Wali Paidi Episode 15

Malam Ini Diuji Bertubi-tubi

Laki-laki perlente dengan mobil mewah datang dan minta uang kepada Wali Paidi. (FOTO: ajaib.co.id)

COWASJP.COM – Malam ini hati Wali Paidi sedang galau. Entah kenapa. Mengapa tiba-tiba saja perasaan galau menghinggapi hatinya. Kepalanya tiba- tiba saja pusing.

"Hmmm. Pasti ini ada yang ngerasani (gosipin, membicarakan) aku," kata Wali Paidi dalam hati. Lantas menyelonjorkan (meluruskan) kakinya dan menyandarkan tubuhnya di tiang langgar miliknya.

Ketika mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yang nyelonong masuk dan mendekati Wali Paidi.

Ketika si tamu sudah dekat dengannya, tiba-tiba saja, 

Huekk juh. Si tamu dengan semangat meludahi Wali Paidi.

Wali Paidi kaget bukan kepalang.

"Siapa si tamu ini, kok tiba-tiba saja meludahi aku," bathin Wali Paidi.

Huek..huek..juh. Si tamu lagi-lagi meludahinya. Kali ini mengenai matanya. 

Wali Paidi diam saja. Dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yang mengenai wajahnya.

Berkacak pinggang si tamu. Mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi, dan Huekkkkk juh..juh. Si tamu mengeluarkan semua ludahnya.

Wajah Wali Paidi berlumur ludah. Wali Paidi mulai menangis. Dengan perlahan Wali Paidi mengusap lagi wajahnya. Lalu dengan lembut Wali Paidi bertanya kepada si tamu. 

"Siapakah tuan?"

Si tamu dengan tersenyum menjawab: "Aku adalah malaikat yang disuruh mengujimu. Karena orang-orang banyak yang memuji kalau kamu adalah orang yang sabar. Makanya Allah menyuruhku membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu. Dan ternyata benar. Kau memang orang yang sabar." 

Kemudian si tamu ngeloyor pergi.

Wali Paidi hanya tertegun. 

Tidak begitu lama datang lagi orang yang sangat perlente. Wajahnya ganteng, gagah, dan memakai stelan jas dan berdasi.

Turun dari mobil mewahnya, si tamu mendekati Wali Paidi. Dengan tersenyum si tamu ini duduk di dekat Wali Paidi.

"Mas, maaf mengganggu sebentar. Bisa minta duwitnya, Mas? ATM saya tadi hilang, buat beli bensin Mas," kata si tamu.

Wali Paidi memandang si tamu dengan heran.

"Minta berapa?" tanya Wali Paidi.

"Sedikit Mas, Rp 1 juta saja," jawab si tamu.

"Wah, kalo segitu gak punya aku," jawab Wali Paidi.

"Ya, berapa saja, pokoknya ada," pinta si tamu.

Wali Paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh-jauh perasaan itu, Bagaimana pun dia harus menolong orang yang butuh pertolongan. Gak peduli siapa pun dia. 

Wali Paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyah. Tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya. Dengan senyum sumringah si tamu menerima uang pemberian Wali Paidi.

"Terima kasih. Ternyata benar pujian orang-orang terhadapmu. Kamu adalah orang yang dermawan," kata si tamu.

"Siapakah tuan?" tanya Wali Paidi.

"Aku adalah malaikat yang disuruh mengujimu," jawab si tamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yang pertama.

Wali Paidi menunduk. Dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing.

Ternyata banyak orang yang ngerasani dengan memuji-muji dirinya. Dia tahu bahwa Allah-lah yang pantas dipuji. Allah-lah yang Maha Penyabar, Allah-lah yang Maha Dermawan.

Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku, karena banyak yang memuji aku sebagai orang yang sabar dan orang yang dermawan.

"Assalamu'alaikum."

Wali Paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yang mengucapkan salam kepadanya.

"Wa'alaikum salam," jawab Wali Paidi.

Berdiri di depan Wali Paidi seorang wanita yang sangat cantik. Memakai celana ketat dengan atasan baju longgar, lengan panjang putih. Memakai kerudung ala kadarnya. Tampak rambutnya yang berkilau kemerahan.

"Kenalkan nama saya Mulan," ucap wanita ini dengan genit sambil menyodorkan tangannya.

Wali Paidi terdiam dan membathin. "Ujian apa lagi ini, dipuji apa lagi diriku ini ?" (Bersambung)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda