PON XX Papua 2021

Pegulat Jatim Sukses Capai Target 6 Medali Emas

Pegulat Jawa Timur Hasan Sidik (kiri)yang turun di kelas 60 kg gaya Greco Roman. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – DKI Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Timur berbagi medali emas dari tiga kelas gaya Greco Roman yang dipertandingkan di hari keenam pentas gulat PON XX Papua, Rabu (13/10/20221) di GOR Head Sai, Merauke. 

Dari tiga gaya Greco yang ditandingkan tersebut, Jatim dan Kaltim sama-sama mendulang satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. 

Sedangkan 1 medali emas DKI Jakarta dipersembahkan oleh Andika Sulaeman di kelas 77kg.

Medali emas Jatim dipersembahkan oleh Hasan Sidik dari kelas 60kg.

Medali emas Kaltim dipersembahkan oleh Muhammad Aliansyah di kelas 67kg. 

Ketiganya adalah pegulat nasional, sama-sama menjadi unggulan, dan sejak awal diprediksikan bakal merebut medali emas.

Emas dari Andika membuat DKI Jakarta mencapai target satu medali emas. Namun, DKI Jakarta masih berharap pada dua pegulatnya yang tampil Kamis 14 Oktober, yakni Rudiansyah di kelas 87kg dan Nur Rusli di kelas 130 kg.

JATIM CAPAI TARGET

Emas dari Hasan Sidik juga membuat tim gulat Jatim memenuhi target: merebut 6 medali emas.

Jatim juga masih memiliki peluang untuk menambah perolehan medalinya, dari tiga pegulatnya yang akan turun ke gelanggang pada hari terakhir, Kamis 14 Oktober. Jatim kini membukukan 6 emas, 5 perak, 2 perunggu. Disusul Jabar 2-2-1, dan Kaltim 2-1-4.

Untuk Kaltim, emas dari Aliansyah membuat mereka kembali menggusur Kalimantan Selatan dalam klasemen sementara medali gulat. Namun, Kaltim harus berjuang keras untuk menggeser dominasi Jatim.

Di kelas 60 kg, Hasan Sidik (Jatim) tidak menemui banyak kesulitan ketika merebut medali emas. Hasan Sidik mengalahkan Suparmanto (Kaltim) di final dengan skor 5-2, setelah bermain dua babak penuh.

gulat1.jpg

Perunggu di kelas 60 kg diraih Hamdian Rachmat B (Jabar), setelah mengalahkan Bismi Fernandes (Bengkulu) dengan skor 9-7 dalam dua babak. Duel mereka berlangsung sangat ketat. Saling susul menyusul poin, sebelum Hamdian akhirnya berhasil mengunci kemenangan dengan skor akhir 9-7.

Di kelas 67 kg, Muhammad Aliansyah (Kaltim) sukses meraih medali emas untuk ketiga kalinya setelah PON 2012 Riau dan PON 2016 Jabar. Aliansyah di final mengalahkan Peri Budiawan (Jabar) dengan skor 9-2 dalam  waktu 2 menit 30 detik. Kemenangannya disambut sangat meriah oleh kontingen Kaltim.

Aliansyah sejak usai Pra PON tahun 2019 di Jakarta memang sudah diproyeksikan untuk meraih medali di kelas ini mengingat pengalamannya yang luar biasa. 

Perunggu kelas 67 kg untuk Arief Suro Wijoyo (Jatim),  yang hanya butuh waktu 20 detik untuk mengalahkan Tri Wahono (Bengkulu) dengan skor 8-0.

Di kelas 77 kg, Andika Sulaeman tidak menemui perlawanan  berarti dari lawan-lawannya. Keempat lawannya ditaklukkannya dalam waktu satu ronde. Dia menjatuhkan dua lawan dengan jatuhan atau touch, yakni Paulus Sarwa (Papua) dan Prija Iska Ahmad (Banten). Berikutnya, Andika menang telak 8-0 atas Kusno Hadi (Kaltim) di babak pertama. Terakhir, Andika melibas Supriyono (Jatim) dengan kemenangan angka mutlak 8-0 di babak pertama.

Medali perak untuk Supriyono, perunggu Kusno Hadi.(*)

Pewarta : Ayatullah RK
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda