Jalan Menuju "Kampung" Swasembada Sayur

Foto-Foto: CoWasJP

COWASJP.COM – Ketika ADA "pameran" Agro Expo di UGM tahun lalu, saya diundang --waktu itu Corporate Secretary Perindo (BUMN Perikanan Indonesia) Agung Pamujo untuk ngobrol. Kebetulan Perindo menjadi satu sponsor acara tersebut.

Saya pun datang bersama pengusaha muda Furqon Robbi. Saat sampai di stan Perindo, Mas Pam sudah bergeser mendampingi Pak Dirut Perindo presentasi di PKKH (Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri). Kami pun segera menyusul ke sana.

Eh, di depan stan Perindo ada yang menarik. Stan yang memajang bibit tanaman sayur-sayuran. Saya pun mampir dulu di tempat itu. Ngobrol basa-basi dengan penjaga stan-nya dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yang punya gawe. 

Ternyata mhs UGM itu pegiat "Jogja Berkebun". Dan stan itu milik perusahaan benih East-West Seed. Kami pun bertukar nomor WA. Saya  pengin ketularan semangat mereka dalam mencintai lingkungan....berkebun dan bertanam. 

bank-smapah2.jpg

Sehabis itu tidak kontak. Kontak terakhir ya saat pulang dari ketemu Mas Pam di PKKH, kami mampir lagi karena waktu itu dijanjiin bibit cabe yang telah selesai didisplay bisa kami bawa pulang. Saat itu semua stan sedang "ringkes-ringkes." Kami pun pulang dengan bibit cabe (sekitar 15-an).

Hari Rabu (7/3) kemarin, pesan masuk ke WA saya dari Mas Ahdiyat Arief. Ini penunggu stan di Agro Expo waktu itu. Dia memang bertugas di kantor East West Seed di Jogja. Mas Arief bilang pengin ketemu Kamis atau Jumat. Saya jawab Jumat saja jam 9.30 pagi. "Saya sela!"

Ternyata Mas Arief tidak datang sendirian. Dia mengajak Mas Hamzah dari Kantor Pusat East West Seed Jakarta. Mas Hamzah yang alumni Pertanian UGM ini muridnya pakdhe Supriyahanta Dirjo Suseno Mas Hamzah di divisi Urban Farming dan Hidroponik.

bank-sampah.jpg style="height:auto;width:100%"/>

Kami pun ngobrol hingga menjelang Jumatan. Soal Bank Sampah, soal Daur Ulang, soal ecobrick. Dan tentu saja soal sayur-sayuran. "Banyak yang bisa kita kolaborasikan," kata Mas Hamzah saat di Bank Sampah Griya Sapulidi. 

Kami pun yakin, InsyaAllah akan diberi kesempatan untuk bertemu lagi di waktu-waktu mendatang. "Dengan Mas Arief yang di Jogja harus lebih sering. Kalau dengan saya nanti pas launching programnya saja hahaha," kelakar mas Hamzah. 

Ya, pembicaraan nyambung dan akrab. Apalagi saat saya paparkan program-program "Green" eh penghijauan Griya Sapu Lidi, Mas Hamzah sangat tertarik. Kami juga punya divisi Urban Farming dan Hidroponik. Sehingga klop bisa bersinergi. "Pokoknya, kalau bisa, nanti satu saat kita gratiskan sayuran segar kepada mereka yang lewat perumahan ini," kata saya. "Atau membelinya dengan sampah...."

Mimpi kami, termasuk keinginan Pak RW 26 Gumuk Indah Yudi Trihatmanto untuk segera menjadi "perumahan berswadaya sayur" menjadi kenyataan. Semoga.

 Aamiin.

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda