Pertamina Energy Tower Jadi Ikon Baru

Seorang wisatawan dari Indonesia membelakangi dua tower. (Ariyono Lestari/CoWasJP.com)

COWASJP.COM – ockquote>

L a P o R a N P e R j a L a N a N: Ariyono Lestari

-------------------------------------------------------------------

dari Kuala Lumpur

SOREitu, taman di halaman depan Suria KLCC, salah satu pusat perbelanjaan  terbesar di Malaysia sudah mulai dipadati pengunjung. Tua, muda, anak-anak, semua berbaur mengelilingi kolam luas dengan beberapa air mancur di dalamnya.

Sebagian tampak selfie dengan bermacam peralatan fotografi yang dibawanya. Berselfie di area Suria KLCC, Kuala Lumpur memang menarik lantaran Menara Kembar Petronas yg menjadi latar belakangnya. Ya, menara kembar Petronas yg sempat menjadi gedung tertinggi di dunia pada 1998 - 2004, sebelum Burj Alkhalifa dan Taipei 101  selesai dibangun itulah yg menjadi salah satu kebanggaan Malaysia saat ini.

Di halaman dengan Suria KLCC, warga Kuala Lumpur dan wisman bisa dengan santai menikmati permainan air mancur warna warni yg gerakannya bisa disetting mengikuti irama lagu yg diperdengarkan. Saat saya dan keluarga ke sana, air mancur warna-warni sedang berlanggak-lenggok mengikuti irama salah satu lagu Siti Nurhaliza. Memang menyenangkan.

Selain menikmati suasana taman seluas 12 acre (69.000 m2), pengunjung juga bisa mengunjungi Menara Kembar Petronas. Tapi, untuk berkunjung ke sana harus rela antre sejak pukul 06.00 karena tiket memasuki menara dibuka pukul 08.00 dan pukul 09.30 tiket dipastikan sudah habis. Setiap hari disediakan 1.500 - 1.700 tiket, kecuali Senin ditutup untuk perawatan.

Tiket untuk memasuki Menara Kembar Petronas dipatok seharga RM 3 untuk warga Malaysia dan RM 10 untuk warga asing. Kalau ditambahi kunjungan ke anjungan pemandangan tiketnya lebih mahal, RM 20 untuk warga Malaysia dan RM 40 untuk warga asing.

Menara setinggi 88 lantai hasil karya arsitektur Cesar Pellii dari Argentina ini memang mampu menyedot perhatian wisman yang berkunjung ke Kuala Lumpur.

Sangat pantas kalau saya dan keluarga cemburu lagi pada Malaysia yg mampu mengemas gedung tertinggi itu dengan apik untuk warganya dan wisman yang ke sana.

Tapi, kecemburuan saya kabarnya akan terobati karena Indonesia akan sedikit meng-copy paste-nya di kawasan Epycentrum Kuningan, Jakarta. Konon kabarnya, Pertamina akan membangun Pertamina Energy Tower (PET), gedung pencakar langit yg diperkirakan akan mengalahkan ketinggian Menara Kembar Petronas. Ketinggiannya direncanakan 530 meter dengan 99 lantai.

Tak tanggung-tanggung, untuk merealisasikan ambisinya, Pertamina menggandeng Skidnorr Owings Merill dan Turner International konsultan. Konsultan kedua itu  juga terlibat dalam penggarapan gedung fenomenal Burj AlKhalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.

ariyono-titipL00iE.jpg

Foto CoWasJP.Com

PET akan didukung oleh teknologi bangunan yg ramah lingkungan, sehingga bakal jadi salah satu Green Building Indonesia. Targetnya mendapatkan sertifikat Green Building level platinum dari The Green Building Certificate Institute. Wow!

Karena itulah, PET akan dilengkapi dengan zero water run-off dan water recycle, renewable energy showcase dengan 55% kawasan berupa area terbuka hijau.

Nampaknya, seperti hanya Menara Kembar Petronas, PET juga bakal menjadi kawasan wisata baru di Jakarta. PET akan jadi ikon gedung tertinggi di Jakarta yang ramah lingkungan.
Ideal sekali rencananya. Sayangnya, belakangan tersiar kabar bahwa ketinggian PET akan dikurangi menjadi di bawah 99 lantai dengan alasan sewa yg terlalu tinggi bagi tenant. Selain itu, Dirut Pertamina Dwi Sutjipto belum lama ini mengumumkan bahwa pembangunan gedung yang bakal menjadi Kantor Pusat Baru Pertamina ditunda karena BUMN itu sedang fokus ke bisnis hulunya.

Uh, angan-angan memiliki kebanggaan baru sedikit melemah nih. Namun demikian, ada kabar valid yang sempat saya dengar bahwa Pertamina saat ini sedang mencari investor yang bersedia membangun PET. Kompensasinya, investor akan mendapatkan hak mengelola gedung itu selama 40 tahun, dan Pertamina teken kontrak sebagai penyewa 50 persen gedung tersebut.

Saya mengetahui kabar itu setelah aktif membantu mencari main kontraktor untuk proyek jalan tol Semarang-Jogja dan Solo-Jogja yg didanai oleh swasta murni.

Di tengah-tengah lobi antara kontraktor dan owner proyek jalan tol, terungkap upaya Pertamina melalui salah satu perusahaan seorang tokoh partai politik papan tengah untuk mencari investor yang bersedia membangun PET. Beberapa orang yg kabarnya memiliki dana cukup besar yang terparkir di Singapore juga mulai melakukan pembicaraan intensif. Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja.

Simak Berita-berita Lainnya di CoWasJP.com. Klik Di Sini

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda