisanya bisa dibuat door prize.

Begitulah, tas yang disiapkan akhirnya memang tidak mampu menampung suvenir yang dibagikan. Air minum yang awalnya akan masuk tas, akhirnya dibagi saat pembagian homestay dan makan malam. Sedang barang-barang lainnya dibagi di sepanjang acara.

Seperti saat makan malam bareng yang ditata memanjang di atas daun pisang, Mas Aqua berbisik pada saya. "Mas, ada handuk dari Akmil. Nanti dibagikan saja biar bisa dipakai handukan usai senam pagi besok," bisiknya. 

Begitu kami umumkan, handuk pun langsung dibagikan. Mas Aqua sendiri yang berkeliling membagi handuk ke rekan-rekan yang masih eforia dengan kemenangan Timnas PSSI U16 atas Thailand dalam final AFFU16 malam itu. Selain handuk, salak pondoh 2 kg juga dibagi untuk tiap keluarga.

PANITIA8.jpgAqua Dwipayana membagi handuk dari Akmil untuk para Konco Lawas Jawa Pos. 

Sumbangan melimpah buah silaturahim itu tidak hanya berupa suvenir. Ada yang berbentuk voucher dan uang digital atau e-money. Jumlahnya juga tidak sedikit. 

Dari catatan kami, saat makan malam dibagikan 25 door prize. Yakni 20 e-money Tap Cash dari BNI Syariah senilai @ Rp 100 ribu. Dan 3 voucher menginap di Hotel Mercure Jakarta, Mercure Surabaya dan Marriott Seminyak Bali. Lalu 1 voucher  makan malam berdua di Hotel Mercure Surabaya. Serta tiket pesawat Sriwijaya Air, Surabaya-Jogja PP.

Kemudian pada acara senam pagi di Lapangan Camping Ground Desa Wisata Pentingsari dibagikan topi dari Angkasa Pura yang juga baru datang. Lalu diundi door prize 15 e-money, masing-masing 5 Brizzi (BRI), 5 Flazh (BCA) dan 5 Tap Cash (BNI). Juga 3 barang elektronik dari BRI serta 3 bingkisan mukena dan tas decoupage

PANITIA3.jpg

Diundi pula 3 voucher menginap di hotel. Masing-masing di Mercure Jakarta Cikini, Mercure Surabaya dan Marriott Seminyak Bali. Lalu 1 voucher  makan malam berdua di Hotel Mercure Surabaya. Serta tiket pesawat Sriwijaya Air, Jakarta-Denpasar PP.

"Puncak" dari The Real Power of Silaturahim pada Reuni CowasJP ini terlihat pada acara makan siang di Jejamuran. Makan siang yang awalnya pembayaran dilakukan oleh "panitia" ini, akhirnya "diambil-alih" oleh PLN Regional DIY-Jateng. Staf PLN yang hadir di Jejamuran mengembalikan uang muka yang telah kami bayarkan. 

Sama seperti malam dan pagi harinya, acara makan siang itu juga berlimpah door prize. Bahkan dua tiket umroh gratis dibagikan. Satu tiket dari Biro Perjalanan Umroh dan Haji NRA Tour and Travel dan satunya dari keluarga Aqua Dwipayana. Utusan dari NRA datang langsung menyerahkan sendiri ke Ny Diah Kholili Indro yang terpilih pada pengambilan door prize. Sedangkan tiket umroh dari keluarga Aqua Dwipayana diserahkan oleh Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) kepada Ny Herman Rivai.

panitia2.jpg

Sebelum puncak door prize tersebut, puluhan door prize lain telah dibagikan. Ini juga bentuk The Real Power of Silaturahim. Ada 6 door prize dari Harian Kompas, 2 dari Garuda Indonesia Jepang, 3 dari Koppasus, 5 barang elektronik dari BRI, 15 e-money masing-masing 5 dari BRI, BCA dan BNI. 

Ada pula 3 voucher menginap di Hotel. Yakni Mercure Jakarta Cikini, Mercure Surabaya dan Marriott Seminyak Bali. Lalu 1 voucher  makan malam berdua di Hotel Mercure Surabaya. Serta tiket pesawat Sriwijaya Air, Jakarta-Denpasar PP. 

Tak hanya itu, saat berpamitan pulang, peserta juga mendapatkan mug keren berlogo Koppasus. Jika ditotal, "barang" atau hadiah yang dibagikan selama Reuni IX CowasJP ini ada sebanyak 1.830 buah. Atau masing-masing peserta membawa setidaknya 14 item barang. 

PANITIA4.jpg

Inilah dahsyatnya silaturahim. Terbukti nyata tidak hanya dalam wacana. 

Saya pun meyakini: sebuah tas ternyata tak cukup untuk mewadahi silaturahim. Pikiran positif, hati bersih yang luas dan lapanglah yang bisa menampungnya. (*)

PANITIA7.jpgBeyond Water kemasan khusus Untuk Reuni IX CowasJP. 

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda