Inilah Cara Unik Sawahlunto Pasarkan Pariwisatanya

Foto-Foto: GenPI Sawahlunto

COWASJP.COM – Cara yang ditempuh Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), untuk mempromosikan pariwisata terbilang unik. Pemkot Sawahlunto menyasar anak-anak untuk dijadikan duta pariwisata dengan menggelar Duta Wisata Cilik 2018 pada pekan lalu.

Dari event itu akhirnya terpilih Indira Nayla Assyifa dan Lingga Mahardika yang menjadi pemenang. Indira merupakan siswi SDN 03 Lubang Panjang. Sementara itu, Lingga adalah siswa SD 19 Santur.

"Program Duta Wisata Cilik 2018 ini merupakan peluang yang besar untuk mencari bibit-bibit yang pro-pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto Efriyanto.

Pariwisata-2.jpg

Efriyanto menambahkan, Duta Wisata Cilik 2018 merupakan salah satu cara untuk memberikan pemahaman akan pentingnya arti pariwisata kepada generasi muda. Para generasi muda itu nantinya diharapkan bisa menjadi agen promosi pariwisata pada masa yang akan datang.

Pemkot Sawahlunto memang terus menggenjot promosi destinasi wisata. Sawahlunto mengandalkan berbagai peninggalan bersejarah dan objek wisata alam yang tidak ada di daerah lain. Peninggalan pemerintah Hindia Belanda, antara lain, Lubang Mbah Suro dan Museum Gudang Ransoem. 

Lubang Mbah Suro merupakan bekas penambangan batu bara. Panjangnya mencapai 1,5 kilometer dengan kemiringan 20 derajat. Sedangkan Gudang Ransoem menyimpan banyak peninggalan masa penjajahan Belanda. Pada zaman dulu, tempat itu merupakan dapur untuk menyediakan makanan bagi para pekerja tambang batu bara.

Duta-Wisata.jpg

Di sisi lain, salah satu objek wisata alam yang sangat terkenal di Sawahlunto adalah Danau Biru di Talawi. Lokasinya sekitar sepuluh kilometer dari pusat Kota Sawahlunto.

Objek wisata yang booming pada awal 2006 itu menyajikan keindahan danau dengan air biru nan cerah. Danau itu terbentuk dari bekas tambang batu bara.

Ada juga Puncak Cemara yang bisa ditempuh dengan tempo sepuluh menit dari pusat kota. Anda bisa melihat panorama nan mengagumkan dari ketinggian.

Efriyanto menambahkan, semua kalangan harus bahu-membahu untuk memajukan pariwisata. Dia menyebut kunci pariwisata adalah pentahelix yang terdiri dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Duta-Wisata-2.jpg

Prinsip yang diusung Pemkot Sawahlunto sejalan dengan pentahelix Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terdiri dari academician, business, community, government, dan media (ABCGM).

"Jika sedari dini sudah ditumbuhkan rasa cinta pariwisata dan terlibat di dunia pariwisata, ini akan luar biasa dampaknya bagi pariwisata Sawahlunto," ujar Efriyanto. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda