72 Bidadari Polisi Baca Puisi di Kampung Edukasi

COWASJP.COM – Mau liburan dan mencari hiburan keren di Minggu (1/7) ini? Datang saja ke Kampung Edukasi Watu Lumbung, Kretek, Bantul. 

Di lokasi yang berada di kawasan Pantai Selatan Jogja ini ada aksi 72 bidadari kepolisian alias Polwan yang akan membaca puisi. Ya, polisi baca puisi.

1 Juli 2018 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) genap berusia 72 tahun. Sebagai penanda hari itu 72 Bidadari Bhayangkara (Polwan) ini membacakan puisi dari 72 penyair yang sudah mengirimkan karyanya.

Para pengirim puisi ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi. Ada perupa, aktor film, guru, aparatur sipil negara (ASN), pensiunan, jurnalis, penyair, novelis, dan beragam profesi lain. 

Penyair senior Yogyakarta Iman Budhi Santosa pun ikut berpartisipasi mengirimkan karyanya. Disusul Sutirman Eka Ardhana, Wadhie Maharief, Umi Kulsum, Maria Widi Aryani, Yonas Suharyono, A’syam Chandra, dan lain-lain. Juga anggota Forum Guru Sleman Menulis, Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul, dan sebagainya.

polisi1.jpg

Ya. Selalu ada cara keren dari orang-orang Jogja dalam mengapresiasi pihak lain. Termasuk untuk para petugas kepolisian ini. 

Tak pelak, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dhofiri pun langsung merespons. “Saya ikut baca puisi!” ucapnya.

Kalimat orang nomor satu di Polda DIY itu bagai bunyi gong menandai acara bertajuk ‘Bersastra di Hari Bhayangkara’ di Watu Lumbung ini. Selain Kapolda, ada juga Yani Saptohoedoyo yang juga siap naik panggung sebagai guest star untuk membaca puisi.

Acara 'Bersastra di Hari Bhayangkara' ini sebenarnya sudah digagas oleh Boy Rifai tiga bulan lalu. Namun baru diputuskan 10 hari menjelang hari H. “Ini seperti kerja Bandung Bondowoso,” ucap Mbah Boy, panggilan akrab Pengelola Kampung Edukasi Watu Lumbung ini.

polisi2.jpg style="height:auto;width:100%"

“Prinsip panitia, silakan menulis puisi saisane. Menulislah puisi sebisanya! Yang penting masyarakat mempersembahkan karyanya untuk memeriahkan hari ulang tahun POLRI,” kata Budi Sardjono, yang bersama Achmad Massih dipercaya menjadi koordinator pengumpulan puisi.

Karena tujuan utamanya memberikan apresiasi, maka saat acara setiap penyair yang karyanya lolos untuk dibacakan, diharap hadir. Mereka diminta mendampingi Polwan saat puisinya dibacakan. Setelah itu memberi apresiasi kepada yang bersangkutan.

polisi-e.jpg

Pertunjukan ini bagi Kapolda DIY Ahmad Dhofiri bisa sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dengan seniman dan budayawan Yogyakarta. “Oleh sebab itu saya antusias menyambut acara ini!” ucapnya.

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum. Gratis. Pengunjung yang datang akan mendapat berbagai sajian seni budaya. Selain acara utama pembacaan puisi, juga akan dipergelarkan berbagai kesenian tradisional.

Namun, karena sempitnya lahan parkir di atas, maka semua kendaraan tamu parkir di bawah. "Nanti akan ada mobil kepolisian yang akan mengantar para tamu sampai di lokasi acara. Acara akan dimulai pukul 15.00 sampai selesai,” pungkas Boy Rifai.

Untuk melihat beberapa karya puisi yang akan dibacakan, bisa diintip di channel YouTube. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda