Alquran Braille dari GEMPITA untuk Kaum Tuna Netra Mojokerto
Atas dasar itu pula, DPP GEMPITA (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air) menginiasi sumbangan alquran braille dan iqro braille serta stick light bagi para penyandang tuna netra.
Selengkapnya
Atas dasar itu pula, DPP GEMPITA (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air) menginiasi sumbangan alquran braille dan iqro braille serta stick light bagi para penyandang tuna netra.
SelengkapnyaSaya menempati kamar D410. Saya hitung, dari 14 kamar di lantai D410 yang lampunya menyala hanya 7. Berati yang terisi tujuh kamar.
SelengkapnyaSuara keras menggelegar pun terdengar. Salah, seorang ABK yang sedang asyik ngopi terbakar di sekujur badannya.
SelengkapnyaBegitu juga di kapal. Karena minimnya listrik, menggunakan CCTV tenaga surya dan GSM. Sehingga tetap bisa dimonitor melalui HP pula.
SelengkapnyaSetiap ada kejadian atau aktivitas di lapangan selalu dilaporkan di grup WA yang bisa dibaca oleh pimpinan.
SelengkapnyaRimbunnya pepohonan yang berada di sekitar kampus. Yang dihiasi dengan danau yang cukup luas. Menambah indahnya suasana.
SelengkapnyaDi RS Muhammadiyah Lamongan, dibantu dr Asro SpU, spesialis urologi.
SelengkapnyaKeadaan seperti itu saya tahu saat pulang. Karena ketika masuk saya melalui pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD).
SelengkapnyaTak lama kemudian, kami berpisah. Pak Haji pindah tugas ke Mataram, kampung halamannya, untuk memimpin ‘’Suara Nusa’’, koran lokal milik Pemda NTB yang kolaps.
SelengkapnyaSyeich Afifuddin Al Jailani adalah cicit dan pendiri thoriqoh Qadiriyah yang masyhur di Asia, Timur Tengah dan di Indonesia.
Selengkapnya