Reuni Cowas JP IX di Jogja (1)

Mengajak Konco Lawas Merasakan Pelukan Dewi Peri

Persiapan tret-tet-tet ke Jogja dimatangkan di Surabaya.

COWASJP.COM – "Mantap Mas Erwan. Asyik ini Desa Wisata Pentingsari," ujar Mas Aqua Dwipayana usai "mampir" melihat homestay yang akan menjadi tempat menginap kawan-kawan Konco Lawas Jawa Pos (CowasJP).

CowasJP akan menggelar Reuni IX di situ Sabtu 11 Agustus - Minggu 12 Agustus 2018.
Homestay yang dilihat hanya salah satu dari 80-an homestay yang ada di Desa Wisata Juara ini. Semua homestay di Pentingsari telah mengikuti standar layanan tamu. Peningkatan dan standarisasi homestay telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Selain difasilitasi oleh pemerintah (Kementerian/Dinas Pariwisata) juga mendapat dampingan dari swasta (Bank BCA).

"Iya asyik Mas. Desa Wisata ini menjadi langganan SMA Al Azhar Jakarta untuk live in tiga hari. Mereka bisa dua ratusan siswa sekali menginap," jawab saya menyahut.

Homestay di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri) pernah mendapat penghargaan tingkat ASEAN. Untuk homestay di Desa-Desa Wisata DIY-Jateng saya banyak informasi. Karena saya pernah "berurusan" dengan mereka sebagai Tenaga Ahli Kemenpar  untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Destinasi Pariwisata di bawah Asisten Deputi Tatakelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat. 

reuni1.jpgSalah satu sudut Dewi Peri. Foto spotunik

Dewi Peri juga menjadi Desa Wisata yang dipilih oleh project UNWTO -- Organisasi Pariwisata Dunia-nya PBB-- untuk percontohan Community Based Tourism, Pariwisata Berbasis Masyarakat. Berbagai komponen masyarakat terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Sehingga masyarakatlah yang langsung menikmati keuntungan industri pariwisata. 

Dari sejumlah desa wisata di DIY, Dewi Peri-lah yang paling dekat dan paling mudah aksesnya. Juga paling siap amenitasnya. Serta menarik atraksinya. Terutama untuk menampung tamu dalam jumlah besar, seperti Reuni IX CowasJP ini. Tiga kunci pengembangan pariwisata yakni 3A -- Atraksi, Akses, Amenitas-- dimiliki Dewi Peri dengan nilai tinggi. 

Desa Wisata di Kaki Merapi ini memiliki banyak titik untuk kegiatan. Ada camping ground yang bisa menampung puluhan tenda. Ada tanah lapang bisa untuk fun game atau senam. Ada lahan rindang untuk outbond. 

reuni2.jpgFoto Darmawan.blog

Ada lima atau enam Pendopo. Yang bisa dipakai untuk workshop, pelatihan, atau kuliner kembul bujono. Lalu ada rumah untuk berlatih gamelan. Ada rumah untuk bermain janur. Berlatih membuat wayang rumput. Dan ada pula sawah untuk bercocok tanam, membajak atau untuk sekadar bermain lumpur. Menangkap lele atau main bola. 

Para wisatawan merasakan hangatnya kehidupan desa. Menginap di homestay yang menyatu dengan pemilik rumah. Sarapan bagi dengan menu sama yang dimakan tuan rumah. Yang masing-masing rumah memasak menu yang berbeda. Sehingga anggota rombongan yang satu akan memiliki pengalaman berbeda dengan rombongan lain yang menginap di homestay yang berbeda. 

Para tamu ke Dewi Peri juga banyak yang belajar saat menginap. Belajar bagaimana mengelola potensi desa, menyatukan warga yang berbeda-beda kemampuan maupun gagasan untuk bersama-sama berkarya. Atau belajar kearifan lokal lain yang mereka dapati selama di Dewi Peri.  Pendeknya "pelukan" Dewi Peri bisa memesona setiap tamu. 

reuni3.jpg

Setidaknya itu bisa dilihat dari omset desa wisata ini pada tahun 2017 lalu yang mencapai Rp 3,5 Miliar. Dan sangat potensial meningkat lagi di tahun 2018 ini. Menurut Pengelola Dewi Peri Doto Yogantoro, pihaknya bisa menerima 1.000 tamu sehari. Syaratnya mereka terbagi dalam berbagai kelompok kegiatan. 

"Misalnya 200 orang camping, 200 orang outbond, 200 orang fun games, 100 orang belajar janur, 200 orang workshop pengelolaan pariwisata, 100 orang lagi bermain gamelan atau belajar jamu herbal. Pemandu kami siap," tegas Doto.

Dengan alasan-alasan itulah, saat ditunjuk sebagai Ketua Panitia Reuni IX CowasJP, setelah survei di berbagai desa wisata, saya mengusulkan Dewi Peri. Lokasi yang juga sangat dekat dengan agenda acara reuni lainnya. 

Alhamdulillah, usulan saya beserta run down acara diterima Panitia. Yang kemudian dimatangkan dengan masukan-masukan dari Mas Aqua, "tuan rumah" yang sesungguhnya. 

reuni4.jpg

Saya berharap semua yang kami siapkan dapat memuaskan kawan-kawan. Apalagi, inilah Reuni CowasJP pertama yang diisi dengan paket wisata. Dan lokasinya jauh dari Surabaya, "pusat" Konco Lawas. 

Satu hal yang juga menyenangkan dan menambah semangat dalam menyiapkan semua ini adalah komitmen dari seorang Aqua Dwipayana yang benar-benar luar biasa. Komitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik. Yang memberi pelayanan terbaik dalam setiap momen silaturahim. Yang tak ingin kawan-kawannya kecewa. Di tengah kesibukannya menjadi motivator dan padatnya agenda silaturahim, Aqua selalu memonitor dan mengecek persiapan Reuni IX CowasJP ini. 

Misalnya,  dari Lapangan Tiananmen, Beijing,  pagi ini,  Aqua menelepon saya. Menanyakan berbagai hal mengenai persiapan Reuni. Sekaligus menanyakan apa saja yang perlu dibayar atau sekadar panjar uang muka. 

Tak sabar rasanya untuk segera merasakan pelukan Dewi Peri bersama konco lawas Jawa Pos. Semoga semuanya lancar sesuai yang kita rencanakan. Aamiin. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda