Balkondes Wringin Putih, Nikmatnya Kuliner Lokal dan Dolanan Tradisional

Foto-Foto: istimewa

COWASJP.COM – Program BUMN Peduli di Kawasan Borobudur adalah pendirian Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Balkondes ini dibangun di tanah desa lengkap dengan kamar penginapannya. Berupa homestay

Salah satu yang dibangun dalam program ini adalah Balkondes Wringin Putih. Desa Wisata Wringin Putih terletak sekitar 2,3 km dari komplek wisata Candi Borobudur. Balkondes Wringin Putih  disupport oleh Pertamina.

Yang membedakan dari Balkondes lainnya di wilayah Kecamatan Borobudur, seluruh kerangka bangunan Balkondes ini memakai bambu. Untuk atapnya bukan genteng, melainkan dari daun rumput.

Kekhasan bambu sebagai bahan kerajinan unik asal Indonesia pun diolah Desa Wisata Wringin Putih sebagai daya tarik wisata utama yang dimilikinya. Di Wringin Putih, secara visual pengunjung akan dimanjakan dengan kondisi geografis khas pedesaan yang masih alami serta pemandangan menakjubkan berlatar belakang perbukitan Menoreh. 

Seperti desa wisata lainnya, bidang pertanian menyokong kegiatan perekonomian utama di desa ini. Vegetasi seperti rambutan, ketela, pepaya, kapulaga, Albasia, serta bambu dapat ditemukan dengan mudah. Terkhusus vegetasi bambu, desa wisata Wringin Putih kemudian menyulapnya menjadi keunggulan wisata yang atraktif.

Dengan dana dari Pertamina, Desa Wisata Wringinputih kemudian mengembangkan Bale Bambu Klatakan sebagai daya tarik utama. Bale Bambu Klatakan merupakan sebuah kebun bambu liar yang kemudian disulap menjadi taman bambu yang indah. 

Tidak hanya taman bambu saja, bambu yang ada juga dibuat menjadi sebuah bangunan berbentuk atap yang megah. Bangunan ini kemudian dimanfaatkan sebagai kafe untuk istirahat melepas penat. 

panah1.jpg

Bangunan utama di bagian depan ini juga menjadi aula utama untuk berbagai aktivitas tamu. Misalnya reuni, gathering, pertemuan trah, arisan dan sebagainya. 

Seperti tampak pada Sabtu-Minggu (23-24 Juni 2018). Spanduk "Sugeng Rawuh" Keluarga Besar Trah Danuwirono terlihat di pintu masuk bangunan utama tersebut. Dan backdrop besar ukuran 4x2 meter terpajang di ruangan. Menandakan saat itu Balkondes Wringin Putih sedang dipakai untuk pertemuan trah. 

Selain bangunan utama beratap melengkung itu, di komplek depan ini ada sejumlah bangunan lain. Beberapa gazebo, mushola, toilet, dapur dan kios suvenir. Ruangan utama juga dilengkapi sejumlah meja dan kursi. 

Kemudian di sebelah barat bangunan ada lapangan rumput yang luas. Pagar bambu anyaman membatasi lapangan ini di satu sisi. Bambu hidup membatasi sisi yang lain. 

Di jalur dari aula utama ke lapangan ini, dibangun semacam panggung. Bisa dimanfaatkan untuk pentas dengan audiens di lapangan dan di aula sekaligus. 

panahan2.jpg

Di lapangan inilah sejumlah mainan tradisional bisa dilakukan. Seperti gasing dari bambu, egrang dari bambu atau batok kelapa, bakiak panjang, hingga jemparingan atau panahan tradisional. Sarana jemparingan ini pernah ditinjau Presiden Jokowi. 

"Asyik sekali. Keluarga kami yang sepuh-sepuh bisa mengenang masa lalunya. Dan yang muda-muda bisa mengenal mainan orangtuanya. Semua akhirnya bisa ikut bermain. Yang tua maupun yang muda semua bergembira," ujar Dwi Agus Joko Priyono, yang Minggu (24/6) itu menjadi tuan rumah pertemuan trah keluarga besarnya di Balkondes Wringinputih. 

Keluarga Besar dengan seragam hijau toska bertuliskan logo TDW itu kompak bermain gasing, bakiak, egrang maupun panahan. Panahan yang dipandu pengelola Balkondes itu Dilakukan dengan duduk bersila. 

Laki-laki maupun perempuan tampak menikmati permainan panahan tradisional itu. Kegembiraan terpancar di wajah mereka. Tawa riang mengiringi luncuran anak panah ke sasarannya. Yang melenceng, meleset maupun yang mengenai bidang sasaran semuanya disikapi riang. Salah satu anggota keluarga yang memegang mik memberikan komentar yang memancing tawa.

Keceriaan dan kegembiraan tamu itu juga terlihat saat mereka makan siang. Sajian sayur lodeh, sambal terasi, sop daging, tahu, tempe goreng dan ikan asin mereka santap dengan riang. Minuman es dawet gula aren melengkapi keceriaan makan siang mereka. 

"Cocok sekali makanannya. Mantap. Lodehnya enak, cendolnya oke," ujar Siti Rochmani, salah satu tamu siang itu. 

Selain menu utama ada juga camilan tradisional. Berbagai makanan tradisional, seperti clorot, getuk, tiwul, blendo, bubur candil, minuman badek, wedang legen dan lainnya biasa disuguhkan untuk tamu.

panahan3.jpg

Berbagai fasilitas untuk para tamu tersedia di Balkondes yang diresmikan September 2017 oleh Presiden Joko Widodo ini. Selain atraksi permainan tradisional dan kuliner, tersedia pula penginapannya. Homestay dengan kamar-kamar ber-AC. Balkondes Wringin Putih menyediakan 10 rumah anjungan dengan jumlah 20 kamar aneka jenis. Tamu bisa memilih kamar tipe single, double ataupun untuk keluarga.

Selain tamu yang berkegiatan di Balkondes, penginapan juga dimanfaatkan oleh tamu yang sedang berwisata di Borobudur atau kegiatan di sekitarnya. 

"Dua hari ini kamar penuh. Selain rombongan trah yang berkegiatan di sini, ada rombongan keluarga pengantin pria dari Sulawesi Selatan yang menikah dengan perempuan di Kampung Wringinputih," papar Muhammad, pengelola Balkondes Wringin Putih. 

Jika ingin menginap di tempat yang unik, tak ada salahnya Anda mencoba Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Wringin Putih yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Candi Borobudur. Balkondes yang dibangun melalui sinergi BUMN dengan konsep “1 Desa 1 BUMN” ini  bisa menjadi salah satu pilihan. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda