Pilgub Jatim 2018

Ke Mana Suara NU?

Foto-foto: istimewa

COWASJP.COM – Jika tiga figur top NU (Nahdlatul Ulama) jadi bertarung di pentas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, betapa serunya persaingan yang bakal berlangsung.

Dinamika politik di Jatim semakin menawan. Hari per hari bisa berubah. Warga Jatim sempat dikejutkan dengan berita Yenny Wahid, sapaan akrab puteri Gus Dur - Zanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, yang dipinang Gerindra untuk dicalonkan jadi Gubernur Jatim. Tapi tak lama kemudian, Yenny Wahid menyatakan sikapnya, bahwa beliau menolak pinangan Gerindra tersebut.

Seperti yang diberitakan CNN Indonesia, permintaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018 "terpaksa" ditolak oleh Yenny karena keluarganya tidak mengizinkan untuk maju di ajang politik tersebut.

"Kami keluarga Gus Dur punya tugas sejarah. Terutama agar komunikasi NU tidak pecah. Kami tidak boleh ikut masuk kontes yang berlangsung," kata Yenny di Jakarta, Rabu 3 Januari 2018.

Meski demikian, Yenny tetap berterima kasih atas tawaran Prabowo tersebut. Namun setelah menimbang matang, Yenny lebih memilih nasihat keluarganya.

Berarti yang bertarung nanti tetap dua big fighter Gus Ipul dan Khofifah.

Andaikata Yenny Wahid mau, sebagian warga NU Jatim dihadapkan pilihan sulit.

"Berat sekali bagi Gus Ipul dan Khofifah. Tapi hasil surveinya tetap ada 31-35 persen yang undicided, enggak enak milih kiri gak enak milih kanan, milih tengah saja, alternatif" kata Mardani Ali Sera, Wasekjen DPP PKS di restoran Ajag Ijig, kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Sebelumnya juga muncul nama Moreno Soeprapto. Tapi para pengamat menilai, berat bagi Moreno untuk menyaingi dua petarung besar (big fighter) itu. Apalagi jika Yenny Wahid menerima pinangan Gerindra.

"Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa adalah two big fghters," kata pengamat politik Pangi Chaniago di Jakarta, Selasa Januari lalu.

Itulah sebabnya, meski Yenny Wahid urung turun di arena Pilgub Jatim 2018, pertarungan tetap saja bakal sengit dan ketat 

"Sebenarnya Khofifah dan Gus Ipul basis potensial segmen mereka kan sama, NU juga. Tapi ini yang satu Muslimat NU dan yang satu NU biasa," kata Pangi Chaniago.

Untuk memenangkan pertarungan, kandidat calon lain harus mengambil ceruk segmen yang berbeda dengan calon lain. Atau jika cagubnya NU, maka cawagubnya dari segmen lain. (sop)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda